kontol lembuku
Ketika aku berumur 18 tahun di sebuah desa, aku dinikahkan. Sekarang, aku memeliki empat orang anak dengan umur 34 tahun. Aku memang tinggal di desa dan mengenal internet baru saja tujuh bulan, setelah talipon boleh memasuki desa/kampung kami. Aku belajar internet dari anak sulung-ku. Suamiku selain sebagai petani juga memelihara lembu tujuh ekor. Setiap pagi, aku boleh memeras susu untuk minum. Kami punya ladang karet tak berapa jauh dari rumah. Di belakang rumah, ada kandang lembu dan aku ikut ambilkan rumput untuk makan lembu. ANak-anak ada sekolah di kota lain. Di rumah hanya ada dua anak kecil dan suami.
Lembu jamtan mulai birahi. Dia suka panjat lembu-lembu betina. Dua ekor lembu betina kami baru sja melahirkan anak dan satu sedang buting. Beberapa ekor betina lainnya masih kecil. Kasihan si jantan yang suka menyeruduk dan menaiki lembu lain tapi lembu itu seperti tidak bersedia disetubuhi. Saat membersihkan kandang lembu pakai siraman air yang airnya dipompa dari sumur pakai mesin pompa, aku juga memandikan lembu-lembu itu. Lembu jantan sedang tiduran dan aku memandikannya dan mengosok tubuhnya dengan brush. Aku melihat kepala kontol lembu itu memerah keluar. AKu tertarik mengelus-elus kontol lembu itu yang sedang terlentang dengan miring. AKu lancap kontol lembu itu. Sa,pai akhirnya kontol itu keluar dan merah. Ada sekitar 40 Centimeter kontolnya keluar, berwarna merah muda (pink). Aku begitu nafsu melihat kontol yang besar itu. Kontol itu lebih dua kali besarnya dibanding dengan kontol suamiku.
Aku juga meraba-raba pepek-ku. Aku merasa pepekku sudah basah dan nafsuku semakin tak boleh aku tahan. Akhirnya ada niatku mencoba bersetubuh dengan lembuku itu. Setelah lirik kiri dan kanan, aku memastikan tidak ada orang, selain aku sendiri di kandang lembu dan orang di rumah juga kosong. Sesekali lembuku melenguh saat aku melancap kontolnya. Aku menyingkap rok-ku. AKu berjongkok di lantai semen yang baru saja kubersihkan pakai air. Kurapatkan pepekku ke kontol lembu. Perlahan aku sorong kontol itu ke dalam pepekku. Begitu ujung kontolnya menempel di pepekku, terasa ujung kontol lembu begitu hangat. LUbang pepekku terasa begitu penuh. Aku semakin bernafsu.
Perlahan kutekan pepekku ke pada kontol lembu itu. Semakin dalam, terasa semua lubang pepekku terasa begitu penuh. Kontol yang basah dan berlendir itu, lebih dalam lagi aku tekan. Luar biasa aku merasakan perlahan kontol lembu itu memenuhi rongga pepekku. Kontol itu sudah masuk seperohnya dan aku merasa ujung kontol itu sudah berada di ujung pepekku.
Aku sudah semakin tinggi. Aku memasukkan dan mengeluarkan kontol lembu itu di dalam pepekku. Tanganku mengelus-elus tubuh lembuku, agar dia tidak berdiri dan bergerak. Perutnya aku elus-elus juga bagian tubuhnya yang lain sembari aku terus menarik-cucuk kontol lembu itu di dalam pepekku. Sebelah kakiku berada di atas paha lembu dan sebelah lagi bertumpu di lantai semen. Siku tanganku bertumpu pada semen dan sebelahnya lagi terus mengelus tubuh lembuku.
“Uukkkhhhh…” lembu itu melenguk mengeluarkan suara. Sekekali ekornya dikibar-kibaskannya. Aku semakin semangat melancapkan kontol lembu itu di dalam pepekku. AKu putar-putar tubuhku, agar bagian-bagian sensitive di dalam pepekku bisa bersentuhan dengan kontol lembu itu. Yang paling nikmat, semua klitorisku menyentuh-nyentuh kontol lembu dan aku benar-benar puas.
Tanpa terasa aku merasakan sesuatu yang sangat nimmat, saat aku orgasme. Lendir dari dalam pepekku tumpah membasahi ronga pepekku. Dan aku terkulai layu. Kontol lembu itu masih berada di dalam rongga pepekku. AKu ingin merasakan lembuku orgasme. AKu tak mau menang sendiri. Tidak adil, kalau aku yang orgasme, tapi lembuku tidak orgasme. Kubiarkan kontol itu berada di dalam pepekku dan tanganku terus mengeluas-elus kontol lembu itu. Pembalut kontolnya aku maju-mundurkan. Makin lama makin cepat dan lembuku terus menerus melenguh.
“Mboooohhhhh…”
Kulihat kakinya belakang mengejang. AKu pikir dia akan orgasme. Makin kupercepat kocokan tanganku di pembalut kontolnya (pada kulupnya). Makin cepat dan makin cepat. Sampai akhirnya lembuku mengeluarkan suara yang sangat kuat.
“MMMMbbbbooooooooohhhhh….”
AKu merasakan ada semburan cairan sangat kental memenuhi pepekku. AKu tahu itu adalah spermanya. Banyak sekali tentunya. Pasti 10 atau 20 kali lebih banyak dari sperma suamiku dan aku merasakan orgasmeku yang kedua. Sangat nikat dan indah sekali.
Setelah selesai lemasku, perlahan aku mau menarik pepeku dari kontol lembuku. Tapi ternyata, lembuku sendiri yang menarik kontolnya memasuki kulupnya dan aku merasakan betapa nikmatnya. AKu berdiri lemas. Aku meliohat spema lembuku meleleh di kedua pahaku, putih dan kental serta terasa hangat. Cepat aku ke pompa air dan membersihkannya. Aku tersenyum puas. Kuelus-elus punggung lembuku, sebagai ucapan terima kasihku. Lembuku menjawab elusanku, mungkin sebagai ucapan terima kasihnya juga.
“Mboooohhhh,” Aku berikan dia rumput segar dan dia bvangkit berdiri memakan rumput segar yang kuberikan.
Di rumah aku melihat pepekku, apakah semakin lebar atau tidak dimasuki oleh kontol lembuku. Ternyata tidak. Biasa saja. Besaoknya aku kembali lagi melakukannya dengan lembuku. Setelah lima kali aku melakukannya dengan lembuku, kini lembuku tidak birahi lagi dan suamiku heran, kenapa lembu jantan kami tidak birahi lagi. Beberapa bulan kemudian, lembu jantan kami birahi lagi dan dia menunggangi lembu betina yang sudah menjadi dewasa. Setelah dua kali dia tungangi lembu itu, kembali aku mengelus-elus kontolnmya dan tidur-tiduran. Aku mendekatkan lagi pepekku dan memaju-mundurkannya. AKu memang tidak hamil lagi, karean peranakanku sudeah diangkat dan aku tak mungkin bisa hamil. Lagi pula bersetubuh dengan binatang tidak akan membuat kita hamil.



ni nomor Hp ku Tante 0812 68 66 73 67 RAFLi,,,
Comment by RAFLI — December 10, 2008 @ 11:14 am
hub, aq y di 081253133867
Comment by andar — May 14, 2009 @ 5:08 am
mantap aku juga pernah ma lembu betina hahaha emang enak
Comment by conghuang — September 24, 2009 @ 11:38 pm