kumpulan cerita dewasa dari berbagai sumber …

<?php wp_title('«', true, 'right'); ?> <?php bloginfo('name'); ?>





December 26, 2008

Pertukaran di Puncak 1

Filed under: tukar Pasangan

Hari Sabtu kami (aku dan Lily istriku) berangkat menuju ke Puncak sesuai rencana, kami akan bertemu dengan Erwin dan Diana istrinya di Puncak Pass, kemudian bersama-sama menuju ke vila keluarga di daerah Cipanas.

Pukul 11.00 siang kami sudah berada di Puncak Pass, ternyata Erwin dan Diana sudah menunggu kedatangan kami. Dengan memakai rok terusan berbelahan dada agak rendah tanpa lengan, Diana kelihatan begitu cantik, apalagi dengan rambut yang dipotong pendek sehingga menambah pesona dirinya, terlihat lehernya yang putih jenjang.

Setelah makan dan berbincang sebentar kami sepakat untuk menukar penumpang, Lily istriku ikut mobil Erwin begitu sebaliknya Diana ikut mobilku. Beriringan kami menuju ke Cipanas dengan mobil Erwin di depan. Jalanan sudah mulai padat, sehingga kami mulai kehilangan pandangan atas mobil Erwin. Selama perjalanan menuju vila, tangan Diana mulai menggerayangi selangkanganku, sesekali kubalas dengan elusan di pahanya dengan menyingkap roknya ke atas paha.

45 menit kemudian sampailah kami di vila keluarga P.Gun, ternyata mobil Erwin belum kelihatan. Tempatnya cukup terpencil dan jauh dari keramaian, hanya hamparan kebun teh di sekelilingnya, tidak ada tetangga atau vila lain dalam radius ratusan meter. Vila tersebut sangat besar dengan 5 kamar tidur dan kolam renang yang besar, bangunan untuk pengurus vila terletak jauh di belakang yang dihubungkan jalan setapak melewati taman.

Diana segera memberi instruksi ke pengurus rumah agar acara kami tidak terganggu, mengijinkan mereka pulang selama kami di sini, kecuali siang untuk membersihkan dan menyiapkan makan siang, jadi praktis vila tersebut tanpa pembantu yang mengganggu.

Kemudian Diana kembali ke teras depan dimana aku duduk sambil menikmati indahnya pemandangan dan sejuknya hawa pegunungan. Langsung saja dia duduk di pangkuanku. Tanpa menunggu lebih lanjut, kupeluk tubuhnya dan kami berciuman di kursi teras depan diselingi angin sepoi daerah puncak yang dingin.

"Disini lah pertama kali aku melayani Erwin dan Papanya." bisiknya sambil menjilati telingaku.
Tapi aku tidak terlalu memperhatikan, tanganku segera menjelajah ke tubuhnya yang menantang, buah dada adalah sasaran pertamaku, masih terasa kenyal dan padat seperti yang kurasakan beberapa waktu yang lalu. Kuremas dengan penuh nafsu pada kedua bukit di dadanya secara bergantian, sementara tanganku satunya membuka resluiting baju di belakang. Sekali terbuka maka rok terusan itu merosot turun hingga ke pinggang, dan tampaklah buah dadanya yang putih mulus dengan berbalut bra satin biru tua, sungguh kontras dengan kulitnya yang putih mulus, menambah sexy tubuhnya.

Ciumanku mulai mendarat di leher jenjangnya, tanganku tidak pernah lepas dari dada Diana. Dia hanya menggelinjang dan mendesah ketika lidahku menjelajahi lehernya, terus turun hingga bahu dan berputar di sekitar dada. Dinginnya udara puncak tidak dapat mengusir panasnya birahi kami berdua. Diana menjambak mesra rambutku ketika putingnya kukeluarkan dari bra-nya dan kupermainkan dengan lidahku, sambil tanganku mulai menyelinap di balik roknya dan menjelajah di sekitar pangkal pahanya yang masih tertutup celana dalam halus. Terasa lembab dan basah di antara pahanya.

"Sshh.. agh..!" desahnya di dekat telingaku sambil sesekali mengulum daun telingaku, membuatku kegelian dalam kenikmatan.
Akhirnya dengan sekali sentil di kaitan bra, maka terlepaslah bra dari tempat semestinya. Kini terpampang tepat di wajahku kedua belahan buah dada yang putih montok dengan puting yang kemerahan, sungguh indah dan menantang untuk diremas dan dikulum. Maka segera kudaratkan bibirku di antara kedua bukit itu dan kembali lidahku menjelajahi kulit mulus itu terus mendaki ke puncak bukit.

Kuputar-putar jilatanku di sekitar putingnya sebentar, lalu kukulum putingnya dan kusedot dengan gigitan-gigitan ringan nan nakal. Diana makin menggelinjang, pantatnya mulai digoyang-goyangkan di pangkuanku, sehingga menekan dan menggesek-gesek kemaluanku yang sudah menegang. Tangan kiriku sudah masuk di balik celana dalamnya yang basah. Mulanya satu jari masuk ke liang vaginanya, kemudian dengan dua jari kukocok vaginanya sambil kusedot kedua putingnya secara bergantian.

"Aaghh.. yess.. yaa.. truss.. sshh..!" desahnya makin kencang tidak perduli dengan suasana sekitar, bahwa kami masih di teras villa.
Goyangan pantatnya makin kencang seirama kocokan jariku di vaginanya. Kemudian dia berdiri, dengan sendirinya roknya merosot ke bawah, hingga tinggal celana dalam yang masih menempel, sekali tendang terlemparlah rok itu entah kemana.

"Nggak adil, aku sudah hampir telanjang horny tapi kamu masih lengkap." katanya sambil melepas kaosku dan langsung jongkok di depanku.
Dibukanya celanaku dan dikeluarkannya alat kebanggaanku dari sarangnya.
"Aku rindu batang besar ini..!" katanya sebelum bibirnya mungilnya menyentuh ujung kejantananku yang menegang.
Ujung kejantananku sudah basah, lidah Diana menari-nari di lubangnya sambil tangannya mengocok batangnya. Kepala kejantananku sudah berada dalam kuluman mulut manisnya, sementara tangannya menjelajah ke bawah ke kantong bola, dan tangan satunya memilin ringan putingku. Aku begitu terangsang dan kelojotan kenikmatan dibuatnya.

Kupegang kepalanya dan kugoyangkan pinggulku sehingga aku dapat mengocok mulutnya dengan kejantananku. Meskipun Diana tidak dapat mengakomodasi semua kejantananku yang 17 cm panjang dan 4 cm diameter, tapi dia cukup memberi rangsangan dengan menggoyang-goyangkan kepala saat kukocok mulutnya. Diana seperti kewalahan menghadapi kocokanku di mulutnya. Kuangkat tubuhnya, kutarik celana dalamnya ke bawah hingga terlepas lalu kutelentangkan di meja teras tubuh telanjangnya.

Baru kali ini aku dapat melihat dengan jelas tubuh telanjang Diana, begitu putih mulus dan padat berisi, sungguh beruntung Erwin mendapatkan istri Diana dan sungguh beruntung aku dapat ikut menikmati tubuh indah dan seksinya. Aku jongkok di antara pahanya, kucium aroma khas dari vaginanya yang sudah basah, kembali kumasukkan jariku ke liang vaginanya sambil kujilati klitorisnya yang merah mudah dan dikelilingi rambut halus tipis di sekelilingnya.

Diana menarik rambutku dan memaksanya untuk masuk lebih dalam lidahku ke vaginanya. Jilatan lidahku langsung menelusuri bibir vaginanya hingga akhirnya mengganti kocokan jari tangan dengan kocokan dan jilatan lidah di vagina basahnya. Diana kembali mendesah atau lebih tepatnya teriak histeris dalam gelombang kenikmatan. Tidak mau ‘menyiksa’-nya lebih lanjut, maka aku berlutut dan mengatur posisiku di antara kakinya yang kurentangkan terbuka lebar. Karena aku masih ingat pada pertemuan terakhir, lubang vagina Diana terlalu sempit untuk ukuran kejantananku, hingga dia menjerit pada saat awalnya.

Dengan perlahan kuusap-usapkan kepala kejantananku di bibir vaginanya. Aku tidak mau terlalu bernafsu untuk segera memasukkan ke dalam, karena itu akan membuat dia kesakitan. Setelah kurasakan cukup, perlahan kudorong kejantananku masuk sedikit demi sedikit sambil menikmati expresi di wajah cantik Diana ketika menerima kejantananku di vaginanya yang sempit. Kulihat dia menggigit bibir bawahnya yang mungil dan tangannya meremas pinggiran meja.

Aku menghentikan sesaat doronganku untuk memberi dia kesempatan bernapas, kemudian kulanjutkan untuk membenamkan sisa dari batang kejantananku di vagina Diana. Setelah semua masuk, kudiamkan sejenak untuk kembali menikmati expresi wajah Diana yang memerah dalam kenikmatan.
"Sshh.., yess.., lakukan dengan pelan..!" katanya pelan bercampur desahan.
Perlahan kutarik kejantananku keluar dan memasukkan lagi dengan pelan, semakin lama semakin cepat hingga aku dapat mulai melakukan kocokan-kocokan ke vaginanya.

"Yess.. ya.. ouugghh.. yess.. good.. I love it.. I like it.. I miss it..!" desahnya.
Tangan Diana sekarang meremas kedua buah dadanya sendiri yang dari tadi bergoyang-goyang mengikuti goyangan atas kocokanku. Dipilinnya sendiri kedua putingnya sambil tetap mendesah dan mengerang dalam kenikmatan birahi. Kunaikkan kedua kakinya ke pundakku, sesekali kujilat dan kukulum jari-jari kakinya sambil mengocok vaginanya, Diana makin menggelinjang.

"Ougghh.. sshhit.. aaku.." belum sempat dia menyelesaikan desahannya, kulihat tubuhnya menegang dan kurasakan denyutan dan remasan dari dinding vaginanya.
Kemudian tubuhnya terkulai lemas di atas meja teras, aku masih belum menyelesaikan hasratku, bahkan belum separuhnya terpenuhi.
"Udah Hen, istirahat dulu, aku udah keluar, enaak banget, lemes nih..!" katanya memelas padaku.
Tidak kuperdulikan permintaannya, kocokanku makin kutingkatkan frekuensinya. Diana melotot padaku, tapi jadi tambah cantik dan lebih menggairahkan.

Kemudian kutelungkupkan tubuhnya di atas meja dan kakinya berlutut di lantai, aku masih ingin menikmati anal sex padanya tapi belum kesampaian. Kulakukan seperti yang dilakukan dengan suaminya di Singapore tempo hari, dimana dia mendapatkan double penetration denganku di vagina dan suaminya di anal.

Kuusapkan kejantananku yang basah di analnya, tapi Diana menolak, dia membimbing kejantananku ke vaginanya. Maka tanpa menunggu lagi, kusodokkan kejantananku dengan keras ke vaginanya.
"Aauugghh.. yess..!" dia menjerit kaget, tapi terus berlanjut dengan kenikmatan.
Kupegangi pantatnya dan kutarik maju mundur seirama dengan kocokanku. Dengan posisi seperti doggie style, penetrasi kejantananku di vaginanya dapat masuk ke dalam dan kurasakan kepala kejantananku menyentuh seperti rahimnya.

Kocokanku semakin lama semakin keras menghantam dinding vaginanya, kuputar-putar pantatku untuk memberikan gairah erotik pada Diana. Kedua tangan Diana kupegang dan kutarik ke belakang, kini dia bergantung pada tangannya yang kupegangi. Tidak lama kemudian kepalanya digoyang-goyangkan pertanda dia kembali mengalami orgasme hebat, tapi tetap aku tidak mau menghentikan kocokanku. Aku kembali duduk di kursi, Diana kutarik ke pangkuanku. Perlahan dia menurunkan pantatnya sehingga kejantananku melesak mulus masuk ke vaginanya.

Kini giliran dia ambil kendali. Diana mulai menggoyang goyangkan pantatnya, sehingga kejantananku terasa dipelintir di dalam vagina. Kusedot dan kupermainkan puting buah dadanya yang bergoyang-goyang di depan wajahku. Diana kembali mengimbangi permainan ini dengan posisi seperti itu dia bebas berkreasi, baik bergoyang maupun turun naik, ganti aku yang dibuat kelojotan olehnya. Dari expresi wajahnya aku yakin dia sudah orgasme untuk kesekian kali dengan posisi seperti ini. Dia sungguh menikmati posisi seperti ini.

Aku sudah hampir sampai di puncak kenikmatan ketika tiba-tiba kudengar bunyi klakson mobil dari luar pagar, tentu saja mengganggu kenikmatan dan konsentrasi kami berdua.
"Sialan..!" gumanku karena puncak yang sudah hampir terengkuh buyar begitu saja.
Diana hanya tertawa menggoda mendengar gerutuanku, tentu saja dia sudah mendapatkan puncak kenikmatan birahi beberapa kali sementara aku belum. Dia segera turun dari pangkuanku. Dengan tetap telanjang kemudian lari menuju pintu pagar yang tinggi dan tertutup fiber, lalu membukanya. Masukklah mobil Mercy Erwin ke halaman vila.

Bersambung …

Pertukaran di Puncak 2

Filed under: tukar Pasangan

Setelah parkir di sebelah mobilku, Erwin dan Lily keluar dari mobil. Kulihat sepintas Lily menenteng celana dalam dan bra yang aku masih ingat tadi dipakainya sebelum berangkat. "Apa yang telah mereka lakukan tadi..?" pikirku. Belum sempat berpikir lebih lanjut, Erwin menyapaku duluan, "Wah wah wah.., rupanya kalian sudah mulai dan tak sabar menunggu kedatangan kita..?" Diana sudah langsung menceburkan diri ke kolam renang di samping teras. Dengan telanjang tenang saja dia berenang. Aku tidak dapat mengikuti dia berenang karena memang aku tidak dapat berenang, tidak seperti istriku yang hampir tiap minggu berenang. Ketika Erwin dan Lily sampai di teras, kutarik lengan istriku, kupeluk dan kucium lehernya. Bau sperma masih menyengat dari wajahnya. "Aku ingin menyelesaikan permainan yang kamu ganggu tadi." kataku sambil meremas buah dadanya yang ternyata memang sudah tidak memakai bra. "Tanya dulu sama dia, bukankah kita sudah sepakat..?" kata istriku menggoda sambil menoleh ke Erwin yang masih berdiri di belakangnya. Erwin hanya tersenyum, "Boleh.., tapi setelah aku selesai dengan dia." jawabnya kalem, tapi tidak terlalu kuhiraukan. Tanganku meremas pantatnya, kembali kurasakan kalau istriku sudah tidak memakai celana dalam di balik rok mininya, berarti Erwin sudah selesai dengan istriku, pikirku. Kembali aku mencium istriku, Erwin mendatangi istriku dari belakang, disibakkannya roknya ke atas hingga tampak pantat istriku yang telanjang. Erwin mengeluarkan kejantanannya tanpa membuka celana dan bajunya, hanya membuka resluiting celana. Dia mengusap-usapkan kejantanannya di pantat istriku yang kemudian mencondongkan tubuh dan mengangkat kaki kanannya hingga memudahkan Erwin untuk memasukinya dari belakang dengan tanpa melepas ciumannya dariku. Lily istriku sedikit tersentak dan mendongak ke atas pertanda Erwin sudah berhasil membenamkan kejantanannya ke vaginanya. Sambil tetap memeluk tubuhku, istriku menerima kocokan Erwin dari belakang, sementara Erwin memegang pinggul istriku untuk lebih menghunjamkan kejantanannya lebih dalam di vagina. Istriku mulai mendesah kenikmatan di telingaku saat menerima kocokan ganas dari Erwin. Sodokan dan hentakan Erwin dapat kurasakan dari pelukan istriku. "Yeah.. uugghh.. yess..!" desah istriku makin keras di telingaku sambil tangannya mulai mengocok kejantananku yang masih basah dari sisa Diana. Aku mengimbangi dengan remasan-remasan di dadanya dan jilatan di leher, kocokan tangannya semakin keras sekeras sodokan Erwin padanya. Kulepas kaosnya dan rok mininya lewat atas, Erwin juga mengikuti melepas baju dan celananya hingga telanjang, karena dia juga sudah tidak bercelana dalam, maka itu dilakukan tanpa melepaskan kejantanannya dari vagina istriku. Kini kami semua sudah telanjang bulat. Dan permainan diteruskan, kami main bertiga dengan Erwin sebagai leader karena dia sebagai ‘owner’ dari istriku saat ini dan aku adalah ‘guest of honornya’. Dan aku harus terima kenyataan ini karena saat ini sebenarnya ‘haknya’ Erwin atas istriku dan sebaliknya ‘hakku’ atas istrinya. Sepintas kulihat Diana melihat permainan kami dari kolam renang, dia menikmati pertunjukan dimana suaminya sedang mengocok istriku di hadapanku. Tentu nanti akan terjadi sebaliknya, pikirku. Lily membungkukkan badannya, kini kepalanya sejajar dengan kejantananku dan siap mengulumnya, ketika Erwin makin mempercepat tempo permainannya. Kami bergeser ke meja, istriku telentang di atas meja dan Erwin mengambil posisi di antara kakinya, aku mendekatkan kejantananku ke mulutnya yang segera disambutnya dengan kuluman ganas. Dengan sekali sodok ke vagina, melesakklah kejantanan Erwin kembali ke vagina istriku, dan langsung memompa dengan cepat. Tangannya meremas-remas kedua buah dada istriku sambil memilin putingnya dengan ringan. "Uugghh.. eemmpphh.. eerrhh..!" desahan istriku yang tertahan keluar di sela kulumannya. Ketika aku hampir memuncak, Erwin menarik kejantanannya dan menggeser ke posisiku untuk bertukar tempat, segera kami berganti posisi. Seperti halnya Erwin, dengan sekali sodokan keras kulesakkan kejantananku ke vagina istriku. "Aauugg.. sshhitt..! Pelaan doong..!" teriak istriku sambil melepas kulumannya pada kejantanan Erwin. Aku lupa kalau kejantanan Erwin tidak sebesar punyaku, sehingga istriku terkaget menerima sodokan kasar itu. Tapi tidak lama kemudian dia sudah dapat menguasai diri dan mengikuti irama kocokanku yang semakin cepat dan keras. Tidak lama kemudian Erwin menyemprotkan spermanya di mulut istriku, Lily seolah menikmati aroma rasa sperma dan menjilati sisa di kejantanan Erwin hingga bersih. Tidak lama kemudian kocokanku makin keras dan tidak beraturan, dan menyemprotlah spermaku di vagina istriku bersamaan dengan dia mengalami orgasme. Aku segera menarik keluar dan menyodorkan ke mulutnya, kembali dia menjilati sisa sperma yang ada di kejantananku hingga bersih. Kucium kening istriku dan kami bertiga menuju ke kolam renang untuk bergabung dengan Diana yang dari tadi menikmati pertunjukan threesome kami. Erwin, Diana dan Lily langsung menceburkan diri ke kolam, sementara aku hanya duduk di kursi samping kolam melihat mereka bertiga mandi telanjang. Tidak lama kemudian kunikmati pertunjukan bagaimana Erwin menikmati istriku di kolam renang. Lily duduk di tepi kolam renang, sementara kepala Erwin sudah di antara kedua kakinya menikmati nikmatnya aroma vagina istriku. Tanpa menghiraukan dinginnya udara sore, istriku lalu mencebur ke kolam, mereka langsung berciuman dalam air. Dari bayangan air yang tidak terlalu jelas, sepertinya Erwin menggendong istriku secara berhadapan dan kaki istriku menggapit pinggangnya. Mereka kembali ‘in action’, Erwin mengocok istriku dari depan sambil menggendongnya, karena di air maka tubuh istriku dengan mudahnya di angkat naik turun hingga semua kejantanannya masuk ke vaginanya bercampur dengan air kolam. Aku tidak dapat memperhatikan mereka lebih lanjut karena Diana sudah mendatangiku dan mulai menciumi punggungku. Kemudian aku terlalu sibuk menikmati Diana hingga tidak memperhatikan permainan mereka lebih lanjut. Sebelum malam tiba kami telah menyelesaikan satu ronde di sekitar kolam renang, tapi aku masih penasaran karena belum merasakan kuluman Diana saat aku orgasme dan belum berhasil mendapatkan anal darinya. Setelah makan malam, kami semua duduk di sofa ruang tengah sambil nonton VCD, pakaian yang kami kenakan hanya untuk sekedar mengusir dingin, tapi tetap membikin horny yang melihat, seminim mungkin pakaiannya, bila perlu tidak usah kalau tidak kedinginan. Istriku bercerita kenapa mereka terlambat datang. Dengan tenangnya dia duduk di samping Erwin, dia mulai bercerita. "Kami sengaja jalan dulu ke Pasar Cipanas untuk mencari VCD porno di kaki lima pasar. Ketika menuju vila melewati jalanan setapak itu, kami menghentikan mobil di tepi jalanan yang sepi, karena jalan tersebut memang hanya menuju vila ini. Mulanya kami berciuman saja dan saling meraba, tetapi keadaan bertambah panas, maka pindah ke jok belakang. Erwin kemudian menyingkap rokku dan melepas celana dalamku lalu diikuti dengan melepas bra. Di jok belakang kami berciuman sambil tangan Erwin mengocok vaginaku hingga basah, lalu Erwin jongkok di depanku dan mengeluarkan kejantanannya. Ternyata dia sudah tidak memakai celana dalam, dengan mengangkat kakiku di pundaknya, dia memasukkan kejantanannya yang sudah mengeras ke vaginaku dan mulai mengocok dan menyodok. Mobil terasa bergoyang-goyang mengiikuti irama goyangan Erwin. Kemudian Erwin duduk di jok dan aku di pangkuannya, sekarang aku yang menggoyang-goyang di pangkuan Erwin dan mobil kembali bergoyang. Tidak lama kemudian Erwin menyemprotkan spermanya ke vaginaku, dan segera aku turun dari pangkuannya, kemudian kukulum kejantanannya hingga sisa sperma yang ada tak berbekas lagi karena sebagian sudah masuk ke mulut dan sebagian lagi di sapukan ke muka, leher dan dadaku. Makanya kami datang terlambat dan tubuhku tercium aroma sperma." cerita Lily pada kami. Selama dua hari menginap kami berempat melakukan pesta sex hingga kepulangan balik ke Jakarta. Banyak kombinasi sex dan variasi yang kami lakukan, meskipun Diana seorang bi-sex, tapi karena istriku straight, maka kami tidak dapat menikmati permainan lesbi show. Variasi aku bermain dengan Diana dan Istriku, sementara Erwin hanya melihat sambil memegangi sendiri kejantanannya yang akhirnya dikeluarkan di mulut salah satu Diana atau istriku, begitu sebaliknya. Dan juga bagaimana kami berdua, aku dan Erwin, secara bergantian mengeroyok Diana kemudian ganti mengeroyok istriku. Atau di ranjang yang sama kami main dengan pasangan masing-masing (bukan istri), kemudian berganti ke istri masing-masing tiap 5 menit dan kembali lagi ke pasangannya, yang keluar duluan jadi pononton. Atau siapa saja boleh melakukan terhadap istri/suami siapa saja dimana saja kapan saja asal dia mau. Sepertinya kami berada di surga dunia, yang hanya berhenti bermain sex apabila saatnya makan tiba. Banyak yang kami lakukan bersama-sama, baik di ranjang, ruang tamu, kolam renang, taman, sambil makan atau bahkan di mobil. Tapi dari semua itu yang paling berkesan adalah ketika kami bermain sex dengan istri masing-masing di ruang tamu. Aku lagi mengocok istriku dengan doggie style di kursi sementara Diana duduk di pangkuan Erwin dengan posisi membelakangi suaminya di kursi sofa yang sama. Ternyata mereka melakukan anal. Sambil mengocok istriku dari belakang, kuremas-remas buah dada Diana. Kulihat Diana menggosok-gosok klitorisnya dengan jari tangannya ketika menggoyang kejantanan Erwin yang tertanam di anusnya. Beberapa saat kemudian kukeluarkan kejantananku dari vagina istriku, kudekati Diana dari depan dan kucium bibirnya. Dia mengocok kejantananku dengan tangannya sambil tetap bergoyang di atas pangkuan suaminya, kemudian kudekatkan kejantananku ke tubuhnya, kuusapkan ke daerah sekitar vagina, dia menghentikan gerakannya. Perlahan kudorong masuk kejantananku ke vaginanya yang terasa begitu sempit karena dinding vaginanya terdorong oleh kejantanan Erwin dari anus. Kuangkat kaki kanannya untuk memudahkan menembus vaginanya. Liang Vagina Diana jadi begitu sempit, dengan kesabaran dan pelan-pelan akhirnya aku dapat membenamkan seluruh kejantananku di vagina Diana. Kini dia menerima dua kejantanan di kedua lubangnya. Terlalu sulit bagi Diana maupun suaminya untuk bergoyang, maka aku lah yang mendapat kewajiban mengocok vaginanya. Dengan satu goyangan dariku, baik Erwin maupun istrinya merasakan sensasi yang luar biasa. Kurasakan ganjalan kejantanan Erwin di dinding vagina istrinya saat aku mengocok keluar masuk. Sementara istriku mendekat ke arah Erwin dan mereka berciuman ketika aku mengocok vagina istrinya. Tidak lama kemudian kurasakan denyutan pada dinding vagina Diana diikuti erangan keras dari suaminya. Ternyata Erwin menyemprotkan spemanya di anus istrinya, kuteruskan kocokanku. Sebenarnya aku berniat untuk mengganti posisi Erwin di anus Diana, tapi dia tidak mengijinkan. Setelah Erwin mengeluarkan kejantanannya dari anus istrinya, maka aku pun mengeluarkan dari vaginanya dan kembali berpaling ke istriku yang dari tadi memperhatikan aksi kami. Setelah cukup lama aku mengocok istriku dengan berbagai posisi dan disaksikan suami istri Erwin-Diana, akhirnya aku mengalami orgasme. Kusodorkan kejantananku yang baru menyemprotkan sperma di vagina istriku ke mulut Diana yang lagi duduk di sebelah suaminya. Tanpa ragu disambutnya dengan penuh hasrat. Itulah variasi yang paling berkesan. Kami memang sering melakukan acara seperti ini, terutama dengan pasangan yang usianya sebaya dengan kami. Just for fun dan sekedar mencari variasi dari pada selingkuh di belakang pasangan kami masing-masing. Lebih baik selingkuh ‘resmi’ seperti ini, paling tidak itu lah pemikiran kami saat ini, dan kami yakin banyak yang tidak setuju maupun yang setuju. Tamat

Pertukaran di Puncak - another story

Filed under: tukar Pasangan

Liburan sekolah yang lalu kami membuat acara di puncak, disamping untuk mempererat persahabatan juga sekaligus memberikan refreshing pada anak anak setelah ujian sekolah. Kami bertetangga 6 keluarga berangkat bersama sama dengan 8 mobil dan menginap di villa yang besar dengan 3 paviliun dan 8 kamar tidur.

Hari Sabtu kami berangkat bersama sama, jalanan arah Puncak sudah macet sejak keluar dari pintu toll, setelah berjuang dengan kemacetan 5 jam sampailah kami di Villa yang kami sewa tersebut, untunglah tidak terlalu jauh sehingga tidak perlu tersiksa lebih lama dijepit kemacetan.

Masing masing keluarga menempati kamar masing masing dan sisanya dipakai anak-anak atau siapa saja yang ingin tidur disitu. Disamping 6 keluarga, ada juga yang mengajak adik, paman maupun keluarga lainnya, jadi diluar anak anak ada 19 orang dewasa atau remaja.

Para Bapak mempersiapkan acara barbeque untuk nanti malam sementara ibu-ibu mempersiapkan makanan baik yang sudah kita bawa dalam keadaan matang maupun yang harus dimasak terlebih dahulu, sementara anak anak bermain di halaman dan kolam renang.

Kami bertetangga sudah saling mengenal dengan baik sehingga tidak ada perasaan apa apa ketika kami melakukan liburan bersama dan ini bukanlah yang pertama kali tapi sudah beberapa kali. Bahkan ketika kami semua bermain di kolam pada sore harinya, tak ada yang aneh, semua berjalan seperti biasa, saling mengejek, saling menggoda, saling bersenda gurau, meski terkadang gurauannya nyerempet ke arah sensitif. Maklum kami semua masih se-usia antara 30 ? 35 tahun, yang paling kami yakin tidak lebih dari 40 tahun, yaitu Mas Surya, tapi penampilan dan postur tubuhnya terlihat sama dengan kami semua.

Malamnya kami mengadakan barbeque sambil bermain catur, gaple, atau permainan apapun untuk melepas ketegangan dan bersantai sambil ngobrol mengenai segala hal. Jarum jam sudah menunjukkan pukul 12 tengah malam, sementara bapak-bapak lainnya asik bermain gaple, kami berempat berdiskusi dibawah indahnya bulan dan bintang malam. Tanpa kusadari paviliun sudah sepi, rupanya anak anak maupun ibu ibu sudah pada tidur, mungkin kelelahan. Hanya istriku Lily, Kiki dan seorang pembantu yang sedang di dapur, membuat kopi untuk kami yang begadang, setelah kopi dan the terhidang mereka menghilang masuk ke kamar.

Satu persatu mereka menghilang masuk kamar, tingal 6 orang yang masih tahan begadang, untuk melepaskan penat aku jalan jalan di sekitar Villa sambil memandang kerlap kerlip lampu di bawah, sungguh indah di malam maupun siang hari, pantesan banyak orang ingin punya villa di daerah puncak.

Aku menuju Paviliun C tempat kamar kami yang letaknya di ujung, agak jauh dari bangunan induk, kami satu paviliun dengan keluarga Mas Surya, dengan menahan dingin kututup rapat sweaterku, sendirian berjalan dikeremangan lampu taman. Paviliun C terlihat gelap, "Rupanya mereka sudah tidur", pikirku.

Sebelum masuk paviliun aku mengitari bangunan itu, duduk di ayunan di pojok taman bermain yang gelap dan disinari sinar rembulan, kuhisap asap rokokku dalam dalam dan kuhembuskan sekuat kuatnya, dalam hati mengagumi arsitektur bangunan yang artistik.

Tiba tiba aku dikejutkan oleh suara langkah di belakangku, ternyata istriku belum tidur dan menyusulku duduk di sampingku. Kursi besi itu terasa dingin, istriku merapatkan tubuhnya padaku, sambil memandangi hiasan di langit yang indah, kupeluk rapat untuk memberikan kehangatan padanya. Tanpa kata kata kami saling berpelukan dalam keremangan malam tanpa cahaya lampu, tanpa bicara kami akhirnya berciuman, begitu bergairah di keheningan malam, tangan istriku sudah mengusap selangkanganku dan kubalas dengan belaian lembut di dadanya, sweater-nya terasa tebal mengganggu remasanku, apalagi bra-nya yang rapat menutup buah dadanya.

Kuselipkan tanganku di balik sweater, terasa hangat tubuhnya, kuraba dan kuremas buah dadanya, tanpa permisi dengan sekali sentil terlepaslah bra yang menyangga buah dadanya. Kami masih saling melumat bibir, tangannya dengan trampil membuka resliting celanaku dan mengeluarkan kejantananku, langsung mengocoknya. Kubalas dengan remasan buah dadanya penuh gairah.

"Jangan disini, ntar dilihat orang orang" bisikku
"Nggak, terlalu gelap untuk dilihat dari sana" balas istriku sambil melepaskan ciumannya dan berlutut di bawahku. Dinginnya malam sudah tidak kami hiraukan, kejantananku sudah berada dalam jilatan dan kulumannya, aku tidak berani mendesah, takut terdengar mereka yang masih begadang.
"Udah lama aku tidak melakukannya di luar" bisiknya disela sela kulumannya. Aku tidak bisa melihat bagaimana kejantananku keluar masuk mulut istriku tersayang.

Tak lama kemudian dia berdiri dan menarikku ke meja besi di depan kami, dia menarik turun celana jeans-nya hingga lutut lalu telentang di atas meja itu, aku yakin dia merasa dingin di atas meja itu tapi tak dihiraukannya. Kuangkat kakinya dan kujilati vaginanya, dia menggeliat tanpa berani bersuara, ditariknya kepalaku sebagai pertanda untuk segera mulai. Kunaikkan kakinya di pundakku dan kusapukan penisku ke vaginanya yang sudah basah, perlahan kudorong masuk penis tegangku hingga semua tertanam ke dalam.

Dalam keremangan malam kulihat istriku menggigit bibirnya, dia menikmati kocokanku tanpa suara, aku tahu itu siksaan baginya bercinta tanpa desahan. Kocokanku makin cepat, dia meremas remas buah dadanya, terkadang menggigit sendiri jari tangannya untuk menahan desahannya.

Aku masih mengenakan pakaian, hanya penisku yang keluar dari lubang celanaku. Kami berganti posisi, dia berdiri dan telungkup di meja sementara aku mengocoknya dari belakang, dinginnya malam tak mampu menghentikan kami, perlahan dingin berganti dengan panasnya gairah kami. Kupegang pinggulnya dan kusodokkan penisku dengan keras, kembali dia menggigit bibir bawahnya menahan nikmat.

Kami berpindah kembali ke ayunan, dia nungging dan kami bercinta dogie style, baru kali ini kami bercinta sambil ber-ayun, setiap kali kusodokkan penisku dengan keras, kursi itu berayun dan kembali, begitu seterusnya hingga istriku tak perlu melakukan gerakan maju mundur. Hampir setengah jam kami bercinta di dinginnya malam udara puncak, tak ada desah dan jerit kenikmatan, hanya keringat kami yang mulai menetes.

Tiba tiba kudengar suara orang bercakap mendekati kami, spontan kami menghentikan permainan dan membetulkan letak pakaian kami. Untunglah mereka tidak melihat ke arah taman hingga tak mengetahui keberadaan kami di taman. Masih dalam keadaan penuh nafsu dan gairah, kami putuskan untuk melanjutkan di kamar, paviliun itu masih gelap. Kubuka kamar kami, ternyata tempat tidur kami sudah dipenuhi anak anak yang tidur berangkulan di balik selimut karena kedinginan. Istriku kemudian membuka kamar sebelahnya yang tidak terkunci, kamar keluarga Mas Surya, ternyata Mas Surya dan istrinya, Eliz sudah tidur juga, berangkulan di balik selimutnya.

Di kejauhan kulihat beberapa orang masih begadang di depan bangunan induk, dengan agak jengkel istriku duduk di sofa ruang tamu, aku tahu aku harus menghiburnya atau menuntaskan birahinya. Kubuka celanaku dan menyodorkan penisku yang masih basah cairan vaginanya ke mulutnya, dia langsung menyambut dengan kuluman penuh nafsu. Tak lama kemudian kami kembali bergumulan penuh nafsu, celanaku sudah terlepas begitu juga celananya, kami bercinta dengan mengenakan sweater. Sedikit kesadaranku timbul, kukunci pintu depan dan belakang, begitu juga kamar anak anak aku kunci dari luar. Kubiarkan kamar Mas Surya, toh mereka sudah tidur lelap.

Permainan kami berlanjut, kami bercinta di sofa maupun di karpet ruang tamu, tanpa kami sadari satu persatu pakaian kami terlepas dari tubuh kami, telanjang kami bercinta dengan nafsu yang menggelora, sesekali istriku berani mendesah ketika kukocok vaginanya dengan keras, seakan lupa bahwa ada Mas Surya dan istrinya di kamar itu.
Duapuluh menit sudah berlalu, aku duduk di sofa sementara istriku duduk dipangkuanku turun naik dan bergoyang pinggul, mengocok dengan liarnya, kukulum dan kusedot serta kupermainkan putingnya dengan lidahku, dia menggelinjang nikmat, diremasnya rambutku. Goyangannya makin menggairahkan, seakan meremas penisku yang tertanam di vaginanya.

Aku tak tahan lebih lama lagi menahan gairahnya, kemudian menyemprotlah spermaku di vaginanya, belum habis denyutan penisku menyemprotkan sperma ketika kurasakan remasan kuat dari dinding vagina istriku, dia mengikutiku mencapai puncak kenikmatan beberapa detik kemudian, kami saling berdenyut dan saling berpelukan penuh nikmat. Akhirnya kamipun terkulai telanjang di sofa ruang tamu, napas kami bersatu dalam birahi yang indah. Sebelum kami tertidur di sofa, kami kenakan kembali pakaian kami dan tertidur di sofa ruang tamu.

Keesokan paginya semua berjalan seperti biasa, sebagaian besar berangkat ke daerah Agrowisata bersama anak anak, sementara aku dan istriku tinggal di villa dan Mas Surya pergi men-servis mobil yang sempat ngadat saat macet.
Karena tidurku kurang nyenyak, setelah mandi dan bersih bersih maka aku lanjutkan tidur di kamarku yang semalam dipakai anak anak.

Jam dinding berbunyi 10 kali pertanda pukul 10 pagi, belum lelap tidurku sayup sayup kudengar pembicaraan istriku dengan seorang wanita yang tidak aku tahu pasti siapa dia.
"Mbak Lily, aku mau tanya, pribadi nih, boleh enggak?" kata wanita itu yang ternyata Mbak Eliz.
"Ada apa sih mbak, kok kelihatan serius amat?" tanya istriku
"Jangan marah ya, janji ya,..anu mbak..aduh gimana nih susah ngomongnya" Mbak Eliz terdengar canggung.
"Emangnya ada apa sih?"
"Anu Mbak emm.. semalam permainan Mbak begitu menggairahkan dan liar, aku dan Mas Sur jadi menikmatinya sampai habis, setelah itu kami melakukannya di kamar meski tidak selama dan seheboh permainan mbak"
"Hah? kok Mbak Eliz.."jawab istriku, ada nada kaget disuaranya.
"Iya mbak, maaf ya mbak, ketika aku dengar ada suara agak berisik aku terbangun, dan lebih kaget lagi ketika kulihat Mbak Lily dan Mas Hendra sedang begituan"
"Seberapa lama Mbak lihat?" tanya istriku penasaran
"Sejak Mbak Lily mengulum Mas Hendra" jawabnya, berarti itu baru permulaan, cukup lama dia melihat permainan kami
"Lalu, aku melihat bagaimana Mas Hendra menjilati mbak, sepertinya Mbak begitu menikmati gitu, aku jadi pingin deh digituin, tapi Mas Sur nggak pernah mau melakukannya" Mbak Eliz melanjutkan.
"Emang Mbak melihat kami bersama dengan Mas Surya?" Tanya istriku penasaran
"Ketika aku sedang melihat kalian di lantai, saat itulah Mas Sur bangun dan kami melihat kalian berdua sambil dia memelukku, terus terang aku salut sama suami mbak, bisa bermain lama begitu dan banyak posisi, dan .. dan.. dan.. jangan marah ya mbak, aku ..aku .. melihat punya Mas Hendra begitu besar, meski dalam keremangan aku bisa melihatnya, sampai sampai saat aku bermain dengan Mas Sur kubayangkan punya Mas Hendra yang besar itu, entah bagaimana rasanya barang sebesar itu, tak terbayang deh, enak kali Mbak ya sampai Mbak menggeliat kelojotan kayak gitu, jangan marah ya Mbak aku kan cuma mengatakan perasaanku apa adanya" ada nada kagum dan ragu ragu dari suara Mbak Eliz.

Bersambung …

Pertukaran di Puncak - another story - 3

Filed under: tukar Pasangan

Kuhentikan gerakanku sejenak untuk merasakan denyutan vagina Mbak Eliz yang cukup kuat. Wajahnya makin cantik lagi dikala orgasme, semu kemerahan terlihat jelas di raut mukanya yang putih, sungguh berbeda dengan keseharian biasanya.

Tubuh Mbak Eliz langsung melemas seiring dengan habisnya denyutan itu, aku ingin mengocoknya lagi tapi istriku sudah menarik lenganku meminta giliran. Aku telentang di samping tubuh Mbak Eliz yang masih ngos-ngosan, istriku langsung mengatur posisinya di atasku dan melesaklah penisku ke vaginanya, vagina kedua di pagi itu. Jujur saja kurasakan vagina Mbak Eliz lebih nikmat dibandingkan istriku, tapi gerakan dan goyangan istriku jauh lebih erotik dari Mbak Eliz, dia langsung naik turun dan bergoyang pinggul di atasku, aku dan istriku sama sama mendesah nikmat. Kuraih dan kuremas buah dadanya yang menggantung indah, lebih kecil dari punya Mbak Eliz, tapi sama sama padat dan kenyal.

Kupeluk tubuh istriku sambil mengocoknya dari bawah, dia mendesah dekat telingaku, kami saling berdekapan erat. Mbak Eliz sepertinya tak tahan melihat permainan kami, dia lalu mencium pipiku di sisi lain, kuraih tubuhnya, kuremas buah dadanya lalu kupeluk, sungguh nikmat memeluk dua wanita yang cantik dan sexy, sambil tetap mengocoknya.

Istriku kembali duduk di atas penisku sambil bergoyang pinggul.
“Mbak di atas sana gih” perintah istriku sambil menjulurkan lidah memberi kode untuk dijilati vaginanya.
Mereka saling berpandangan lalu tersenyum, Mbak eliz segera membuka kakinya tepat di atas mukaku, segera kusambut dengan lidahku. Kedua wanita ini saling mendesah di atasku, mereka saling berhadapan dan berpegangan tangan, ada kepuasan tersendiri bisa memberikan kenikmatan pada dua wanita cantik secara bersamaan, meski aku tidak bisa melihat expresi wajah keduanya, pandangan dan mukaku tertutup pantat Mbak Eliz.

Tiba tiba mereka turun secara bersamaan, aku kecewa, tetapi segera kekecewaanku berganti dengan kenikmatan lagi, ternyata berganti posisi, istriku di atas kepalaku sedangkan Mbak Eliz pada penisku. Goyangan Mbak Eliz tidak seliar istriku, tapi tetap saja nikmat, kembali mereka mendesah bersama sama.

“Dari belakang mbak” usul istriku tak lama kemudian
“Doggie??” Tanya Mbak Eliz yang masih turun naik di atas penisku.

Tanpa menjawab istriku langsung turun dan nungging di sebelahku, diikuti dengan Mbak Eliz nungging di sebelahnya, kini aku harus memilih diantara dua vagina yang menantang. Kuamati mereka sejenak, baru sekarang kusadari kalau pantat Mbak Eliz begitu sintal dan padat, indah dipandang, apalagi kalau digoyang. Tanpa piker panjang, aku berdiri di belakang Mbak Eliz, kusapukan sebentar lalu kudorong perlahan masuk hingga semua penisku tertanam ke vaginanya.

“Aaagghh.. pelaan” desahnya ketika penisku menguak liang vaginanya.
Istriku memandangku sambil tersenyum, tapi tak kupedulikan, aku sedang konsentrasi menikmati Mbak Eliz. Penisku mulai meluncur keluar masuk vaginanya, kupegang pantatnya yang padat berisi, kutarik dan kudorong seirama kocokanku, Mbak Eliz mendesah lebih liar. Buah dadanya ber-ayun ayun dengan bebasnya, kuraih dan kuremas dengan gemas penuh nafsu, kupermainkan putingnya, membuat dia makin mendesah dan mulai berani menggoyangkan pantat mengimbangiku, kenikmatanku bertambah apalagi ketika istriku memelukku dari belakang dan mengelus dadaku sambil menciumi tengkuk dan punggungku.

Kocokanku pada Mbak Eliz makin cepat dan liar, ketika istriku nungging di sebelahnya meminta giliran, agak berat aku melepas Mbak Eliz yang sedang dalam birahi tinggi, tapi aku tak bisa mengabaikan istriku. Kugeser tubuhku di belakang istriku, dengan sekali dorong melesaklah penisku ke vaginanya, langsung kukocok dengan cepat dan keras, aku tahu kesukaannya, makin liar makin suka dia.

“Mbak keluarnya di aku saja ya” pinta Mbak Eliz yang disambut senyuman oleh istriku di sela desahannya.
“Boleh asal setelah itu dibersihkan dengan mulut” jawab istriku nakal sambil mendesah nikmat
“Dengan mulut mbak??” tanyanya heran
“Iyyaa, mau nggak??” jawab istriku dengan nada tinggi, aku yang mendengarnya jadi tambah bernafsu, kuhentakkan makin keras penisku ke vaginanya.
“Mmm..iya deh” jawab Mbak Eliz sambil mengangkat dua jarinya lalu bergeser ke belakangku dan memeluk seperti yang dilakukan istriku tadi.
“Janji”.

Belum sempat Mbak Eliz memberi jawaban, terdengar deru mobil melintas di depan pavilliun, Mas Surya telah datang. Sebelum kami sempat berpikir harus berbuat apa, istriku sudah mengambil inisiatif.
“Kalian lanjutkan saja, Mas Surya biar aku yang tangani, believe me” katanya langsung menarik keluar penisku dan turun dari ranjang, dikenakannya kaos dan celana pendeknya tanpa mengenakan pakaian dalam, entah sengaja atau terburu buru aku tak tahu.
“Ingat janjimu mbak” teriaknya sesaat sebelum pintu kamar tertutup.

Sepeninggal dia aku dan Mbak Eliz saling berpandangan seperti tak tahu harus berbuat apa. Masih tetap telanjang, kami mengintip ke jendela dari balik tirai, melihat keadaan, kulihat istriku berbicara dengan Mas Surya yang baru keluar dari mobil, digandengnya Mas Surya menuju kolam renang, tanpa berganti pakaian renang istriku langsung mencebur ke kolam, Mas Surya melepas pakaiannya, dengan memakai celana dalam dia mengikuti istriku masuk ke kolam, aku yakin Mas Surya akan segera tahu kalau istriku tidak memakai bra begitu kaosnya basah, putingnya pasti membayang di balik kaos basah itu, aku tidak tahu dengan pikiran Mbak Eliz.

Membayangkan mereka berdua gairahku kembali naik, aku bergeser ke belakang Mbak Eliz yang masih asik mengintip mereka. Kupeluk dan kuremas buah dadanya dari belakang, dia tidak memberi respon. Kubuka kakinya, dia menurut saja, ku usap usapkan penisku ke pantatnya lalu kusapukan penisku ke vaginanya, dia menoleh ke arahku dan kubalas dengan senyuman. Tubuhnya menegang ketika penisku meluncur masuk ke liang vaginanya, dia mendesah tapi matanya tetap tertuju pada istriku dan suaminya di kolam sana, aku tak peduli apa yang ada di benaknya. Kukocok dia dengan cepat, tangannya meremas tirai jendela, kami bercinta dengan berdiri, sambil memegang pantat dan meremas buah dadanya kukocok makin cepat, dia mendesah lepas, seakan melupakan mereka yang ada di kolam.

“Aduh mas, enak mas, teruss” desahnya lagi, tangannya tertumpu pada bingkai jendela, aku menyukai pandangan pantatnya yang mulus, sintal, padat berisi, apalagi saat bergoyang ketika kukocok, begitu indah dan menggairahkan.
Khawatir kami lepas kontrol dan tirainya tertarik, kami pindah ke sofa, sayup sayup kudengar tawa dan canda dari kolam. Mbak Eliz duduk di sofa, aku berlutut di antara kedua kakinya yang terbuka, kupeluk dan kuciumi bibir dan lehernya, dia memegang penisku, mengocoknya sejenak lalu menyapukan ke vaginanya, masih saling melumat bibir, penisku kembali memenuhi rongga vagina Mbak Eliz, dia melepaskan lumatannya ketika semuanya sudah berada dalam vaginanya, dipandanginya mataku dengan sorot penuh gairah.
“Cumbui aku sesuka Mas Hendra, fuck me as you like, puaskan aku mas” bisiknya, ada nada marah pada suaranya, mungkin dia cemburu dengan yang di kolam, tapi aku tak peduli, yang penting aku bisa menikmati tubuh sexy Mbak Eliz sebanyak yang aku bisa.

Kami saling memeluk dan mengocok, berbagai posisi kami lakukan dari meja, karpet lantai hingga kembali ke ranjang dengan segala posisi yang ada di imajinasi kami, entah sudah berapa kali dia mengalami orgasme, tapi selalu berulang dan berulang lagi. Rasanya tak pernah habis kureguk kenikmatan dari Mbak Eliz.
Suara canda dari kolam sudah tak terdengar lagi, kami terlalu asik mengarungi lautan kenikmatan hingga tak perhatikan sejak kapan terhenti.

Tubuhku untuk kesekian kalinya di atas tubuh Mbak Eliz, mengocok dan menggoyang dengan penuh gairah dan nafsu, kakinya dikaitkan di atas pinggangku, kami saling mereguk kenikmatan, hingga sampailah aku ke puncak kenikmatan sexual, tubuhku menegang.
“Keluarin di dalam Mas” bisiknya, dan sedetik kemudian menyemprotlah spermaku di rahim istri tetanggaku yang cantik ini.
“Aaauugghh” dia menjerit spontan ketika semprotan pertama menghantam dinding rahim dan vaginanya, tubuhnya ikut menegang dan sebelum denyutanku habis vaginanya ikutan berdenyut lemah, kami orgasme hampir bersamaan, saling memeluk erat, napas kami menderu seiring deru birahi kami. Aku langsung lunglai di atas tubuh dan pelukan Mbak Eliz, kurasakan detak jantungnya yang berpacu cepat. Kami berpelukan dan saling mendekap tanpa kata, seakan menikmati saat saat nikmat yang baru saja kami gapai.

“Udah dulu ya sayang, ntar suamimu tahu” kataku memecahkan keheningan, kuberanikan memanggil kata sayang, mengingat saat nikmat yang baru saja kami lalui.
“Thanks mas, ini the best sex I have ever had” katanya masih di pelukanku.
“Mas Hendra bukan satu satunya selain suamiku, aku memang beberapa kali selingkuh sama teman, tolong pegang rahasia ini ya Mas, tapi inilah yang terbaik dan punya Mas Hendra adalah yang terbesar yang pernah aku tahu selama ini, paling asik deh” katanya pelan tapi mengagetkanku. Sungguh beruntung laki laki yang telah menikmati tubuh sexy dan wajah cantik ini.
“Mas Surya tahu?” tanyaku sambil menutupi kekagetanku.
“Entahlah Mas, mungkin juga sudah tahu tapi dia belum memergoki secara langsung sih, mau Tanya juga nggak berani dia karena aku juga tahu dia sering selingkuh, bahkan sekali tertangkap basah”
Mbak Eliz terdiam sejenak.
“Kehidupan keluarga kami sih nggak ada masalah, selama masalah itu tidak dibawa ke rumah, dan kita juga nggak pernah mengungkit ungkit masalah itu, it just fun, selama ini kami happy-happy saja kok, nothing wrong with my family. Aku berkata sejujurnya bahwa inilah yang terbaik yang pernah aku alami, aku jadi pingin lagi lain waktu, terserah Mas Hendra apa dengan Mbak Lily atau Cuma kita berdua, aku sih oke oke saja, yang penting kita bisa menjaga keluarga kita masing masing” lanjutnya, dia menciumku, lalu turun dan berpakaian.

Kami lalu ke ruang tamu, kubuka tirai kamar pertanda kami sudah selesai, kolam renang terlihat sepi, dia membuatkan aku kopi lalu nonton TV bareng sambil menunggu kedatangan istriku dan suaminya yang entah sekarang dimana atau lagi ngapain. Sesekali kami berciuman dan kucuri remasan buah dadanya.

“Kamu belum memenuhi janjimu”, kataku asal.
“Yang mana?”
“Sebelum istriku keluar”
“Emang dia pernah melakukannya?
“Bukan pernah lagi tapi setiap kali kami selesai bercinta” jawabku, melihat keadaan masih aman, kutarik Mbak Eliz ke dapur, aku bersandar di dinding dan kulorotkan celanaku hingga lutut dan kuminta dia jongkok. Agak ragu sebentar tapi akhirnya dia menurut, kembali bibir dan lidahnya menyusuri kejantananku, tak lama kemudian penisku sudah keluar masuk bibir mungilnya, makin lama makin menegang dan membesar. Kupegang rambutnya dan kukocokkan penisku di mulutnya.
“Eeegghh..eehhmm, gila, tak muat mulutku Mas”

Penisku makin cepat keluar masuk mulutnya, tak lebih dari tiga menit kemudian kusemprotkan spermaku ke mulutnya, tak banyak memang, tapi aku sudah bisa merasakan orgasme di mulutnya. Dia berusaha menarik keluar, tapi kutahan kepalanya, dan tertelanlah spermaku itu, dia seperti mau muntah tapi tak kupedulikan, takkan kulepas sebelum aku yakin dia sudah menelannya, kuusap usapkan penisku yang sudah lemas itu ke mukanya, dia menikmatinya.
Kami kembali ke ruang tamu menunggu kedatangan mereka, sepuluh menit kemudian muncullah Mas Surya dari balik pintu, sendirian dan masih mengenakan celana dalamnya yang sudah agak kering, berarti cukup lama dia keluar dari kolam renang, dia terlihat agak terkejut melihat kami berdua di ruangan itu.

“Eh, kirain kalian ikut Tea Walk” sapanya agak kaku langsung masuk ke kamarnya. Aku dan Mbak Eliz saling berpandangan, dia kemudian menyusul suaminya ke kamar meninggalkan aku sendirian di ruang tamu.
Cukup lama aku sendirian menunggu istriku sebelum akhirnya dia datang menenteng pakaiannya, hanya berbalut handuk dan rambutnya basah, padahal dia sudah lama keluar dari kolam. Dia tersenyum dan langsung masuk kamar, kususul dan kutarik handuknya hingga terlepas, ternyata dia tidak mengenakan apa apa dibaliknya, kupeluk dan kudorong dia ke ranjang yang baru saja aku pakai bercinta dengan Mbak Eliz.

Sambil berpelukan dia mulai bercerita apa yang telah terjadi. Ternyata dia membohongi Mas Surya bahwa kami ikut Tea Walk dan di kolam renang tak hentinya Mas Sur memandangi tubuhnya, sering tertangkap basah matanya memandang nakal ke arah buah dadanya yang memang menonjol di balik kaos basahnya, bahkan tak jarang Mas Surya berusaha menggodanya tapi istriku pura pura tak tahu.

Bersambung …

Pertukaran di Puncak - another story - 4

Filed under: tukar Pasangan

Mungkin karena merasa usahanya tidak mendapat respon, maka dia ingin segera ke Pavilliun, entah mau ngapain. Saat Mas Surya bilas di kamar mandi sebelah kolam, istriku menerobos masuk, langsung memeluk dan menciumnya, tentu saja Mas Surya kaget tapi segera membalas dengan penuh nafsu. Ketika istriku memegang kejantanannya yang sudah menegang di balik celana dalamnya yang masih basah, dia terkejut karena tidak sebesar yang dibayangkan, agak kecewa juga dia, apalagi dibandingkan punyaku, tapi ketika dikeluarkannya ternyata bentuknya yang lurus ke depan, berbeda dengan penisku, dia langsung bergairah, karena bentuk seperti itulah kesukaannya.

Istriku langsung jongkok di depan Mas Surya, menjilati sebentar kepala dan batang kemaluannya, lalu mengulumnya, penis kecil Mas Surya masuk semua ke mulutnya hingga hidungnya bisa menyentuh rambut pubic-nya. Mas Surya mendesis dan meremas rambut basah istriku sambil mengocokkan penisnya di mulutnya. Mata Mas Surya menatap tajam penuh kagum ketika istriku melepas pakaian basahnya, sama sama telanjang kembali mereka berpelukan dan berciuman, tangan Mas Surya tiada hentinya meremas buah dada istriku, begitu juga mulutnya seakan tak mau melepaskan putingnya.

Mulanya dia menolak ketika istriku minta jilatan di vaginanya, tapi istriku tak peduli, dia memaksa posisi 69 sehingga ketika dia mengulum penis Mas Surya, vaginanya tepat di atas mukanya. Diawali dengan kocokan jari di vagina, tatapi akhirnya lidah Mas Surya mampir juga di vaginanya, bahkan menari nari pada klitoris istriku. Mendapat jilatan di vagina, kuluman dan kocokan istriku makin menjadi, membuat Mas Surya sering kali menghentikan jilatannya untuk merasakan nikmatnya kuluman istriku pada penisnya.

Akhirnya mereka bercinta di kamar mandi, dengan hanya beralaskan handuk, istriku mengocok Mas Surya yang telentang di bawahnya, tangannya tak pernah bosan menjelajahi kedua bukitnya. Ada rasa aneh ketika penis Mas Surya memasuki liang vagina istriku, tidak biasanya dia merasakan penis yang kecil seperti itu, tapi lama kelamaan dia bisa menikmati juga gerakan liar dari penis itu di vaginanya, ada kenikmatan berbeda antara ukuran besar dan kecil.

Mereka kemudian berganti posisi, gantian istriku telentang, Mas Surya menindih dan mengocoknya, seperti kata istrinya, permainan suaminya tidak terlalu banyak improvisasi, justru istriku yang banyak mengambil inisiatif, kedua kakinya di tumpangkan ke bahu Mas Surya, penisnya lebih dalam masuk ke vagina istriku, tidak lebih dari 7 kocokan kemudian, Mas Surya menyemprotkan spermanya dalam vagina istriku, tanpa permisi lagi, seenaknya saja dia menyemburkan cairannya di dalam, denyutannya cukup kuat untuk membuat istriku menjerit kaget bercampur nikmat, lalu tubuh Mas Surya melemas terkulai di atas tubuh istriku, agak kecewa juga dia karena belum mencapai orgasme tapi Mas Surya sudah selesai terlebih dahulu, dan sialnya lagi dia tidak berhasil membangkitkan kembali gairah Mas Surya, tubuhnya semakin berat menindih badannya, apalagi di atas lantai yang keras.

"Kamu memang hebat, pintar dan liar" bisik Mas Surya ketika istriku mendorong tubuhnya turun.
"Baru segitu aja sudah memuji, kamu akan kaget bagaimana istrimu mendapatkan kenikmatan dari suamiku di sana" teriak batin istriku, tapi dia menutupi dengan senyuman.
"Ingin aku mengulangi lagi di tempat dan suasana yang lebih nyaman, entah kapan, kalau kamu nggak keberatan" lanjut Mas Surya ketika mereka mengenakan kembali pakaiannya.
"Boleh asal Mas dengan syarat dan aturan main yang kutetapkan, ntar aku kasih tahu bila saatnya tiba, kalau bisa ketika di puncak ini" jawab istriku nakal.

Akhirnya mereka berdua keluar kamar mandi, istriku melihat tirai sudah terbuka pertanda kami sudah selesai dan keadaan aman, tugas sudah diselesaikan dengan baik. Ketika menuju Pavilliun, istriku teringat kalau celana dalamnya tertinggal di kamar mandi, segera dia kembali, langsung saja dia masuk. Ternyata si Bobby salah satu adik tetanggaku yang baru tamat kuliah berada di dalam, mereka berdua sama sama kaget, apalagi terlihat Bobby memegang celana dalam istriku sambil meremas selangkangannya.

"Ada apa Bob?" Tanya istriku menutupi kekagetannya
"Aku tahu yang Mbak lakukan sama Mas Surya barusan, aku sudah intip sejak Mbak mengikutinya masuk sini, jadi aku tahu semuanya" kata Bobby dengan pandangan nakal
"Lalu?" Tanya istriku menyelidik
"Apa Mas Hendra atau Mbak Eliz tahu? bagaimana kalau mereka mengetahuinya?" ada nada ancaman.
"Jangan bilang mereka ya Bob, please" kata istriku pura pura terkejut dan takut untuk mengetahui apa maunya
"Aku akan tutup mulut kalau ada imbalannya" Bobby berkata dengan angkernya
"OK, berapa yang kamu mau asal keep this secret" tantang istriku
"Aku nggak butuh duit dari Mbak meski aku tidak punya duit, aku Cuma minta hal yang sama dengan Mas Surya" jawab Bobby, tentu saja mengagetkan istriku.
"Bobby!!, apa maksudmu" Tanya istriku pura pura bodoh
"Ya apa yang Mbak lakukan sama Mas Sur, aku minta yang sama, tapi aku nggak maksa kok, terserah Mbak Lily saja" jawab Bobby enteng menggoda.

Bobby sebenarnya tampan, hitam manis dan badannya atletis karena dia punya hobby aerobik, sebenarnya bisa saja istriku melayani kemauan Bobby, toh beberapa gigolo yang kami booking banyak yang usianya tak beda dari dia, bahkan lebih muda, masih kuliah lagi, tapi istriku tak mau merusak hubungan dengan kakaknya, ada rasa segan.
Istriku terdiam mempertimbangkan, sebenarnya bukan takut dia cerita ke aku atau Mbak Eliz, tapi lebih banyak pada etika berteman dan bertetangga.

"Mbak gak rugi deh, aku masih perjaka kok, belum pernah melakukan yang gituan, paling juga onani" bujuk Bobby
"Bobby, kalau kamu benar masih perjaka, Mbak malah nggak mau melayani, sebaiknya kamu berikan pada orang yang kamu cintai, istrimu kelak, tapi Mbak akan memberi imbalan tutup mulutmu dengan cara Mbak sendiri dan Mbak jamin kamu pasti menyukainya, tapi yang pasti bukan yang satu itu, asal kamu melupakan semua yang pernah terjadi di sini, baik antara aku dan Mas Surya maupun aku sama kamu, tidak pernah terjadi apa apa disini, oke?" istriku yang nakal mencoba bernegosiasi sambil mendekati Bobby.

Dia masih terdiam ketika istriku memeluk dan mencium kedua pipinya, terasa jantungnya yang berdetak kencang, apalagi ketika istriku mendekapnya erat, buah dadanya menempel rapat di dada Bobby. Dia diam saja dan membalas ketika bibir Bobby melumat bibirnya, tangan istriku segera menjelajah di selangkangan Bobby ketika Bobby mulai menjamah buah dadanya.

"Aku belum pernah melakukan ini" katanya terbata bata, tangannya agak gemetaran ketika meremas buah dada istriku.
Istriku bersandar di dinding, dia nurut saja ketika Bobby melepas kaosnya, bahkan dia mulai mendesis ketika Bobby meremas dan mengulum kedua buah dada dan putingnya. Terasa kaku dan kasar remasan dan kuluman Bobby, tapi istriku menikmati permainan perjaka ini, dibiarkannya Bobby menikmati seluruh tubuhnya, bibirnya, lidahnya, elusannya, tak sejengkalpun tubuh istriku luput dari jamahannya, kecuali bagian selangkangan yang masih tertutup celana pendek. Berulang kali Bobby berusaha melepasnya tapi istriku selalu menolak, dan terus mencoba lagi hingga akhirnya istriku menyerah.

"OK, kamu boleh melakukannya tapi tetap tidak yang satu itu" tegas istriku, dan tak lama kemudian istriku kembali telanjang di kamar itu, di depan orang yang berbeda, konyolnya lagi kini dia telanjang di depan orang yang masih berpakaian lengkap dan bersepatu cats. Rupanya Bobby Cuma mengelus dan menciumi paha dan pantat istriku, dia tidak melakukan jilatan di vagina maupun sentuhan di klitoris seperti perkiraan istriku semula.

Bobby paling suka menciumi pipi, leher dan melumat bibir istriku, juga meremas dan mengulum kedua buah dadanya.
Sambil saling melumat bibir, istriku membuka resliting celana Bobby dan mengeluarkan kejantanannya, terkaget dia mendapati kenyataan bahwa penis Bobby cukup besar, mungkin sama dengan punyaku, dia jongkok di depan Bobby dan mengocok dengan tangannya.

"It’s show time" kata istriku, lalu dia mulai menjilati sekujur penis Bobby, jilatan nakalnya menjelajah ke seluruh bagian kejantanannya, membuat Bobby mendesis desis dan meremas rambut istriku.
"Ooohh.. sshh" desisan keluar dari mulutnya ketika istriku memasukkan penis itu ke mulutnya, penis yang besar itu makin tegang dan membesar dalam genggaman dan kocokan mulut istriku.

Kalau tidak mengingat siapa Bobby dan hubungan baik dengan kakaknya, ingin rasanya memasukkan penisnya ke vagina, untuk melampiaskan birahi yang tidak terselesaikan dengan Mas Surya tadi. Sambil mengocok dengan mulut, tanpa setahu Bobby istriku mempermainkan jarinya di klitoris, dia memerlukan sesuatu di vaginanya, ingin rasanya mengajak ber-69 supaya sama sama nikmat.

Belum lima menit istriku mengocoknya, tiba tiba Bobby teriak dan langsung menyemprotkan spermanya di mulut istriku, segera ditariknya keluar penisnya hingga beberapa semprotan sperma mengenai muka dan rambutnya, dimasukkannya kembali penis Bobby ke mulutnya, beberapa tetesan masih keluar mengisi mulut istriku, banyak juga sperma yang disemprotkan Bobby, maklum baru pertama kali melakukan seperti ini. Istriku bukannya mengeluarkan penis dari mulutnya ketika semprotannya habis, tapi justru mempermainkan dengan lidahnya, kontan saja Bobby teriak kegelian dan mencabut dengan paksa penisnya dari mulut istriku.

"Gimana? puas nggak?" goda istriku sambil mengusap sisa sperma yang ada di bibirnya.
"Gila, 100% mbak" jawab Bobby dengan nada puas
"Udah keluar sana, Mbak mau mandi bersihin spermamu yang ada di tubuh Mbak ini, lagian ntar mereka tahu" kata istriku sambil berdiri dan menyalakan shower.
"Aku di sini aja mbak, sambil lihat Mbak mandi" kata Bobby
"Ah nggak nggak nggak bisa, ini diluar perjanjian" jawab istriku ketus, sebenarnya dia khawatir kalau Bobby bisa segera recovery dan minta kelanjutannya, kan bisa berabe, maklum masih darah muda, disamping itu dia juga takut terhanyut emosi dan nafsu birahi dengan melayani permintaan Bobby untuk bercinta. Akhirnya Bobby keluar dan istriku melanjutkan mandi, itulah sebabnya ketika dia datang dengan menenteng pakaian, rambutnya basah dan hanya berbalut handuk.

Mendengar ceritanya barusan, kuceritakan juga pengakuan dari Mbak Eliz tentang keluarga yang saling selingkuh, kulihat pandangan isriku berbinar, entah apa yang ada dalam pikirannya. Nafsuku naik kembali ingin aku menuntaskan birahi istriku yang tak terselesaikan, tapi dia menolak.

"Jangan sekarang Pa, ntar aja, aku ingin ngerjain Mas Surya, kita bertiga, Papa setuju kan" pinta istriku, tak ada alasan bagiku untuk menolak karena dia sudah membantuku dengan Mbak Eliz.
"Sekarang kita harus pikirkan bagaimana menyingkirkan Mbak Eliz sementara, Papa ada ide nggak?" kata istriku.
"Aku bisa aja mengajak Mbak Eliz jalan jalan keluar, tapi kalau kamu minta kita bertiga ya kita harus pikirkan lagi alasannya" jawabku
"Kita pikir nanti deh, sekarang kita keluar cari makan, sekarang sudah hampir jam 1 saatnya makan, siapa tahu kita dapat ide" usul istriku setelah kami saling terdiam berpikir beberapa lama.

Bersambung …

Pertukaran di Puncak - another story - 5

Filed under: tukar Pasangan

Setelah berpakaian sewajarnya kami keluar kamar, ternyata Mas Surya dan istrinya sudah berada di teras depan Pavilliun, kami saling menyapa seolah tidak pernah terjadi apa apa diantara kami, semuanya berjalan normal separti biasa, tak ada rasa canggung ataupun segan, padahal diantara kami sudah saling menikmati pasangan masing masing. Bedanya, kini seringkali Mbak Eliz memandangku dengan sorot mata yang penuh gairah, dan kubalas dengan senyum penuh arti, tentu hal ini hanya kami berdua yang tahu. Mungkin juga hal yang sama dilakukan Mas Sur dan istriku.

Kami berempat ke Bangunan utama yang letaknya di depan melintas kolam renang, berbaur dan ngobrol dengan penjaga dan mereka yang tidak ikut Tea Walk, ternyata 3 orang tidak ikut termasuk Bobby. Anak anak dan lainnya belum pada datang, mungkin mereka langsung makan siang.

"Pa, sepertinya susah menyingkirkan Mbak Eliz, nggak ada alasan yang kuat, bagaimana kalau kita ajak aja mereka bersamaan, kita berempat" usul istriku ketika kami berdua di dapur.
"Aku sih oke saja, toh kita sudah sering melakukannya, tapi gimana ngajaknya?" tanyaku
"Serahkan padaku, panggil Mbak Eliz kemari" jawab istriku meyakinkan, kutinggalkan istriku yang sedang membuat bandrek untuk kami semua, aku bergabung kembali dengan mereka di teras, dan Mbak Eliz segera ke dapur setelah kuberi tahu.

Kulihat mereka berbicara serius sambil berbisik, terkadang tertawa renyah, entah apa yang dibicarakan, aku yakin istriku sedang me-lobby Mbak Eliz dan percaya cara lobby istriku yang seringkali membawa hasil.
Tak lama kemudian kuhampiri mereka, ingin tahu hasilnya.

"Mulanya dia keberatan kalau suaminya ikutan, apalagi dengan aku, tapi setelah kubujuk akhirnya dia mau, asal aku yang memberitahu ke Mas Surya. Pa tahu nggak, ternyata dia pernah melakukannya dengan dua laki laki.."
Percakapan kami terhenti ketika salah seorang pembantu mendekat.
"Aku yakin Mas Surya akan menyetujui rencana ini, dia bukan halangan yang berarti" lanjutnya setelah pembantu itu pergi. Kami bergabung kembali sambil membawa beberapa cangkir Bandrek, kulihat Mbak Eliz duduk di samping suaminya dengan pandangan penuh Tanya. Kami terlalu asyik ngobrol sehingga istriku sepertinya agak kesulitan mencari kesempatan membicarakan rencananya dengan Mas Surya.
"Mas Surya, bisa Bantu aku sebentar" pinta istriku lalu meninggalkan kami menuju Pavilliun, Mas Surya mengikutinya, kulihat Mbak Eliz memandangku dan kubalas dengan senyuman dan anggukan. Entah yang lainnya curiga atau enggak, kenapa istriku minta bantuan Mas Surya dan bukan aku, suaminya.
"Mungkin istriku perlu bantuan lagi" kataku seraya beranjak meninggalkan ruangan.
"Aku ikut Mas" kata Mbak Eliz mengikutiku.
"Aku nggak yakin apakah Mas Surya mau menyetujui rencana istri Mas, aku juga masih ragu apakah bisa melihat kenyataan suamiku sedang mencumbu istri Mas" kata Eliz ketika kami melintas dekat kolam renang.
"Aku yakin kamu pasti bisa, terbukti kamu makin bergairah ketika melihat suamimu sedang bermain dengan istriku di kolam renang tadi pagi" jawabku meyakinkannya.

Pavilliun C seperti sebelumnya terlihat sepi, tirai kamar tertutup repat, kami curiga, kuberi tanda pada Mbak Eliz untuk masuk dengan cara mengendap endap, sayup sayup kudengar desahan istriku dari kamar Mas Surya yang sedikit terbuka. Berdua kami mendekati dan mengintip apa yang sedang terjadi, kami melihat Mas Surya sedang berlutut di depan istriku yang duduk di tepi ranjang, keduanya tidak mengenakan celana lagi, istriku sedang menggeliat menerima jilatan dari suami Mbak Eliz, tangannya meremas remas rambut Mas Surya, aku yakin istriku sudah memberikan kuluman penis padanya. Kurasakan Mbak Eliz menggenggam tanganku erat, entah dia cemburu atau makin bergairah.
"dia tak pernah melakukannya padaku" bisik Mbak Eliz, kuberi tanda supaya tidak bersuara.
Sambil menjilati vaginanya, tangan Mas Surya menjelajah ke daerah dada istriku yang ternyata sudah tidak mengenakan bra, desah istriku terdengar tertahan.

Kuelus pundak Mbak Eliz, untuk menenangkan gejolak emosinya, melihat suaminya memberi istriku apa yang belum pernah diberikan padanya. Dia membalas dengan elusan dan remasan di selangkanganku, kejantananku makin menegang. Mbak Eliz menarikku ke samping, aku bersandar di dinding, dia langsung melorotkan celana pendekku dan berlutut di antara kedua kakiku, dipegang dan dikocoknya sebentar kejantananku yang sudah menegang lalu dijilatinya dengan penuh nafsu, tak lama kemudian kejantananku sudah keluar masuk mulut Mbak Eliz. Aku tidak berani mendesah, sementara di dalam kamar desahan istriku masih terdengar penuh gairah meskipun lirih.

Kukocok mulut Mbak Eliz, dia jauh lebih bergairah mengulumku dibandingkan sebelumnya, mungkin karena cemburu atau dendam, makin cepat aku mengocoknya. Aku tak berani terlalu bernafsu, perhatianku sesekali tertuju keluar, takut kalau ada yang lewat pasti bisa melihat kami karena tirai ruang tamu belum sempat kami tutup.
Desahan istriku sudah berubah, aku hapal betul desahan itu, pasti Mas Surya sudah melesakkan penisnya ke vagina istriku. Sungguh berani mereka melakukannya tanpa melihat situasi, sungguh nekat tanpa perhitungan, pikirku.
Kuminta Mbak Eliz untuk pindah ke dapur, tapi dia tak mau, sepertinya ada rasa cemburu dan menikmati mendengar istriku mendesah bersama suaminya, ternyata aku mengalami hal yang sama, makin mendesah istriku makin aku bernafsu mengocok mulutnya.

Ingin rasanya kulesakkan segera penisku ke vagina Mbak Eliz, tapi keadaan tidak memungkinkan, Mbak Eliz tetap menolak ketika kuberi isyarat untuk pindah ke kamarku, dia masih menikmati desahan istriku yang kini sudah bergantian dengan desahan suaminya dari dalam kamar, jilatan dan kulumannya tak henti dari penisku.
Mbak Eliz melepaskan penisku, dia merangkak mengintip ke dalam kamar, begitu juga aku. Dugaanku benar, kami lihat Mas Surya sedang menindih tubuh istriku sambil menciumi lehernya, pantatnya turun naik mengocok vaginanya, sementara kaki istriku menjepit pinggang Mas Surya, mereka saling memeluk erat mengunci.

Mbak Eliz diam saja ketika kusingkapkan rok-nya, begitu asyik dia melihat suaminya sedang bersetubuh dengan istriku, aku tertegun sejenak melihat celana dalamnya hijau tua yang menutupi pantatnya, lebih tepat menghiasi pantatnya karena hanya seutas tali, celana dalam model String, sungguh sexy pantatnya yang mulus dan padat berhias itu. Tak perlu membukanya, hanya menyisihkan tali itu sudah cukup bagi penisku untuk mencapai vaginanya. Kuciumi dan kujilat pantatnya, dari lubang anus hingga ke vaginanya, dia menungging makin tinggi pantatnya. Mbak Eliz diam saja ketika kusapukan kepala penis ke vaginanya yang sudah basah, perlahan sekali aku mendorong masuk penisku, takut kalau Mbak Eliz menjerit, tapi tak luput juga dia menjerit kecil ketika penisku tertanam semua dan menyentuh dinding dalam vaginanya.

Untungnya jeritan kecil itu tertutup desah mereka hingga belum menyadari keberadaan kami di luar kamar. Pelan pelan mulai kukocok Mbak Eliz dari belakang, dogie style, aku bisa merasakan dia kurang enjoy karena harus bercinta tanpa desahan sedikitpun, tapi tetap menolak untuk berpindah ke kamar. Disamping itu aku harus tetap waspada dengan keadaan di luar, sebenarnya ini terlalu ceroboh, tak pernah aku melakukan seceroboh ini, tapi setelah beberapa menit berlalu, aku mulai menikmati ketegangan ini, baik ketegangan dari dalam kamar maupun dari luar. Seringkali Mbak Eliz menengok ke dalam kamar ketika kukocok, terutama ketika desahan istriku meninggi, aku tak tahu posisi apa di dalam.

Tiba tiba terdengar jerit orgasme dari Mas Surya, cepat juga padahal belum 10 menit mereka bercinta, mungkin karena terburu buru. Aku tak tahu harus berbuat apa, ingin menyelesaikan tapi takut mereka segera keluar, akirnya kucabut penisku dari Mbak Eliz, dia tidak protes berarti setuju untuk menghentikannya.
Kami merapikan pakaian dan duduk di ruang tamu menunggu mereka keluar. Tak lama kemudian Mas Surya dan istriku keluar kamar, tampak expresi terkejut dari Mas Surya tapi istriku hanya senyum senyum saja mengetahui keberadaan kami.

"Eh.. Mas Hendra, udah lama?" terlihat kegugupan pada pertanyaannya.
"Cukup lama untuk mengetahui Mas dan Mbak Lily di kamar" jawab istrinya ketus tanpa memandang ke arah suaminya, aku yakin cuma pura pura saja untuk memperkuat posisinya.
"Kami hanya.."
"Berdua dengan Mbak Lily dan memuaskannya" potong istrinya tetap dengan nada tinggi.
Mas Surya diam saja, memandang ke arahku seakan meminta bantuan, karena tidak tahu hasil pembicaraanku dengannya sebelumnya maka aku tak berani komentar dan kualihkan pandanganku keluar, istriku juga diam dan duduk di sebelahku melihat perlakuan Mbak Eliz pada suaminya, kami semua terdiam.

Mbak Eliz berdiri, menggandeng tanganku dan istriku, kami bertiga masuk kamar yang tadi dipakai Mas Surya dan istriku, pintu sengaja tidak ditutup, tanpa mempedulikan suaminya lagi dia memeluk dan menciumku. Mbak Eliz langsung jongkok di depanku dan mengeluarkan kejantananku, dijilati dan dikulum seperti yang dia lakukan tadi, kutarik istriku ke pelukanku dan kami berciuman sementara penisku sudah meluncur nikmat di mulut Mbak Eliz. Cukup demonstratif dia mengulumku di depan suaminya, sambil memeluk dan berciuman dengan istriku, kupegang rambut Mbak Eliz dan mengocoknya.

Mbak Eliz mendorongku hingga telentang di ranjang, setelah melepas rok dan celana dalam mininya, segera membuat posisi 69 di atasku, seolah dia juga ingin memberikan apa yang belum pernah diberikan pada suaminya, kusambut vaginanya dengan jilatan lidah penuh gairah, dan dia mulai mendesah lepas penuh kenikmatan. Istriku lalu ikutan Mbak Eliz mengulum penisku secara bergantian, dua lidah wanita cantik bekerja di daerah kejantananku, membuatku mendesis desis nikmat. Mas Surya berdiri di depan pintu melihat istriku dan istrinya menjilati kejantananku yang jauh lebih besar dari punya-nya. Dia tidak berani masuk, mungkin ada perasaan bersalah.
Desah kenikmatan dan gairah Mbak Eliz sungguh jauh lebih menggairahkan dibanding tadi, seolah dia ingin memamerkan kenikmatannya pada suaminya, bahwa dia bisa mendapatkan kenikmatan yang lebih dari orang lain, suami dari wanita yang tadi disetubuhinya.

Bersambung …

Pertukaran di Puncak - another story - 7

Filed under: tukar Pasangan

Aku berdiri di belakang Mbak Eliz, sepertinya dia belum menyadari kehadiranku, kupeluk dari belakang, kudekap erat dan kuremas buah dadanya sambil menciumi tengkuknya, dia menggelinjang hebat, apalagi bersamaan dengan kuluman suaminya pada putingnya, desahannya berubah menjadi jeritan liar nan nikmat menggairahkan.
“Aaagghh..sshh..ehhmm” sambil menggoyang goyangkan kepalanya, rambut indahnya tergerai menutupi wajahnya yang kemudian disibakkan suaminya.

Aku berdiri di atas sofa, posisi penisku sejajar kepala Mbak Eliz, kusodorkan penisku yang tegang ke mulutnya, dia meraih dan mengocoknya, kulihat Mbak Eliz memandang ke arah suaminya sebelum akhirnya memasukkan penisku ke mulutnya, tanpa mengentikan goyangan pinggulnya. Penisku segera keluar masuk mulut Mbak Eliz, tepat di muka suaminya yang sedang meremas remas kedua buah dadanya, kini Mbak Eliz mendapat dua penis di atas dan dibawah. Istriku hanya berdiri tersenyum melihat kami bertiga dan memandangku saat merasakan nikmatnya kuluman Mbak Eliz.
Kupegang rambut indah Mbak Eliz yang tergerai di mukanya dan kukocokkan penisku ke mulutnya membuat dia tidak bisa bebas bergerak kecuali hanya bergoyang pinggul. Aku sudah tak mempedulikan lagi suaminya, yang hanya menonton bagaimana penisku mengisi mulut istrinya tercinta.

Hanya beberapa menit kami mengeroyok Mbak Eliz, ternyata sensasinya terlalu tinggi baginya, tak lama kemudian kurasakan cengkramannya pada penisku mengeras menegang, gerakannya tidak beraturan dan,
“Ooouugghh..yess..yaa..yaa.. oh Mass” jeritnya orgasme, dia menggeliat di pangkuan suaminya sambil tetap mencengkeram penisku. Tubuh Mbak Eliz melunglai memeluk suaminya, aku turun dan kucium pipinya yang masih bersandar di bahu sang suami, napasnya masih menderu, sempat kudengar dia berucap “terima kasih Mas”, entah ditujukan ke aku atau suaminya.

“Giliranku” kata Lily, aku duduk di samping Mas Surya yang masih memangku istrinya. Lily berlutut di selangkanganku dan memasukkan penisku ke mulutnya, Mbak Eliz turun dari suaminya, menggenggam dan mengocok penisnya yang masih tegang dan basah karena vaginanya, dikulumnya penis itu seakan membersihkan dari cairannya. Istriku sambil mengulumku meraih penis Mas Surya yang masih dalam kuluman istrinya, lalu mengocoknya setelah ditinggalkan Mbak Eliz ke kamar mandi.

Mas Surya beralih ke belakang istriku, mengatur posisinya bersiap untuk doggie. Tak lama kemudian istriku sudah menerima kocokannya dari belakang, dengan liarnya menghentakkan tubuhnya ke tubuh istriku yang masih bergairah mengulumku, sesekali kulumannya terlepas karena sodokan keras Mas Surya. Desahannya tertahan penisku yang ada di mulutnya, gerakan Mas Surya makin ganas, ditariknya rambut istriku dan menyodoknya dengan keras, tubuh istriku terdongak karena sodokannya, tapi dia tidak pedulikan, sodokan kerasnya tidak melemah, semakin istriku menggeliat nikmat membuatnya semakin bersemangat.

Sambil mengocok, tangannya tak pernah lepas dari tubuh istriku, dielusnya punggung dan pantatnya lalu diremasnya kedua buah dadanya yang menggantung bebas. Dengan cepat istriku sudah bisa menyesuaikan dengan gaya permainan liar Mas Surya, kembali dia mengulum penisku, kupegang dan kuelus rambutnya, sesekali kutekan ke arah penis supaya masuk ke mulutnya sebanyak mungkin, meski dia tidak pernah bisa memasukkan semuanya.

Kami berganti posisi, istriku duduk di pangkuanku, tapi sebelum dia memasukkan penisku ke vaginanya, Mas Surya sudah mendahului menyapukan kepala penisnya, dan melesak kembali ke vaginanya. Istriku menoleh ke Mas Surya, dia hanya membalas dengan senyuman, kini Mas Surya mengocok istriku yang duduk di pangkuanku. Dia mendesis di pelukanku menerima kembali kocokan Mas Surya.

“Mbak suaminya nakal nih, merebut jatah suamiku” teriak istriku sambil mendesah ketika melihat Mbak Eliz keluar kamar mandi. Mbak Eliz terlihat makin cantik dengan rambutnya yang tergerai basah dan hanya berbalut handuk, buah dadanya makin kelihatan montok berisi tertutup handuk putih.
“Biarin aja, itulah balasan kalau kalian menggoda istri orang, tetangga lagi, bikin mereka kapok mas” jawab Mbak Eliz mencium suaminya lalu duduk di sampingku. Tak kuperhatikan buah dada istriku yang berayun-ayun di mukaku, kutarik tubuh Mbak Eliz mendekat, kulempar handuk penutup tubuhnya, aroma wangi tercium dari tubuh segarnya ketika kucium leher dan bibirnya, kami saling mengulum sambil aku memangku istriku yang menerima kocokan Mas Surya.
“Pindah ke kamar yuk, disini kurang bebas” usul Mbak Eliz
Tanpa menunggu jawaban, kudorong istriku turun dari pangkuanku lalu kutuntun Mbak Eliz menuju kamar, sekilas masih kulihat Mas Surya meneruskan kocokannya terhadap istriku, dia menyetubuhi istriku dari belakang sama sama berdiri, berpelukan dan berciuman.

Sesampai di kamar, kurebahkan tubuh telanjang Mbak Eliz dan langsung kutindih, kususuri tubuhnya yang segar sehabis mandi, terasa lebih menggairahkan, aku paling menyukai membenamkan mukaku di antara kedua bukit di dadanya yang montok. Tak lama kemudian istriku dan Mas Surya masuk kamar, ketika kami sedang ber-69 dengan Mbak Eliz di atas, mereka langsung mengambil posisi doggie. Istriku mengatur posisi tubuhnya hingga kepalanya di antara kakiku dan bisa mengulumku bergantian dengan Mbak Eliz ketika suaminya mengocoknya dari belakang, aku tak bisa melihat dengan jelas, tapi bisa merasakan ketika dua mulut dan dua lidah sedang berada di kejantananku baik secara bersamaan maupun bergantian, terasa kenikmatan yang berlebihan.

Ranjang serasa bergoyang ketika kudengar jeritan nikmat istriku akibat hentakan kuat dari Mas Surya, kulihat dari celah paha Mbak Eliz, Mas Surya menjambak rambut istriku hingga dia terdongak ke belakang dan menyodoknya dengan keras, buah dada istriku berayun-ayun tak beraturan karena sodokan itu.

“Mas, gantian dong” pinta Mbak Eliz pada suaminya, tanpa menunggu jawaban dia langsung turun dan nungging di samping istriku. Mas Surya melepaskan istriku dan bergeser di belakang istrinya, langsung penisnya melesak ke vagina Mbak Eliz dengan kecepatan tinggi seperti yang dia lakukan pada istriku, kontan Mbak Eliz menjerit seperti terkaget menerima perlakuan suaminya yang kasar itu, tapi tak ada tanda protes, justru kulihat expresi kenikmatan di wajahnya yang cantik. Kuraih buah dadanya yang montok berayun ayun dan kuremas sambil kupermainkan putingnya, membuat Mbak Eliz makin histeris dalam desahannya.

Istriku yang ditinggal Mas Surya, beralih ke atasku, mengatur posisinya sebelum akhirnya melesakkan penisku ke liang vaginanya. Jeritan nikmat keluar dari mulutnya saat penisku menerobos masuk. Setelah terdiam sesaat, mulailah goyangan pinggulnya di atasku, penisku terasa di remas remas, gerakan istriku semakin liar, kunikmati sambil meremas remas buah dada Mbak Eliz yang sedang mendapat kocokan dari suaminya.

Melihat istriku bergoyang liar dan menggairahkan, Mas Surya rupanya tergoda juga untuk kembali menikmati istriku yang memang lebih liar dibandingkan istrinya, ditinggalkannya istrinya yang sedang mendesah nikmat, tak dipedulikannya suara protes dan kecewa dari Mbak Eliz. Dia berdiri di samping Lily yang sedang terbakar kenikmatan, menyodorkan penisnya yang masih basah dari Mbak Eliz ke mulutnya, istriku segera meraih penis itu dan langsung mengulumnya sambil tetap bergoyang pinggul dan turun naik di atasku.

Penis Mas Surya yang tidak terlalu besar segera masuk semua ke mulutnya tanpa hambatan, dia tidak mengalami kesulitan meng-handle dua penis secara bersamaan. Kedua penis mengocoknya di atas dan dibawah secara bersamaan, Mbak Eliz yang cemberut segera kutarik dalam dekapanku, dia merebahkan kepalanya di dadaku sambil memandangi penis suaminya meluncur di mulut istriku. Mbak Eliz berlutut di sisi istriku, kedua wanita itu bergantian mengulum dan menjilati penis Mas Surya dengan rakusnya.

Kami berimprovisasi dengan berbagai gaya dan posisi di semua tempat di kamar itu, sepertinya sudah menjadi kodrat bahwa aku lebih sering menikmati Mbak Elis dan Mas surya lebih menyukai istriku.
Tak ada aturan, yang capek boleh berhenti yang masih kuat silahkan melanjutkan, permainan selalu bervariasi, kadang MMF, FFM atau MMFF. Anehnya, Mas Surya yang tadi cepat orgasme, dengan berame rame seperti ini justru bisa bertahan lebih lama, bahkan istriku sempat dibuat kewalahan.

Kami saling mereguk dan memberi kenikmatan yang seolah tak pernah habis dinikmati. Selama di kamar tak seutas benang menutupi tubuh kami, bahkan ketika Room Boy mengantar makan malam, hanya Mas Surya yang berbalut handuk yang menerimanya, karena aku lagi sibuk mereguk kenikmatan dengan istriku dan istrinya.

Setelah memberi tahu teman teman di Villa bahwa mungkin kami pulang pagi karena terjebak kemacetan di Cianjur, malam itu kami habiskan dengan pesta penuh nafsu seakan there is no tomorrow. Kami bebas melakukan dengan siapa saja, dimana saja, posisi apa saja, its wild sex, meski cuma kami berempat.

Yang paling mengesankan adalah bercinta bertukar pasangan di keremangan malam yang dingin di udara terbuka, karena tempat kami memang jauh di pojok yang jarang dilewati orang. Dinginnya angin malam tak mampu mengusir gairah nafsu kami yang memang sedang memuncak.

Keesokan harinya kami kembali ke Villa pukul 11 pagi, beberapa pertanyaan muncul mengiringi kedatangan kami, karena memang HP kami matikan untuk menghindari gangguan. Tak ada yang curiga dengan apa yang telah kami lakukan semalam, bahkan beberapa ibu ibu kasihan melihat kami yang kelihatan kurang tidur dan capek, mereka mengira kita kecapekan karena terjebak macet sehingga menginap di Cianjur, padahal itu jauh dari realita, justru kami kurang tidur dan capek karena nikmat.

Akhirnya kami kembali membaur dengan tetangga lainnya, terhadap Mas Surya dan Mbak Eliz kami bersikap sewajarnya seperti tidak terjadi apa apa, begitu juga mereka, tidak ada perubahan sikap kami pada mereka, paling tidak didepan banyak orang.

Sesekali aku masih bisa mencuri cium ataupun pelukan ataupun rabaan dari Mbak Eliz saat berdua, istriku hanya tersenyum saja melihat tingkah lakuku itu.

Kami masih berkeinginan untuk melakukannya lagi di lain waktu dan kesempatan, tak perlu menunggu liburan atau di puncak.

Tamat

Skandal keluarga PRT

Filed under: tukar Pasangan

Ketika anak saya berumur satu tahun saya pindah rumah. Rumah sendiri. Rasanya sudah cukup bekal mental kami untuk tinggal sendiri. Semua pelajaran tentang bagaimana berumah tangga yang kami terima dari ibu mertua tampaknya cukup. Juga soal seks tentunya:). Kami hanya sekali melakukannya, dan tak ada keinginan untuk menguanginya. Saya takut, seperti halnya kejadian saya dengan Mbak Maya dan Rosi. Tapi diam-diam saya geli sekaligus bangga terhadap diri saya. Benar-benar luar biasa. Empat perempuan dalam satu keluarga telah saya tiduri, dan rahasia itu terjaga dengan aman sampai kini, saat saya tuliskan kisah saya ini. Skandal yang menurut saya luar biasa.

Sesungguhnyalah petualangan seks saya sebenarnya belum berakhir. Skandal terus berlangsung di dalam rumah saya. Terus terang saya memang tidak punya cukup keberanian untuk melakukan perselingkuhan dengan perempuan lain di luar yang benar-benar saya kenal. Mungkin karena pada dasarnya saya suami yang “baik”. Kedua, saya tidak memiliki daya tarik seksual (sex appeal) yang menonjol. Tinggi badan saya cuma 162 cm. Terlalu pendek untuk laki-laki. Kulit sawo matang, dan wajah biasa mesti tidak jelek. Tidak ada yang luar biasa. Jadi sangat jarang perempuan tertarik secara fisik kepada saya. Saya juga tidak agresif dalam bergaul, meskipun saya cukup humoris. Saya tak punya banyak teman wanita kecuali teman sekantor, dan beberapa teman maya (e-pal). Saya merasa sangat nyaman berteman dengan perempuan-perempuan di dunia maya. Lebih bebas. Baiklah, yang saya ceritakan ini mengenai perempuan pembantu saya.

Kami sering berganti-ganti pembantu. Paling lama mereka hanya bertahan satu tahun. Entah kenapa. Mungkin mereka tidak cocok dengan istri saya yang cenderung tak banyak omong sehingga terkesan galak. Mungkin juga malas mengasuh anak kecil. Entahlah. Justru pergantian-pergantian inilah yang membuka pintu perselingkuhan seks bagi saya. Yang pertama dengan seorang gadis bernama Sri. Usianya saat itu 16 tahun. Dia kami peroleh di sebuah penampungan PRT, semacam sebuah yayasan. Saat itu istri saya sedang memilih-milih sejumlah PRT yang ditawarkan pengelola. Saya menunggu di ruang tamu dengan anak saya. Anak saya terus bergerak-gerak. Maklum baru beberapa minggu bisa berjalan. Saat dia melihat mamanya anak saya berlari ke arahnya. Mamanya akan menangkap, tetapi keburu didahului seorang gadis. Salah seorang PRT. Gadis itu mengangkat anak saya menimangnya. Anak saya kelihatan senang. Saya dan istri saya tertegun.

Lalu saya lihat istri saya berbicara dengan gadis itu. Beberapa saat kemudian istri saya menghampiri saya.
“Gimana kalau dia saja?” tanyanya.
Saya bingung. Kalau melihat bagaimana gadis itu bersikap terhadap anak saya, rasanya dialah yang kami cari. Kami memang butuh PRT yang pintar mengasuh anak. Maklum saya dan istri pekerja, sehingga tanggung jawab anak sepenuhnya kami serahkan ke pembantu. Tetapi melihat fisik gadis itu, saya ragu. Rupanya istri saya tahu apa yang ada dalam benak saya. Anak kami masih dalam gendongan gadis itu. Gadis yang benar-benar tak layak menjadi PRT. Percayalah. Dia terlampau cantik sebagai PRT. Kulitnya putih bersih. Tinggi semampai, ramah, periang. Dan, waduh. Teteknya sangat besar.

Tidak. Saat ini saya sedang mencari pengasuh anak. Itu yang penting.
“Dia saja ya?” Istri saya mendesak. Saya bigung.
“Si Nisa lengket banget tuh.”
Akhirnya gadis bernama Sri itu kami ambil. Inilah sebenarnya kekeliruan istri saya. Maaf, pembaca. Pembantu saya ini setingkat lebih cantik dibanding istri saya sendiri. Benar-benar membingungkan kan? Bahkan para tetangga kami tadinya tidak percaya kalau itu pembantu saya. Mereka mengira dia famili kami. Reaksi saudara-saudara istri saya negatif. Mereka keberatan dengan pembantu secantik itu. Apalagi Sri benar-benar ramah luar biasa. Dia juga cenderung cerdas meskipun hanya lulusan SMP. Ibu mertua saya bahkan marah-marah pada istri saya dan meminta saya mengganti pembantu. Istri saya memberi penjelasan tetang bagaimana Sri pintar merawat Nisa. Penjelasan ini tidak bisa diterima ibu. Saya menduga keberatan itu karena ibu khawatir akan terjadi sesuatu antara menatunya dengan Sri. Beliau kan contoh nyata. Istri saya bersikukuh, bahkan ketika ibu mengancam tidak akan berkunjung ke rumah kami sampai kami mengganti pembantu.

Apa yang dikhawatirkan ibu memang beralasan. Saya benar-benar tergoda oleh semua yang ada dalam diri Sri. Kecantikannya, kebersihan kulitnya, teteknya, keramahannya. Dua bulan sejak dia ikut kami, saya sudah mulai punya pikiran kotor. Saya mulai mencari cara untuk bisa meniduri Sri. Maukah dia? Istri saya sama sekali tidak mencurigai saya. Baginya saya adalah pria yang culun dan setia. Dunia saya hanya duania kantor dan rumah. Setiap kali dia menghubungi saya, ya saya hanya di kantor atau di rumah. Itulah yang membuatnya merasa tenteram, tidak menaruh curiga apa-apa. Bodoh.

Serangan terhadap Sri saya lakukan pada suatu malam ketika istri saya keluar kota. Birahi saya muncul sejak siang. Istri saya berpesan kepada Sri supaya kalau malam Nisa tidur dengan dia. Soalnya istri saya paham betul tabiat saya kalau tidur malam. Susah bangun sekalipun anak menangis keras di sisi saya. Sejak sore Nisa bersama saya, bercengkerama di depan TV, lalu tertidur sekitar jam 19.00. Saya tiduran di sebelahnya sambil nonton TV. Tapi sebenarnya pikiran saya sedang kacau oleh birahi dan keinginan untuk menikmati tubuh Sri. Tetek gadis itu benar-benar sangat menggoda saya. Seperti apa rupanya tetek besar seorang gadis? Saya ingin meremas-remasnya, ingin mengulum dan menjilatinya.

Saya telah memasang perangkap sejak sore. Tapi tidak ada reaksi apa-apa. Saya tiduran dengan berbalut sarung, tanpa baju. Hanya CD saja. Jam 20.00 Sri meminta Nisa untuk dibawa ke kamarnya. Saya pura-pura menolaknya.
“Sudah biar tidur sama saya saja,” kata saya.
“Nanti dimarahin Ibu. Katanya Bapak kalau tidur..”
“Ahh sudahlah,” saya memotongnya.
“Nanti saja, saya masih pingin di dekat Nisa,” sahut saya.
“Saya sudah mengantuk, Bapak.”
Saya diam saja. Gadis itu mengenakan kaos denga rok span di atas lutut. Dia duduk melipat lutut di sebelah Nisa. Rambutnya tergerai sebahu. Hmm. Sepasang pahanya yang putih tersembul dari roknya.
“Sudah kamu tiduran di situ dulu nanti kalau sudah waktunya aku bangunin terus kamu bawa Nisa ke kamarmu,” kata saya.

Perangkap saya pasang. Dia tampak ragu dan bingung.
“Sana ambil bantal kamu!” perintah saya.
Dia beranjak. Sebentar kemudian datang lagi dengan membawa bantal dan selimut. Dia rebahkan tubuhnya di sisi Nisa. Dia balut tubuhnya dengan selimut. Tenggorokan saya seperti tersekat. Kering. Haus rasanya. Saya tidur dengan Sri hanya dibatasi si kecil Nisa. Sri mencoba memejamkan mata. Sesekali melirik ke arah TV. Lalu saya tidur menghadap ke arahnya. Memandanginya. Rupanya dia tahu saya memandangi. Sekilas dia memandang saya, lalu memejamkan mata. Saya memandangi terus. Semakin kagum, dan semakin panas dingin tubuh saya. Penis saya sudah tegang sejak tadi. Saya bingung bagaimana mengawali. Maukah Sri menerima saya? Kalau dia melawan? Kalau berteriak-teriak? Kalau besok minta keluar? Pikiran saya mulai kacau. Antara berani dan tidak. Saya mencoba tersenyum kepadanya ketika dia melirik saya. Dia tak bereaksi. Tampaknya dia tahu apa yang berkecamuk dalam benak saya.

Saya memanggil namanya pelan. Dia membuka matanya.
“Kamu cantik sekali.” Dia terbelalak dan merapatkan selimutnya.
Saya terus memandanginya. Lalu saya lihat dia tersenyum tipis.
“Kamu cantik sekali,” kata saya lagi.
Wajahnya merah. Timbul keberanian saya. Saya mencoba meraih jemarinya yang tersembul dari selimut. Dia kaget dan menariknya. Saya hentikan serangan saya. Sesaat kemudian saya coba raih helai-helai rambutnya. Saya elus kepalanya. Dia diam. Saya makin berani.
“Kamu pernah punya pacar?”
“Sudah ahh Bapak. Nggak boleh gitu,” katanya.
Nisa bergerak-erak seperti mau bangun. Sri mencoba menengkan dengan menepuk-nepuk punggungnya. Kesempatan itu saya gunakan untuk meraih tangannya. Saya gengam. Dia diam, hanya matanya yang lurus ke arah mata saya. Saya cium tangan itu. Penis saya makin tegang. Saya ciumi punggung tangan itu, lalu telapak tangannya. Tak ada rekasi. Saya makin berani. Secepat kilat saya bergeser tempat. Kali ini di belakanganya.
“Bapak jangan gitu, ahh,” dia menepis tangan saya yang mencoba memeluknya.
“Kenapa?”
“Nggak boleh. Nanti dimarahin Ibu.”
“Kan Ibu nggak ada?”
“Nanti dibilangin sama Adik. Dik Nisa, besok bilangin ke mama, Papa nakal ya?” Sri berbicara pelan kepada Nisa.

Saya tersenyum dan kembali memeluknya. Kali ini dia diam. Saya merapatkan badan kepadanya.
Saya gesek-gesekkan penis saya ke tubuhnya. Dia menggelinjang sebentar, dan berusaha menjauh, tapi tubuhnya terantuk tubuh kecil Nisa. Saya makin beringas. Saya buka selimutnya. Saya usap kakinya. Ke atas, di paha. Dia mendesis dan berusaha menghindar.
“Saya tidur di kamar saja ahh.”
Dia mencoba bangkit tapi saya menahannya.
“Jangan.”
“Bapak nakal sih.”
Saya menghentikan aksi. Sesaat kemudian hanya tangan saya yang saya taruh di pingangnya. Dia diam saja. Lalu saya kembali memeluknya. Ahh tepatnya mendekap dia. Saya gesek-gesek pelan tangan saya di bagian perutnya. Dia tak bereaksi. Saya terus berusaha memberi rangsangan dengan menyusupkan jari saya ke kulit perutnya. Tampaknya berhasil. Dia mendesis. Tak ada perlawanan. Tangan saya merayap pelan ke atas sampai terentuh dinding yang sangat tebal. Tetek yang luar biasa besarnya. Benar-benar baru kali ini saya liat tetek sebesar ini. Saya sentuh pelan-pelan. Saya takut dia menolaknya. Tapi tidak ada reaksi.

Baru ketika saya pelan-pelan meremas, tubuhnya terlihat bergerak-gerak. Dia melenguh. Saya makin kalap. Remasan makin keras, dan menyelusuplah tangan saya ke dalam BH-nya. Tersentuh dagihg kenyal. Saya raba, saya remas. Sri menggelinjang. “Hh..” Tangannya mencengkeram tangan saya. Saya mulai menaiki tubuhnya. Sarung saya lepas. Saya hanya bercelana dalam. Sri memejamkan mata. Saya cium bibirnya dengan tangan saya tetap meremas-remas payudara besarnya. Tanpa saya duga, dia membalas ciuman saya. Bakan menghisap lidah saya dengan rakus. Bibir saya bergerak turun ke leher. Selimut telah lepas dari tubuhnya. Saya singkap kaosnya, dan akhirnya, saya lihat kutang itu terlalu kecil untuk teteknya yang super besar. Hanya dengan sekali geser. Putingnya telah tersembul. Saya cium puting itu. Saya hisap, dan saya gelitik. Dia meronta-ronta. Tangannya memeluk saya erat-erat. Lalu saya cium lagi bibirnya.

“Kamu pernah melakukan dengan cowok?” bisik saya sambil memainkan lidah di telinganya.
“Belum.”
Tangan saya bergerak ke bawah, ke celah CD-nya, mengelus-elus semak-semak lembut, dan menggelitik sebuah celah yang telah basah. Sri mencengkeram kepala saya, lalu menariknya. Dia mencium bibir saya. Melumatnya. Lidah saya disedot dengan hebatnya. Saya permainkan tangan di bawah, menyusuri sepasang bibir vagina. Kadang memutar-mutar di ujung bibir. Ketika mencoba masuk ke sebuah lubang, saya tahu, gadis ini masih perawan.

Tangan Sri telah mengcook penis saya. Mengocok dan meremas-remas dengan sangat kuatnya. Sakit. Persis seperti yang dilakukan Rosi, ipar saya di Taman KB malam itu. Saya buka CD Sri, hingga pangkal kakinya, lalu dia menendang sendiri CD itu, melayang ke dekat TV. Dia juga menarik CD saya.
“Kamu masih perawan Sri?” taya saya.
Dia mengangguk sambil terus mengocok penis sya. Kocokan yang kasar.
“Kamu mau saya masukkan ini saya?” saya memegang tangannya yang sedang mengocok penis.
Dia mengangguk. Tapi saya takut. Saya tak berani megambil keperawanannya. Biar bagaimana saya masih punya rasa kasihan. Tak tega saya. Benar-tbenar tak tega. Tapi nafsu telah menguasai kami.
“Saya ciumin saja ya?” Dia mengangguk-angguk.

Saya membalikkan tubuh saya, mengangkat kedua pahanya yang padat. Memeknya disinari cahaya TV. Saya mulai menjilati. Meskipun tercium aroma yang tidak enak, saya tidak mempedulikan. Saya terus menjilatinya. Sri mengerang-erang. Saya coba menaruh penis saya di depan mulutnya. Tapi dia hanya meremas dan mengocoknya. Ketika lidah saya makin beringas menjilati memeknya, barulah dia memasukkan penis saya di mulutnya. Saya sibakkan bibir memeknya. Saya jilat-jilat isinya, jari tengah saya mencoba menusuk pelan. Sri mengangkat pantatnya. Mulutnya menghisap-hisap penis saya. Terdengar bunyi sangat keras.

Si Nisa masih pulas tanpa terganggu perang di sebelahnya. Ketika saya merasa hendak ejakulasi, saya tarik penis saya. Saya ingin sperma saya jatuh di luar mulutnya. Serentak dengan itu saya mengulum kelentit. Sri menarik pinggul saya dan menghisap kuat penis saya. Srtt srrtt Sperma saya pu terpancar. Sri berusaha mendorong keluar tubuh saya. Tapi kali ini saya justru menekannya. Saya tidak ingin penis saya lepas dari mulutnya. Seluruh mani saya telah keluar. Sebagian telah masuk ke dalam kerongkongan Sri. Dia tampak muntah-muntah. Suaranya sangat keras. Saya jadi ketakutan. Dia menampung muntahan dengan selimutnya. Saya menjadi iba. Saya pijat-pijat tengkuknya. Beberapa saat kemudian dia mulai tenang. Saya ambilkan air, dan di meminumnya.
Dia memukuli dada saya. “Bapak nakal. Bapak nakal.” Saya lega.
“Tapi kamu masih utuh kan? Kamu tidak kehilangan mahkotamu, kamu tidak akan hamil.”
Dia tersenyum lalu beranjak menuju kamar mandi. Saya puas. Benar-benar puas.

Perseligkuhan dengan Sri saya ulangi beberapa kali. Banyak sekali kesempatan terbuka. Segalanya berjalan sangat lancar. Kami melakukannya tidak hanya ketika istri saya serang keluar kota. Tetapi juga siang hari saat istri kerja dan aku pulang diam-diam. Bedanya, Sri tak lagi mau membuka CD-nya. Dia bersedia mengulum penis saya. Jadi aku hanya berhak atas bibir dan tetek. Bagi saya itu lebih dari cukup. Saya memang tidak menginginkan memek Sri. Biarlah itu menjadi milik suaminya kelak.

Suatu saat, entah karena apa, istri saya meminta Sri keluar. Sri sangat terpukul. Dia menangis sesenggukan. Saya juga kaget dan takut. Ada apa sebenarnya? Apakah istri saya tahu yang terjadi antara saya dan Sri? Akhirnya istri saya berterus terang, sebenarnya dia tak ingin Sri keluar.
“Semua ini karena ibu,” kata istri saya kepada Sri.
Sebagai gantinya ibu telah menyediakan pembantu. Seorang perempuan yang buruk rupa. Hitam, dekil, dan udik. Hmm.
Kepada Sri istri saya mencarikan kerja di sebuah toserba yang cuku besar. Ini berkat bantuan relasi istri saya. Sri gembira bukan main meskipun sedih harus berpisah dengan Nisa. Sejak itu saya tak pernah bertemu dia lagi. Tapi berharap suatu saat bisa bertemu ketika dia telah bersuami, dan mengulang apa yang pernah kami lakukan. (Sri, jika kamu tahu, saya menunggumu)

Pembantu berikutnya yang menjadi pelampiasan narfsu saya bernama Mumun. Usianya sama dengan Sri. Meskipun tak secantik Sri, namun dia cukup menarik untuk ukuran pembantu. Pendekatan dengannya bahkan lebih lama dibandingkan yang saya lakukan terhadap Sri. Yang saya lakukan pertama adalah saya mencubit lengannya sambil lalu. Beberapa kali itu saya lakukan. Lama-lama dia berani membalas. Tentu tanpa sepengetahuan istri dan anak-anak saya. Waktu itu si sulung kelas 3 SD sedangkan si bungsu masih kecil.

Dari mencubit lengan meningkat menjadi meremas tangan. Bahkan kemudian ketika dia menunggui si kecil tidur di depan TV saya berani mencuri-curi mencium pipinya. Saya bahkan mulai merayu dan mencoba mencium bibirnya, tapi dia menolak. Saya tak menyerah, dan akhirnya berhasil. Rupanya itu ciuman pertama bagi dia, sekaligus pergumulan pertama. Saya tak berhasil menyentuh payudaranya. Apalagi memeknya. Hanya meremas kutangnya. Dia juga tidak mau memegang penis saya. Tetapi saya sempat ejakulasi.

Sejak pergumulan itu secara sembunyi-sembunyi dia memanggil saya “sayang”. Lucu. Terutama ketika saya pulang kerja. Dia ambilkan minuman dan bilang, “Minumnya sayang.” Pernah suatu ketika, saat di dapur dan saya menggodanya, dia melontarkan panggilan itu. Bersamaan dengan itu istri saya muncul. Hampir kiamat rasanya. Tapi saya lihat istri saya tidak menunjukkan kecurigaan apa-apa. Sikapnya tak berubah.

Mungkin nalurinya saja yang membuatnya mencium aroma skandal saya dengan Mumun. Akhirnya Mumun dikeluarkan dengan alasan “Tidak beres dalam bekerja.” Sejak itu saya tidak tahu kabar tentang Mumun. Pembantu-pembantu penggantinya tak ada lagi yang berwajah “layak” untuk digauli. Pernah sih ada perempuan berkulit bersih. Meski tidak cantik tapi cukup menggiurkan. Sayangnya dia telah bersuami. Suaminya seorang tukang bangunan. Saya tak berani menyentuh perempuan itu. Takut. Lagi pula perempuan itu amat santun, lemah lembut, dan sangat menyayangi kedua anak saya, sehingga saya berusaha menjaga agar perempuan itu betah bersama kami.

Tamat

October 22, 2008

Bercinta dengan Istri Konglomerat

Filed under: tukar Pasangan

Aku sedang menyantap makan siang di sebuah cafe yang terletak di lantai dasar gedung kantorku. Hari itu aku ditemani Pak Erwan, manajer IT perusahaanku dan Lia, sekretarisku. Biasanya aku makan siang hanya dengan Lia, sekretarisku, untuk kemudian dilanjutkan dengan acara bobo siang sejenak sebelum kembali lagi ke kantor. Tetapi hari itu sebelum aku pergi, Pak Erwan ingin bertemu untuk membicarakan proyek komputerisasi, sehingga aku ajak saja dia untuk bergabung menemaniku makan siang.

Aku dan Pak Erwan berbincang-bincang mengenai proyek implementasi software dan juga tambahan hardware yang diperlukan. Memang perusahaanku sedang ingin mengganti sistem yang lama, yang sudah tidak dapat memenuhi kebutuhan perusahaan yang terus berkembang. Sedangkan Lia sibuk mencatat pembicaraan kita berdua.

Sedang asyik-asyiknya menyantap steak yang kupesan, tiba-tiba HPku berbunyi. Kulihat caller idnya.. Dari Santi.

“Hallo Pak Robert. Kapan nih kesini lagi” suara merdu terdengar diseberang sana.
“Oh iya. Nanti sebentar lagi saya ke sana. Saya sedang makan siang nih. Bapak tunggu sebentar ya” jawabku.
“He.. He.. Sedang nggak bisa ngomong ya Pak” Santi menggoda.
“Betul Pak.. OK sampai ketemu sebentar lagi ya” kataku sambil menutup pembicaraan.
“Dari klien” kataku.

Aku sangat hati-hati tidak mau affairku dengan Santi tercium oleh mereka. Hal ini mengingat Pak Arief, suami Santi, adalah manajer keuangan di kantorku. Kebetulan Pak Arief ini sedang aku kirim training ke Singapore, sehingga aku bisa leluasa menikmati istrinya.

Seusai menikmati makan siang, aku berkata pada Lia bahwa aku akan langsung menuju tempat klienku. Seperti biasa, aku minta supaya aku tidak diganggu kecuali kalau ada emergency. Kamipun berpisah.. Mereka kembali ke lantai atas untuk bekerja, sedangkan aku langsung menuju tempat parkir untuk berangkat mengerjai istri orang he.. He..

Setelah kesal karena terjebak macet, sampai jugalah aku di rumah Santi. Hari sudah menjelang sore. Bayangkan saja, sudah beberapa jam aku di jalan tadi. Segera kuparkirkan Mercy silver metalik kesayanganku, dan memencet bel rumahnya. Santi sendiri yang membukakan pintu. Dia tersenyum gembira melihat kedatanganku.

“Aih.. Pak Robert kok lama sih” katanya.
“Iya.. Tadi macet total tuh.. Rumah kamu sih jauh.. Mungkin di peta juga nggak ada” candaku.
“Bisa aja Pak Robert..” jawab Santi sambil tertawa kecil.

Dia tampak cantik dengan baju “you can see” nya yang memperlihatkan lengannya yang mulus. Buah dadanya tampak semakin padat dibalik bajunya. Mungkin karena sudah beberapa hari ini aku remas dan hisap sementara suaminya aku “asingkan” di negeri tetangga.

Kamipun masuk ke dalam rumah dan aku langsung duduk di sofa ruang keluarganya. Santi menyuguhkan orange juice untuk menghilangkan dahagaku. Nikmat sekali meminum orange juice itu setelah lelah terjebak macet tadi. Dahagakupun langsung hilang, tetapi setelah melihat Santi yang cantik, dahagaku yang lainpun muncul. Aku masih bernafsu melihat Santi, meskipun telah lima hari berturut-turut aku setubuhi dia.

Kucium bibirnya sambil tanganku mengelus-elus pundaknya. Ketika aku akan membuka bajunya, dia menahanku.

“Pak.. Santi ada hadiah nih untuk bapak”
“Apaan nih?” jawabku senang.
“Ini ada teman Santi yang mau kenal sama bapak. Orangnya cantik banget.”

Lalu dia bercerita kalau dia berkenalan dengan seorang wanita, Susan, saat dia sedang berolahraga di gym. Setelah mulai akrab, merekapun bercerita mengenai kehidupan seks mereka. Singkat cerita, Susan menawarkan untuk berpesta seks sambil bertukar pasangan di rumah mereka.

“Dia ingin coba ini bapak. Katanya belum pernah lihat yang sebesar punya Pak Robert” kata Santi sambil meraba-raba kemaluanku.
“Saya sih OK saja” jawabku riang.
“Oh ya.. Nanti pura-pura saja Pak Robert suamiku” kata Santi sambil pamit untuk menelpon kenalan barunya itu.

Aku dan Santi kemudian meluncur menuju rumah Susan di kawasan Kemang. Untung jalanan Jakarta sudah agak lengang. Tak lama kamipun sampai di rumahnya yang luas. Seorang satpam tampak membukakan pintu garasi. Santipun menjelaskan kalau kami sudah ada janji dengan majikannya. Susan menyambut kami dengan ramah.

“Ini perkenalkan suami saya”

Seorang laki-laki paruh baya dengan kepala agak botak memperkenalkan diri. Namanya Harry, seorang pengusaha properti yang sukses. Santipun memperkenalkan diriku pada mereka.

Aku kagum pada rumah mereka yang sangat luas. Dengan perabot-perabot yang mahal, juga koleksi lukisan-lukisan pelukis terkenal yang tergantung di dinding. Bayangkan saja betapa kayanya mereka, karena orang sekelas aku saja kagum melihat rumahnya yang sangat wah itu.

Tetapi aku lebih kagum melihat Susan. Wanita ini memang cantik sekali. Terutama kulitnya yang putih dan mulus sekali. Ibaratnya kalau dihinggapi nyamuk, si nyamuk akan jatuh tergelincir. Disamping itu bodynya tampak seksi sekali dengan buah dada yang besar dan bentuk tubuh yang padat. Sekilas mengingatkan aku pada bintang film panas di jaman tahun 80-an.. Entah siapa namanya itu.

Merekapun menyuguhkan makan malam. Kamipun bercerita basa-basi ngalor ngidul sambil menikmati hidangan yang disediakan. Ditengah makan malam itu, Santi pamit untuk ke toilet. Dengan matanya dia mengajakku untuk mengikuti dia.

“Pak, habis ini pulang aja yuk” kata Santi berbisik perlahan setelah keluar dari ruang makan.
“Kenapa?” tanyaku.
“Habisnya Santi nggak nafsu lihat Pak Harry itu. Sudah tua, botak, perutnya buncit lagi”.

Aku tertawa geli dalam hati. Tetapi aku tentu saja tidak menyetujui permintaan Santi. Aku sudah ingin menikmati istri Pak Harry yang cantik sekali seperti boneka itu. Kupaksa saja Santi untuk kembali ke ruang makan.

Setelah makan, kamipun ke ruang keluarga sambil nonton video porno untuk membangkitkan gairah kami. Tak lama, seorang gadis pembantu kecil datang untuk menyuguhkan buah-buahan. Tetapi mungkin karena kaget melihat adegan di layar TV home theater itu, tanpa sengaja dia menjatuhkan gelas kristal sehingga pecah berkeping-keping. Kulihat tampak Susan melotot memarahi pembantunya itu, sedangkan si pembantu kecil itu tampak ketakutan sambil meminta maaf berkali-kali.

Adegan di TV tampak semakin hot saja. Tampak Pak Harry mulai mengerayangi tubuh Santi di sofa seberang. Sedangkan Santi tampak ogah-ogahan melayaninya.

“Sebentar Pak.. Santi mau lihat filmnya dulu”

Aku tersenyum mendengar alasan Santi ini. Sementara itu Susan minta ijin ke dapur sebentar. Akupun mencoba menikmati adegan di layar TV. Meskipun sebenarnya aku tidak perlu lihat yang seperti ini, mengingat tubuh Susan sudah sangat mengundang gairahku. Tak lama akupun merasa ingin buang air kecil, sehingga akupun pamitan ke belakang.

Setelah dari toilet, aku berjalan melintasi dapur untuk kembali ke ruang keluarga. Kulihat di dalam, Susan sedang berkacak pinggang memarahi gadis kecil pembantunya tadi.

“Ampun non.. Sri nggak sengaja” si gadis kecil memohon belas kasihan pada majikannya, Susan yang cantik itu.
“Nggak sengaja nggak sengaja. Enak saja kamu bicara ya. Itu gelas harganya lebih dari setahun gaji kamu tahu!!” bentak Susan.
“Gajimu aku potong. Biar tau rasa kamu..”

Si gadis kecil itu terdiam sambil terisak-isak. Sementara wajah Susan menampakkan kepuasan setelah mendamprat pembantunya habis-habisan. Mungkin betul kata orang, kalau wanita kurang dapat menyalurkan hasrat seksualnya, cenderung menjadi pemarah. Melihat adegan itu, aku kasihan juga melihat si gadis pembantu itu. Tetapi entah mengapa justru hasrat birahiku semakin timbul melihat Susan yang sepertinya lemah lembut dapat bersikap galak seperti itu.

“Dasar bedinde.. Verveillen!!” Susan masih terus berkacak pinggang memaki-maki pembantunya. Dengan tubuh yang putih bersih dan tinggi, kontras sekali melihat Susan berdiri di depan pembantunya yang kecil dan hitam.
“Ampun non.. Nggak akan lagi non..”
“Oh Pak Robert..” kata Susan ketika sadar aku berada di pintu dapur. Diturunkannya tangan dari pinggangnya dan beranjak ke arahku.
“Sedang sibuk ya?” godaku.
“Iya nih sedang kasih pelajaran ik punya pembantu” jawabnya sambil tersenyum manis.
“Yuk kita kembali” lanjutnya.

Kamipun kembali ke ruang keluarga. Kulihat Santi masih menonton adegan di layar sementara Pak Harry mengelus-elus pahanya. Aku dan Susanpun langsung berciuman begitu duduk di sofa. Aku melakukan “french kiss” dan Susanpun menyambut penuh gairah.

Kutelusuri lehernya yang jenjang sambil tanganku meremas buah dadanya yang membusung padat. Susanpun melenguh kenikmatan. Tangannya meremas-remas kemaluanku. Dia kemudian jongkok di depanku yang masih duduk di sofa, sambil membuka celanaku. Celana dalamku dielusnya perlahan sambil menatapku menggoda. Kemudian disibakkannya celana dalamku ke samping sehingga kemaluankupun mencuat keluar.

“Oh..my god.. Bener kata Santi.. Very big.. I like it..” katanya sambil menjilat kepala kemaluanku.

Kemudian dibukanya celana dalamku, sehingga kemaluankupun bebas tanpa ada penghalang sedikitpun di depan wajahnya. Dielus-elusnya seluruh kemaluan termasuk buah zakarku dengan tangannya yang halus. Tingkah lakunya seperti anak kecil yang baru mendapat mainan baru.

Kemaluankupun mulai dihisap mulut Susan dengan rakus. Sambil mengulum dan menjilati kemaluanku, Susan mengerang,emmhh.. emhh, seperti seseorang yang sedang memakan sesuatu yang sangat nikmat. Kuelus-elus rambutnya yang hitam dan diikat ke belakang itu.

Sambil menikmati permainan oral Susan, kulihat suaminya sedang mendapat handjob dari Santi. Tampak Santi mengocok kemaluan Pak Harry dengan cepat, dan tak lama terdengar erangan nikmat Pak Harry saat dia mencapai orgasmenya. Santipun kemudian meninggalkan Pak Harry, mungkin dia pergi ke toilet untuk membersihkan tangannya.

Sementara itu Susan masih dengan bernafsu menikmati kemaluanku yang besar. Memang kalau kubandingkan dengan kemaluan suaminya, ukurannya jauh berbeda. Apalagi setelah dia mengalami orgasme, tampak kemaluan Pak Harry sangat kecil dan tertutup oleh lemak perutnya yang buncit itu. Tak heran bila istrinya sangat menikmati kemaluanku.

Tak lama Santipun kembali muncul di ruang itu, dan menghampiriku. Susan masih berjongkok di depanku sambil mempermainkan lidahnya di batang kemaluanku. Santi duduk di sampingku dan mulai menciumiku. Dibukanya bajuku dan puting dadakupun dihisapnya. Nikmat sekali rasanya dihisap oleh dua wanita cantik istri orang ini. Seorang di atas yang lainnya di bawah. Sementara Pak Harry tampak menikmati pemandangan ini sambil berusaha membangkitkan kembali senjatanya yang sudah loyo.

Kuangkat baju Santi dan juga BHnya, sehingga buah dadanya menantang di depan wajahku. Langsung kuhisap dan kujilati putingnya. Sementara tanganku yang satu meremas buah dadanya yang lain. Sementara Susan masih mengulum dan menjilati kemaluanku.

Setelah puas bermain dengan kemaluanku, Susan kemudian berdiri. Dia kemudian melepaskan pakaiannya hingga hanya kalung berlian dan hak tingginya saja yang masih melekat di tubuhnya. Buah dadanya besar dan padat menjulang, dengan puting yang kecil berwarna merah muda. Aku terkagum dibuatnya, sehingga kuhentikan kegiatanku menghisapi buah dada Santi. Susan kemudian menghampiriku dan kamipun berciuman kembali dengan bergairah.

“Ayo isap susu ik ” pintanya sambil menyorongkan buah dada sebelah kanannya ke mulutku. Tak perlu dikomando lagi langsung kuterkam buah dadanya yang kenyal itu. Kuremas, kuhisap dan kujilati sepuasnya. Susanpun mengerang kenikmatan.

Setelah itu, dia kembali berdiri dan kemudian berbalik membelakangiku. Diapun jongkok sambil mengarahkan kemaluanku ke dalam vaginanya yang berambut tipis itu. Kamipun bersetubuh dengan tubuhnya duduk di atas kemaluanku menghadap suaminya yang masih berusaha membangunkan perkakasnya kembali. Kutarik tubuhnya agak kebelakang sehingga aku dapat menciumi kembali bibirnya dan wajahnya yang cantik itu.

“Eh.. Eh.. Eh..” dengus Susan setiap kali aku menyodokkan kemaluanku ke dalam vaginanya. Aku terus menyetubuhinya sambil meremas-remas buah dadanya dan sesekali menjilati dan menciumi pundaknya yang mulus.

Sementara itu Santi bersimpuh di ujung sofa sambil meraba-raba buah zakarku, sementara aku sedang menyetubuhi Susan. Terkadang dikeluarkannya kemaluanku dari vagina Susan untuk kemudian dikulumnya. Setelah itu Santi memasukkan kembali kemaluanku ke dalam liang surga Susan.

Setelah beberapa menit, aku berdiri dan kuminta Susan untuk menungging di sofa. Aku ingin menggenjot dia dari belakang. Kusetubuhi dia “doggy-style” sampai kalung berlian dan buah dadanya yang besar bergoyang-goyang menggemaskan. Kadang kukeluarkan kemaluanku dan kusodorkan ke mulut Santi yang dengan lahap menjilati dan mengulumnya. Benar-benar nikmat rasanya menyetubuhi dua wanita cantik ini.

“Ahh.. Yes.. Yes.. Aha.. Aha.. That’s right.. Aha.. Aha..” begitu erangan Susan menahan rasa nikmat yang menjalari tubuhnya. Hal itu menambah suasana erotis di ruangan itu.

Sementara Pak Harry rupanya telah berhasil membangunkan senjatanya. Dihampirinya Santi dan ditariknya menuju sofa yang lain di ruangan itu. Santipun mau tak mau mengikuti kemauannya. Memang sudah perjanjian bahwa aku bisa menikmati istrinya sedangkan Pak Harry bisa menikmati “istriku”.

Sementara itu, aku masih menggenjot Susan secara doggy-style. Sesekali kuremas buah dadanya yang berayun-ayun akibat dorongan tubuhku. Kulihat Pak Harry tampak bernafsu sekali menyetubuhi Santi dengan gaya missionary. Tak beberapa lama kudengar erangan Pak Harry. Rupanya dia sudah mencapai orgasme yang kedua kalinya.

Santipun tampak kembali pergi meninggalkan ruangan. Sementara aku masih menyetubuhi Susan dari belakang sambil berkacak pinggang. Setelah itu kubalikkan badannya dan kusetubuhi dia lagi, kali ini dari depan. Sesekali kuciumi wajah dan buah dadanya, sambil terus kugenjot vaginanya yang sempit itu.

“Ohh.. Aha.. Aha.. Ohh god.. I love your big cock..” Susan terus meracau kenikmatan.

Tak lamapun tubuhnya mengejang dan dia menjerit melepaskan segala beban birahinya. Akupun sudah hampir orgasme. Aku berdiri di depannya dan kusuruh dia menghisap kemaluanku kembali. Sementara, aku lirik ke arah Pak Harry, dia sedang memperhatikan istrinya mengulumi kemaluanku. Kuremas rambut Susan dengan tangan kiriku, dan aku berkacak pinggang dengan tangan kananku.

Tak lama akupun menyemburkan cairan ejakulasiku ke mulut Susan. Diapun menelan spermaku itu, walaupun sebagian menetes mengenai kalung berliannya. Diapun menjilati bersih kemaluanku.

“Thanks Robert.. I really enjoyed it” katanya sambil membersihkan bekas spermaku di dadanya.
“No problem Susan.. I enjoyed it too.. Very much” balasku.

Setelah itu, kamipun kembali mengobrol beberapa saat sambil menikmati desert yang disediakan. Kamipun berjanji untuk melakukannya lagi dalam waktu dekat.

Dalam perjalanan pulang, Santi tampak kesal. Dia diam saja di dalam mobil. Akupun tidak begitu menghiraukannya karena aku sangat puas dengan pengalamanku tadi. Akupun bersenandung kecil mengikuti alunan suara Al Jarreau di tape mobilku.

“We’re in this love together..”
“Kenapa sih sayang?” tanyaku ketika kami telah sampai di depan rumahnya.
“Pokoknya Santi nggak mau lagi deh” katanya.
“Habis Santi nggak suka sama Pak Harry. Udah gitu mainnya cepet banget. Santi nanggung nih.”

Akupun tertawa geli mendengarnya.

“Kok ketawa sih Pak Robert.. Ayo.. Tolongin Santi dong.. Santi belum puas.. Tadi Santi horny banget lihat bapak sama Susan make love” rengeknya.
“Wah sudah malam nih.. Besok aja ya.. Lagian saya ada janji sama orang”.
“Ah.. Pak Robert jahat..” kata Santi merengut manja.
“Besok khan masih ada sayang” hiburku.
“Tapi janji besok datang ya..” rengeknya lagi saat keluar dari mobilku.
“OK so pasti deh.. Bye”

Sebenarnya aku tidak ada janji dengan siapa-siapa lagi malam itu. Hanya saja aku segan memakai Santi setelah dia disetubuhi Pak Harry tadi. Setidak-tidaknya dia harus bersih-bersih dulu.. He.. He.. Mungkin besok pagi saja aku akan menikmatinya kembali, karena Pak Arief toh masih beberapa hari lagi di luar negeri.

Kukebut mobilku mengarungi jalan tol di dalam kota. Semoga saja aku masih dapat melihat film bagus tayangan HBO di TV nanti.

July 10, 2008

Istri Swinger PErtama kali

Filed under: tukar Pasangan

Aku adalah suami yang punya kreativitas sex yang berlebihan, sering aku membayangkan istriku bercinta dengan banyak lelaki bersamaan dan aku menontonnya. Terkadang aku suka memancing mancing istriku, bagaimana kalau direalisasikan…Dia langsung cemberut dan marah marah….

Karena aku sering bicara tentang itu, lama lama dia merasa biasa saja bahkan menimpali dengan ide ide yang nggak kalah gilanya. Tapi aku tahu dia cuma iseng saja. Pernah pada saat kami cerita yang horny horny, dia usul kalo cowoknya dia yang pilih.” aku mau pa, tapi cowoknya aku yang pilih lho….pertama dia harus bersih dan aku nggak mau intercourse !” Padahal aku lebih suka kalo dia dilayani dengan pria berbatang besar. Lebih menggairahkan menurutku.

Karena aku sering bicara tentang sex keroyokan, dia nggak keberatan kalau aku pakai dildo macam macam untuk melayani dia. Dimulai dari dildo seukuran batangku sampai dildo raksasa. Dan sudah dapat diduga dia nggak bisa menikmati dildo yang besar. Apa memang wanita tidak suka batang besar ya…padahal .aku sangat bergairah kalo bercinta model begini. Dia juga mulai dapat menikmati dildo dildo tsb kecuali yang besar tadi, baru mau masuk, dia sudah protes, favoritnya adalah dildo imut yang bisa mebuat dia multiorgasme.

Akhirnya ML keroyokan ini terlaksana ketika dia ulang tahun. Aku menawarkan hadiah apa yang dia inginkan…Dia ingin coba dildo getar model lain…hmhmhm aku pikir ini kesempatan untuk nawarin pelayanan keroyokan tersebut. Aku bilang : “Ma ngomong ngomong, daripada kamu bingung cari dildo baru, kita cari aja dildo hidup….lebih enak…”

“Maksudnya apa sih pa?” istriku heran…

“Ya kita coba aja cari cowok yang bisa nyenengin kamu, model batangnya bisa kita cari yang macem macem …toh intinya sama dengan dildo yang kamu punya….” Kataku santai..

“Hmm mulai deh papa…nawarin yang aneh….kalo aku mau nanti awas kalo bingung sendiri…nggak boleh protes! katanya sengit..

“Lho nggak papa kok ma, kan nggak ada intercourse, dan lagi ini untuk memuaskan kamu, kita cari cowok yang bersih , yang ganteng deh….

Istriku tampak berpikir lama dan kali ini menjawab dengan suara yang bergetar. Tapi apa kamu nggak cemburu pa….Terus nggak papa aku diciumin cowok lain? .

Aku jawab : kalau dicium di bibir tentu aku keberatan dong, intercourse juga aku saja yang boleh, tugas mereka cuma foreplay saja….yang penting kamu merasa nikmat dan nyaman….”

“hmm, tapi aku takut kalo ketagihan , dan aku nggak mau dikasarin…dan… bagaimana papa yakin kalo nggak ada intercourse hayo…Kalo ternyata aku terangsang terus cowok itu juga , gimana jaganya supaya nggak intercourse…” Ujar istriku.

“Hmmm..bener juga ya…” Kataku pura pura bego. “Lah kamu sendiri kalo ada intercourse sama mereka mau nggak …? Kalo aku sih nggak keberatan sih selama mereka pake kondom, trus mainnya gak kasar dan yang terpenting kamunya mau dan bisa menikmati…” Kataku perlahan sambil melihat perubahan roman mukanya yang terkejut.

“nggg…nggg….tapi sebenarnya kan rasanya sama kan pa…? Tanyanya. “Tergantung… kalo ukuran berbeda ya tentu tidak sama, dan yang terpenting sensasinya…ML dengan satu batang dengan dua batang tentu berbeda, kamunya bisa nikmati nggak?”Ganti aku bertanya.

“hmmm…jadi aku nanti ML sama papa terus sama orang itu?dua orang?kalo tiga orang rasanya juga beda lagi? ..Bener papa nggak keberatan?Tanyanya ragu.

“Nggak papa ma…aku malah terangsang kalo kamu ML dengan mereka…” Kataku dengan semangat.

“OK…”Suaranya tertahan sesaat seperti berpikir” Dan kalo kamu memang nggak keberatan…aku nggak mau kalo cuma satu orang ..nanggung….sekalian aja yang banyak…biar sekalian lain daripada yang lain…” bisiknya lirih.. Aku menjawab dengan semangat tinggi : Nggak papa ma…ketagihan pun nggak papa kok…. bagaimana …? aku carikan ya sayang…”

“Tapi pa…aku kan nggak mudah terangsang…dan lagi ..aduhhh aneh rasanya ML dengan orang lain…” katanya ragu ragu.

Sayang aku hanya dapat 2 gigolo,dan kuberi mereka pengarahan bagaimana nanti memuaskan istriku. Sengaja aku pilih ukuran batangnya berbeda beda., si Rudi yang katanya berbatang raksasa, sangat bangga dengan ukurannya. Jaminannya tidak ada wanita tidak puas dengan ukuran batangnya. Rata rata awalnya mereka takut, tetapi begitu masuk, mereka semua menjadi ganas…whhooo boleh juga sesumbarnya.

Kami menyewa villa, dengan makan malam yang romantis, sengaja Rudi dan Andy aku undang untuk datang belakangan., mereka datang dengan memakai jas rapi dan tampak bersih dan rapi. Aku tunjukkan kepada istriku bahwa mereka nanti akan melayani dirinya. Istriku rupanya grogi dan tampak tidak nyaman. “mmmm pa..gimana kalo kita batalkan saja acaranya…” bisiknya dengan suara gemetar. “Santai aja ma…ingat mereka akan melayani kamu dengan sebaik baiknya, mereka tidak akan memaksa, bahkan bersedia melakukan apa yang kamu perintahkan….dan mereka cakep cakep lho ma…”

“Iya sih memang cakep…tapi..aduh gemeter nehh…” Katanya dengan takut takut…

Kamar tidur sudah aku siapkan dengan tempat tidur ukuran terbesar, tidak standar karena tempat tidur ini memang digunakan untuk hal hal khusus seperti ini. Rudi aku mintu menunggu diluar dan aku perintahkan Andy untuk masuk terlebih dahulu.. Andy memiliki tubuh paling atletis. Dengan sengaja dia membuka bajunya dengan tetap memakai CD yang sexy. Batangnya sih nggak terlalu besar, memang tugas dia hanya menjilat kaki , tangan dan punggung saja.

Akupun mulai menanggalkan bajuku…dengan perlahan aku buka gaun sexy istriku, meloloskannya jatuh ke lantai. “Pa…aku malu..badanku nggak bagus lagi….” bisiknya. “Jangan begitu ma, dimataku kamu adalah wanita paling sexy, dan kamu tahu apa kata mereka ketika melihat fotomu…Wow..istri om masih cantik sekali…

Jadi?jangan ragu sayang….” bisikku juga sambil mulai mencium leher dan bibirnya. Aku tuntun dia menuju tempat tidur. Sementara Andi tersenyum mulai mendekati istriku dari belakang dengan mencium punggung dan pinggangnya, sedang aku mulai menjilat lembut puting susunya yang bergetar.

Badan istriku yang ramping mulus dengan buah dadanya tidak terlalu besar, tetapi padat berisi, yang paling menggairahkan adalah putingnya yang merah muda… dan kedua bongkahan pantatnya yang terlihat mulus menggairahkan serta gundukan kecil yang membukit yang ditutupi oleh rambut-rambut halus yang terletak diantara kedua paha atasnya terbuka dengan jelas.

Kemudian kutarik istriku berdiri, dengan Andi tetap di belakangnya, kedua tangan Andi mulai menjelajahi seluruh lekuk dan ngarai istriku itu. Aku sempat melihat ekspresi wajah istriku, yang dengan matanya yang setengah terpejam dan dahinya agak berkerut seakan-akan sedang menahan suatu kenikmatan yang melanda seluruh tubuhnya dengan mulutnya yang mungil setengah terbuka, menunjukan dirinya menikmati benar permainan dari Andi terhadap badannya itu, apalagi ketika jemari Andi berada di semak-semak kewanitaannya, sementara tangan lain Andi meremas-remas puting susunya, terlihat seluruh badan istriku yang bersandar lemas pada badan Andi, bergetar dengan hebat. Aku tahu dia gemetar karena perasaannya masih belum bisa menerima, tetapi juga ada perasaan ingin..

Rudi aku minta segera masuk, dengan hanya memakai celana dalam saja. Rudi memiliki batang paling besar, aku sendiri belum melihatnya. Aku hanya minta dia bersiap siap saja andaikata istriku minta coitus. Dan Aku tekankan kepadanya untuk memakai kondom, jangan sekali kali menyentuh istriku tanpa kondom..

Aku rebahkan istriku ke tempat tidur lagi, tetapi kali ini agak diujung agar Rudi mudah menciumi bibir bawahnya. Sementara aku masih menciumi lembut bibir istriku, dan Andi masih merangsang istriku dengan mengigit gigit ujung payudaranya. Tampaknya istriku risih ketika Andi menjilat ujung putingnya yang merah muda itu tapi dia membiarkannya, mungkin dia merasakan sensasi yang hebat.”ah papa…geli …sshh…aaahh geli…malu pa..” Tenang sayang…enakkan….Tampaknya dia menikmati sekali ketika putingnya digigit dan dijilati dua laki laki.

Istriku kini telentang di tempat tidur dengan kedua kakinya terlihat menjulur di lantai dan pantatnya terletak pada tepi tempat tidur, sehingga dia tidak bisa melihat dengan jelas bagian bawah tubuhnya yang sedang menjadi sasaran jilatan Rudi. Rudi mengambil posisi berjongkok di lantai diantara kedua paha istriku yang telah terbuka lebar. Rudi memang hebat, lidahnya panjang dan kasar sehingga dengan cepat istriku mengelepar. Aaaahh geli pa…geli…jangan dicium yang bawah…geli…ahhssh…kok enak ya pa…aneh ya pa…aku kok cepet terangsang sekali sekarang…ahhh..pa..padahal Cuma diciumin.”

Aku minta Rudi geser sedikit, dan segera aku arahkan batangku ke bibirnya. Aku tidak mau langsung karena istriku tidak suka kasar, dan aku gesek gesekkan dan sedikit memasukkannya pelan pelan..dan aku gerakkan pelan pelan., lalu aku cabut lagi…dengan terpejam istriku berbisk ke dekat telingaku, “pa …apa aku boleh raba dada bidang mereka?shhsshh…boleh ya pa…”Rupanya istriku penasaran.

Dengan tangannya yang gemetar dia menyentuh dada andi dan rudi. Aku tahu sebenarnya dia ingin menyentuh yang lain lebih jauh, tapi masih malu atau sungkan denganku.

Rudi rupanya lebih kreatif dengan melepas cel damnya. Ups! rupanya dia tidak ngecap, dengan diameter 6cm dan panjang hampir 25cm, warna topinya merah muda, sangat besar juga untuk ukuran orang indonesia. Tampaknya meskipun cuma sebesar itu tidak mungkinlah bisa masuk ke vagina istriku, karena istriku mungil dengan tinggi Cuma 150 cm . Aku kuatir nanti istriku merasa seperti diperkosa.

Sementara aku masih memompa dengan lembut, tangan istriku mulai turun keselangkangan Rudi dan terkejut ketika menyentuh batangnya. “Pa! besar sekali punyanya… aduuuhhh nanti jangan dipaksa masuk cepat cepat ya….please…aku ngeri..kok jauh lebih besar dari punyamu pa…aduh…”

Aku lepaskan batangku dan Rudi kembali melumat vagina istriku…Rudi pengalaman sekali, sehingga mudah menemukan titik rangsang istriku. Dan benar saja tubuh istriku bergetar hebat….dan kembali dia merintih “aduhh pa gila…gilaaaa….enak sekali….sekarang masukkan massukkan lagi shhhh….sambil mencari cari batangku…”Rintihnya “Yang mana yang dimasukkan honey?hmm punya Rudi?Godaku.” Aduh papa gitu deh….papa dulu lagi please….Rintihnya.

Sementara Andi masih dengan setia menjilati payudara istriku yang menegang hebat….Aku masih menciumi bibirnya, sengaja aku tidak mau melepas bibirnya agar dia tidak malu dengan 2 anak muda ini.

“gimana ma kalo Rudi aja yang masuk….nggak papa kok…Kapan lagi kamu merasakan yang besar…nggak akan sakit karena rudi tahu cara masuknya”Bisikku..” Aku malu pa…malu…ssshhh… bener nggak papa? …nggak nyesel? …ssshhhh…bener? ..aaahhh…gila enaaak banget…” Aku bisikkan lagi “nggak papa sayang, nanti kalo sakit ya nggak usah dipaksa…pokoknya kamu nikmati aja….” Lalu aku kode Rudi untuk bersiap siap….Jujur saja aku sebenarnya gemetaran ketika rudi mulai menyiapkan batangnya. Rasanya nggak terima batangnya yang besar menghangatkan vagina istriku. tapi disisi lain aku ingin melihat istriku bercinta dengan laki laki lain…Dari awal aku selau mengingatkan mereka untuk tidak kasar dan memaksa coitus kalau tiba tiba istriku tidak mau. Dan sekarang mereka sudah bersiap sipa untuk coitus, rasanya aku tidak mampu menghentikannya. Rasa ingin tahuku lebih besar dari rasa cemburuku….

Terlihat Rudi memegang penis raksasanya itu, serta mulai di usap-usapkan dengan lembut di belahan bibir kemaluan istriku yang sudah sedikit terbuka, Ujung kemaluannya yang kasar menggosok gosok klitoris istriku, Aduhhh cemburuku luar biasa.! Sengaja Rudi menggosoknya cukup lama agar istriku bisa melihat kemaluannya yang besar. Dan memang benar istriku dengan mata yang terbelalak melihat ke arah senjata Rudi yang dahsyat itu, sedang menempel pada bibir vaginanya. Kedua tangan isteriku kelihatan mencoba menahan badan Rudi dan badan istriku terlihat agak melengkung, tampaknya dia kawatir kalau kesakitan…. pantatnya dicoba ditarik ke atas untuk mengurangi tekanan penis raksasa Rudi pada bibir vaginanya, akan tetapi dengan tangan kanannya tetap menahan pantat istriku dan tangan kirinya tetap menuntun penisnya agar tetap berada pada bibir kemaluan istriku sambil mencium telinga kirinya, terdengar Rudi berkata perlahan, “Tante…, saya gosok gosok dulu yaa…biar enak….ok?hmm bagaimana..enak ya….maaf yaa…, kalo masuk sekarang…, boleh ya?”, terlihat kepala istriku hanya menggeleng-geleng kekiri kekanan saja, entah apa yang mau dikatakannya, dengan pandangannya yang sayu menatap ke arah kemaluannya yang sedang didesak oleh penis raksasa Rudi itu dan mulutnya terkatup rapat seakan-akan menahan debaran jantungnya.” Bisiknya : “Pa… punya rudi jangan masuk dulu ya…aduh jangan ya… paaa …ssshhh….terlalu besar…aduh..besaaar sekaliii….ngeri…” Aku ciumi bibirnya “Nikmati aja sayang nikmati aja….tadi kan punyaku sudah masukk…jadi udah nggak terlalu sakit kan…”

Rudi tanpa menunggu lebih lama lagi, segera menekan penisnya ke dalam lubang vagina istriku yang telah basah itu, biarpun kedua tangan istriku tetap mencoba menahan tekanan badan Rudi…..Aku bisikkan lagi ke telingannya…” jangan tegang ma..santai aja….biarkan masuk…biarkan masuk .” Mungkin, entah karena tusukan penis Rudi yang mendesak desak atau karena ukuran penisnya yang sangat besar, langsung saja istriku berteriak merintih rintih , “aahh.. , ssshh ya pelan-pelan begitu aja ya… .pelan pelan sekali yaaaa…. aahh.”, terdengar rintihan dari mulutnya dengan wajah yang agak menegang mungkin juga menahan rasa kesakitan. Kedua kaki istriku yang mengangkang itu terlihat gemetar. Kepala penis Rudi yang besar itu telah terbenam sebagian di dalam vagina istriku, kedua bibir kemaluannya menjepit dengan erat kepala penis Rudi, sehingga belahan kemaluan istriku terlihat terkuak membungkus dengan ketat kepala penis Rudi itu. Gila menggairahkan sekali! Aku dekati kemaluan isteriku dan kucoba merangsang klitorisnya dengan jariku. Kulihat kedua bibir kemaluan istriku tertekan masuk begitu juga clitoris istriku turut tertarik ke dalam akibat besarnya batang Rudi. “Bagaimana sayang…lebih enakkan sekarang? ….nikmati aja…bisikku dekat telinganya…Istriku mulai tersenyum. malu “hhh..paa… mulai agak enak pa…aduh mulai enak….enak pa… enak paaaa…nggak papa niiih pa…kalo besaar ternyata enaak ya pa…aadduh….nanti kalo akuu ketagihan gimanaa pa..aaduhhh….”Istriku mulai merintih dan meracau…padahal batang Rudi baru keluar masuk sebagian saja.

Rudi menghentikan tekanan dan kocokan penisnya, sambil mulutnya mengguman, “Maaf…, tante…, kalo saya kurang lembut. .., maaf yaa…, tante!”.

“aagghh…, nggaaaak kok…udah mulai agaaak enak…tapi…jangan teerrlalu diiipaksakan. .., yaahh..masukkan pelan pelan lagi yaaa… agak dalam yaa.aahh., istriku mencoba menjawab dengan badannya terus menggeliat-geliat, sambil merangkulkan kedua tangannya di punggung Rudi.

“Tante.., saya mau masukkan lagi…, yaa…, dan tolong katakan yaa…, kalau tante masih merasa sakit”, sahut Rudi dan tanpa menunggu jawaban istriku, segera saja Rudi melanjutkan tekanan penisnya ke dalam lubang vagina istriku yang terhenti itu, tetapi kali ini kocokannya dilakukannya dengan lebih cepat.

Secara lembut tapi pasti, penis raksasa itu menguak dan menerobos masuk ke dalam sarangnya. Ketika penis Rudi telah terbenam hampir setengah di dalam lubang vagina istriku, terlihat dia telah pasrah saja dan sekarang kedua tangannya tidak lagi menahan badan Rudi, akan tetapi sekarang kedua tangannya mencengkeram dengan kuat pada tepi tempat tidur. Rudi menekan lebih dalam lagi, kembali terlihat wajah istriku meringis menahan sakit dan nikmat, kedua pahanya terlihat menggeletar, tetapi karena istrikutidak mengeluh maka Rudi meneruskan saja tusukan penisnya dan tiba-tiba saja, “aahh”, Rudi melenguh sambil menekan seluruh berat badannya dan pantatnya menghentak dengan kuat sehingga membuat tempat tidur tersebut bergoyang dengan keras.

Pada saat yang bersamaan terdengar keluhan panjang dari mulut istriku, “Aduuh paaa……..aahh…..”, sambil kedua tangannya mencengkeram tepi tempat tidur dengan kuat dan badannya melengkung ke depan serta kedua kakinya terangkat ke atas menahan tekanan penis Rudi di dalam kemaluannya. Rudi mendiamkan penisnya terbenam di dalam lubang vagina istriku sejenak, agar tidak menambah sakit istriku sambil bertanya lagi, “Tante.., sakit…, yaa? Tahan dikit yaa, saya goyang pelan pelan kok ..sebentar lagi akan terasa nikmat …dijamin deh …!”, bisiknya ditelinga istriku. Istriku dengan mata terpejam hanya menggelengkan kepalanya sedikit seraya mendesah panjang, “aagghh.. ., paaa…sudah pa….aduhh… sudahhh please…sakit….sakit….terlalu besaaar…aah”, Kulihat air mata mulai menetes di sudut matanya. Cepat cepat lalu Rudi menciumi payudara istriku dengan ganas. Terlihat pantat Rudi bergerak dengan cepat naik turun, sambil badannya mendekap tubuh mungil istriku dalam pelukannya. Semakin lama semakin cepat….terkadang batangnya dikeluarkan dari vagina istriku, kemudian dihunjamkannya lagi. Membuat istriku melenguh dan merintih berkepanjangan.

Tak selang lama kemudian terlihat badan istriku bergetar dengan hebat dari mulutnya terdengar keluhan panjang, “Aaduuh… , oooohh…, ssshh.. ., sshh paa! Aku..ahhh..aku…ahhh….aku..akh…sshhh…oohhh” , kedua kaki istriku bergetar dengan hebat, melingkar dengan ketat pada pantat Rudi, dengan mata yang membeliak dan tubuh menghentak hentak istriku mengalami orgasme yang hebat dan berkepanjangan. Selang sesaat badan istriku terkulai lemas dengan kedua kakinya tetap melingkar pada pantat Rudi. Dengan tersenyum Rudi tetap melakukan goyangan goyangan memutar dengan lembut , kali ini dia tidak menekan, karena dia tahu kalo si wanita orgasme, si cowok harus mengikuti gerakan pinggul wanita tersebut .aah, suatu pemandangan yang sangat erotis sekali.

Kemudian Rudi mulai melepaskan dirinya dan bergeser ke samping, dia memberi kesempatan kepadaku untuk mendekati istriku.

, “bagaimana sayang…enakkan batangnya Rudi? Sakiittt? ..hmmm bisikku lagi.

Dengan memukul mukul dada bidangku, istriku berbisik malu malu tapi dengan nada protes : “Kenapa nggak bilang bilang paaa…kalo enaknya luar biasa seperti ini…nikmat banget sayang…

.bisa orgasme paa… nikmat…betul kata papa, kalo besar enak ya… enak sekali…..sekarang pengen sama punya papa ya…, kasihan kan papa belum keluar…”Pipinya bersemu merah, malu…

Aku benar benar terangsang hebat melihat pemandangan tadi, dengan segera aku masukkan batangku ke vaginanya yang super basah itu…ya ampun gara gara batang rudi yang besar tadi batangku masuk tanpa gesekan lagi. “aaahh hunjamkan pa hunjamkan pa…sshhh” Istriku memang bisa multi orgasme, dan malam ini aku benar benar ingin membuatnya puas dengan orgasme tidak terbatas. : Nggak terasa ya ma…? bisikku.” Terasa kok pa…terasa…memang kurraaang. tapiii nikmaat “. Maka dengan sedikit tenaga kuserudukkan saja rudalku itu menerobos liang vaginanya. “Aaghh”, mata istriku terpejam, sementara bibirnya digigit. Tapi ekspresi yang terpancar adalah ekspresi kepuasan. Aku mulai mendorong-dorongkan penisku dengan gerakan keluar masuk di liang vaginanya. Diiringi erangan dan desahan istriku setiap aku menyodokkan penisku, melihat itu aku semakin bersemangat dan makin kupercepat gerakan itu. Bisa kurasakan bahwa liang kemaluannya semakin licin oleh pelumas vaginanya.

“Ahh…, ahh”, istriku makin keras teriakannya.

“Ayo paaa…, terus”.

“Enakkk…, eeemm…, mm!”.

Tubuhnya sekali lagi mengejang, diiringi leguhan panjang, “Uuhh…hh…” “ma aku keluar ya yaah”, aku perlu bertanya pada dia

“keluarkan paaa ,keluarkan….mm sshh…”

Dengan satu sodokan keras, aku dorong pinggulku kuat-kuat, sambil kedua tanganku memeluk badan istriku dengan erat dan penisku terbenam seluruhnya di dalam lubang kemaluannya dan saat bersamaan cairan spermaku menyembur keluar dengan deras di dalam lubang vagina istriku. Badanku tehentak-hentak merasakan kenikmatan orgasme di atas badan istriku, sementara cairan hangat maniku masih terus memenuhi rongga vagina istriku, tiba-tiba badan nya bergetar dengan hebat dan kedua pahanya menjepit dengan kuat pinggulku diikuti keluhan panjang keluar dari mulutnya, “…aagghh…aahhh …!”, saat bersamaan istriku kembali mengalami orgasmenya dengan dahsyat kali ini yang kedua. Gila …luar biasa enak dan menggairahkan sekali

Dengan terenyum Rudi kembali mendekati istriku,” gimana tante kalo saya puaskan lagi….Istriku terperanjat “Lho…lagi …aku kan sudah orgasme dua kali pa…” tanyanya sambil memandang bimbang kepadaku . “Lho ma…kalo lagi kan kamu bisa berkali kali orgasmenya” Kataku.

” Tapi…tapi… mmm.. oklah kita coba lagi…tapi kali ini agak cepat ya…kalo pelan kurang rasanya” Bisiknya…

Istriku kembali melirik padaku sambil menggigit bibir bawahnya…aku tahu dia masih ingin tapi malu kepadaku…matanya nanar memandang penis Rudi yang masih berdiri tegak itu..Tanpa menunggu jawabannya aku minta Rudi segera memasang kondomnya. Kali ini aku ingin three some…dan Rudi mulai mendekatkan penis raksasanya ke vagina istriku lagi.

Kini aku akan menyaksikan bagaimana Rudi mempermainkan tubuh mungil istriku, Tante..bagaimana kalo kali ini saya agak kasar tapi tetap nikmat kok…dijamin dehhh..”

Istriku hanya mengangguk, mungkin dia juga ingin merasakan bagaimana bercinta dengan sedikit kasar..

“pa..gimana paaa…nggak papa…? Nanti ..nggak seret lagi lho… “tanyanya dengan suara yang bergetar …” kan aku sudah bilang honey..nikmati aja.”

Dengan memegang pinggang istriku, Rudi langsung memasukkan penisnya dalam dalam….Dan istriku sama sekali tidak menolak…Gerakan Rudi terlihat mulai sangat kasar, hilang sudah lemah lembut yang pernah dia perlihatkan. Mulai saat ini Rudi mengerjai istriku dengan agak brutal dan kasar. Istriku benar-benar dipergunakan sebagai objek seks-nya. Dia ganjal pantat istriku dengan bantal 2 tumpuk sehingga lubang vaginanya yang lebih tinggi tampak merekah dengan lelehan sperma milikku. Batangnyanya benar benar dihunjamkan dengan hentakan hentakan kasar dan gila…. luar biasa cepat.. Aku sangat takut kalau-kalau Rudi menyakitinya, tetapi dilihat dari ekspressi muka dan gerakan istriku ternyata tidak terlihat tanda-tanda penolakan dari pihak istriku atas apa yang dilakukan oleh Rudi terhadapnya. Bahkan tangannya mencengkeram erat pantat Rudi seakan takut kalo Rudi menghentikan hentakan gilanya.. Luar biasa…pemandangan ini sungguh menggairahkan. Aku benar benar terangsang hebat

Aku bisikkan kepadanya…honey kita threesome ya….dengan segera aku arahkan batang ku kemulutnya untuk di kulum. Aaahhh nikmat sekali….Kami merubah posisi doggy style dengan Rudi tetap dibelakang dan batangku tetap dimulut istriku…

Aku berbisik lagi mengusulkan bagaimana kalau Andi bergantian dengan Rudi memasukkan batangnya dari belakang…biar nggak jadi obat nyamuk.

“Aduh pa…malu paa…aaaahh tapi iya paaa… nggak papa…nikmat kok…pelan pelan yaa” Dan bertiga batang kami bergiliran masuk ke vaginanya….Bahkan kami mencoba memasukkan berurutan. Andi bagian pertama, aku kedua dan Rudi ketiga. Istriku memandangku dengan sayu tapi bibirnya sedikit tersenyum karena merasa nikmat sekali melihat tingkah kami yang bergantian menggilirnya dengan cepat. Aaahh…aaahh lebih cepat…lebihh cepat…gantian…gantiannnn…yang besar,….yang besar..aaahh….kurang cepat pa…kurang cepat..”

Tampaknya dia sudah tidak terlalu malu lagi…

“Tante , rudi ingin memberi sensasi lain neehh mau ya….” Istriku memandangku lagi masih meminta pertimbangan. Aku kedipkan mataku…its ok.. honey…

Dengan segera Rudi menggendong istriku. Istriku terlihat seperti anak kecil dalam gendongan Rudi. Kaki istriku terlihat merangkul pinggang Rudi, sedangkan berat badannya disanggah oleh penis Rudi.

Rudi berusaha memompa sambil berdiri dan sekaligus berusaha mencium istriku yang segera aku ingatkan untuk tidak melakukan itu.

Pantat istriku terlihat merekah dan tiba-tiba Rudi memasukkan jarinya ke lubang pantat istriku. “Ohh! Jangan…”. Mendapat serangan yang demikian serunya dari Rudi, badan istriku terlihat menggeliat-geliat dalam gendongan Rudi. Suatu pemandangan yang sangat seksi. “jangan kuatir tante…nikmati aja…”

Ketika Rudi merasa capai, istriku diturunkan dan Rudi duduk pada sofa. istriku diangkat dan didudukan pada pangkuannya dengan kedua kaki istriku terkangkang di samping paha Rudi dan Rudi memasukkan penisnya ke dalam lubang kemaluan istriku dari bawah… aku bisa melihat penis raksasa Rudi memaksa masuk ke dalam lubang kemaluan istriku yang kecil dan ketat itu. Vaginanya menjadi sangat lebar dan penis Rudi menyentuh paha istriku. Kedua tangan Rudi memegang pinggang istriku dan membantu istriku memompa penisnya secara teratur, setiap kali penis Rudi masuk, terlihat vaginanya ikut masuk ke dalam dan Ketika penisnya keluar, terlihat vaginanya mengembang dan menjepit penis Rudi. Mereka melakukan posisi ini cukup lama. Sementara istriku mengerang dengan hebat …dan berbisik..”.nikmat pa…nikmat…sekali…ssshhh…aduh…nikmat….”

Kemudian Rudi mendorong istriku tertelungkup pada sofa dengan pantat istriku agak menungging ke atas dan kedua lututnya bertumpu di lantai. Rudi kembali akan bermain doggy style. Ini sebenarnya adalah posisi yang paling aku sukai. Dari belakang pinggul istriku, Rudi menempatkan penisnya diantara belahannya dan mendorong penisnya masuk ke dalam lubang vagina istriku dari belakang dengan sangat keras dan dalam, semua penisnya amblas ke dalam vagina istriku. Jari jempol tangan kiri Rudi dimasukkan ke dalam lubang pantat. istriku setengah berteriak, “aagghh!”, badannya meliuk-liuk mendapat serangan Rudi yang dahsyat itu. Badan istriku dicoba ditarik ke depan, tapi Rudi tidak mau melepaskan, penisnya tetap bersarang dalam lubang kemaluan istriku dan mengikuti arah badan istriku bergerak.

Istriku benar-benar dalam keadaan yang sangat nikmat, desahan sudah berubah menjadi erangan dan erangan sudah berubah menjadi teriakan, “oohhm. .., aaduhh pa…nikmaatt”. Rudi mencapai payudara istriku dan mulai meremas-remasnya. Tak lama kemudian badan istriku bergetar lagi, kedua tangannya mencengkeram dengan kuat pada sofa, dari mulutnya terdengar, “Aahh…paa, aahh…pa… kok nikmat paaa, sshh…, ssshh!”. istriku mencapai orgasme lagi yang ke empat kalinya, saat bersamaan Rudi mendorong habis pantatnya sehingga pinggulnya menempel ketat pada bongkahan pantat istriku, penisnya terbenam seluruhnya ke dalam kemaluan istriku dari belakang. Sementara badan istriku bergetar-getar dalam orgasmenya, Rudi sambil tetap menekan rapat-rapat penisnya ke dalam lubang kemaluan istriku, pinggulnya membuat gerakan-gerakan memutar sehingga penisnya yang berada di dalam lubang vagina istriku ikut berputar-putar mengebor liang vagina istriku sampai ke sudut-sudutnya.

Gerakan pantat Rudi bertambah cepat dan ganas memompa dan terlihat penisnya yang besar itu dengan cepat keluar masuk di dalam lubang vagina istriku, tiba-tiba, “Oohh… , oohh!”, dengan erangan yang cukup keras dan diikuti oleh badannya yang terlonjak-lonjak, Rudi menekan habis pantatnya dalam-dalam, menekan pinggul istriku ke sofa, sehingga penisnya terbenam habis ke dalam lubang kemaluan istriku, pantat Rudi terkedut-kedut sementara penisnya menyemprotkan spermanya di kondom di dalam vagina istriku, sambil kedua tangannya mendekap badan istriku erat-erat. Dari mulut istriku terdengar suara keluhan, “Sssh…, sshh…, hhmm…., hhmm!”, merasakan semprotan tertahan di dalam liang vaginanya. Sebenarnya ini tidak ada didalam kontrak bahwa Rudi boleh ejakulasi diadalam tubuh istriku. Tetapi pemandangan menggairahkan ini membuatku tidak kuasa memprotesnya. “Aduh maaf om..aku keluarkan di dalam…habis tante sexy banget….istri om cantik sekali…cantik sekali…

Setelah berpelukan dengan erat selama beberapa detik, Rudi kemudian merebahkan diri di atas badan istriku yang tergeletak di sofa, tanpa melepaskan penisnya dari vagina istriku..

Aku datangi tubuh mereka berdua yang masih menyatu…” bagaimana honey nikmat ya….”

“aduh paa. bikin malu aja…memang nikmat kok pa…terima kasih ya sayang…aku puas sekali malam ini..”

Rudi segera mencabut batangnya tetapi segera dilarang oleh istriku “biarkan didalam Rud…masih enak..jangan dicabut dong… selain itu juga malah sakit kalo dikeluarin.

Ma ini baru namanya four some lho…cuma Andy ikut nggak terlalu lama,

Dengan berbisik lembut istriku berkata :P aa nggak papa ya…. kalo lain kali kita BCT ( ini istilah kami untuk bercinta) seperti ini lagi….ternyata batang besar Rudi memang enak…tapi besok besok pake 2 batang besar nggak papa ya…aku pengen yang lebih lama lagi….”istriku merengek

OK honey besok pagi biar Rudi memanggil teman temannya….”

Rudi &Andy aku suruh pulang karena tugas mereka sudah selesai sambil mengingatkan kalo jam 10 pagi Rudi datang lagi sambil membawa 2 orang temannya. Dua hari ini aku akan memuaskan istriku…

“Saya ada 2 teman yang memang agak kecilan dibanding punya saya, tapi mereka lebih ahli dari Andi. Bagaimana om bisa saya ajak mereka?” Tanya Rudi. “OK lah tapi mereka tetap harus memakai kondom kalo bercinta dengan istriku “Syaratku.” Nggak masalah om, Cuma efeknya mereka akan bermain lebih lama”

Pagi pagi aku ajak istriku mandi, kali ini dia bener bener jadi ratu , aku gosok tubuhnya dengan lembut…aku ciumi bibir dan payudaranya di dalam bath-up. “Paaa..? Apa papa nggak nyesel….aku malu banget lho….”tanyanya” Ayolah ma jangan begitu…ini kan ulang tahunmu…aku undang mereka jam 10 pagi ini lagi bagaimana ….?”

“hhhm kok lagi siiihh…” Wajahnya kemerahan menahan malu. Lho kan enak kan sayang..Bisikku. “tapi batang mereka besar…kalo sering sering .kan bisa nggak rapet lagi .paaaa.nanti kalo kamu nggak terasa jangan nyesel lho ya….”

Lhhho kamu apa lupa kalo bisa mencengkeram….Coba nanti terapkan ke Rudi…pasti dia nggak bakalan tahan lama…”

“Hmm. nggak papa pa aku cengkeram punya mereka? …sambil matanya berkedip kedip.

“Lho nggak papa kalo kamu merasa enak…”bisikku lagi

.” iya sihhh…enak …enak sekali malah…”Katanya meringis malu sambil menggelendot manja…

“Sebenarnya aku paling senang kalo mereka bisa bergantian cepat masuknya…gimana gitu rasanya…kelihatan sexy banget..tapi harus gantian yang besar dan yang kecil….lebih enak…sangat enak tepatnya…aahh jadi malu pa….”sambil menutup kedua wajahnya dengan handuk.

Selesai mandi aku minta istriku memakai lingerie merah sexynya dengan stocking hitam menerawang….hm istriku memang sangat matang dan sexy meski usianya 32 tahun…

Tak berapa lama Rudi datang bersama 2 rekannya, Max…, Charles..mereka memperkenalkan diri.

“Bagaimana sayang..bisa kita mulai?sambil kucium lembut bibir istriku…”mmpphhh tapi mereka nggak boleh kasar kasar yaaa….” katanya…

Max diikuti Rudi segera mengambil inisiatif melepas bajunya,,tampaknya mata istriku kagum melihat batang batang mereka, nafasnya mulai memburu…” aku gemetaran pa….aduhh”

Dengan berjongkok diantara kedua kaki istriku, max mulai menciumi dan menjilat bulu bulu halus vagina istriku, sementara Rudi mencium pantat istriku dari belakang.” Aargh pa..aku nggak kuat kalo berdiri….nikmatt…istriku mengerang pelan. Paha istriku bergetar lembut ketika lidah max menjilati bukit mungil berbulu itu. Terengah engah istriku meremas rambut kepala max dengan satu tangan, perlahan menekan, memaksa pria itu menjelajahi seluruh permukaan vaginanya dan menjerit kecil ketika klitorisnya tersentuh lidah kasar Max. Max terlihat sibuk menjilati bagian kecil yang menonjol itu, menekan nekan dengan lidahnya dengan sesekali digigitnya, mendenguskan nafas hangat kedalam liang panas membara tersebut. Istriku kembali menjerit tertahan..: ssshh aahh Sementara tangan satu menekan kepala Rudi untuk lebih dalam menciumi belahan pantatnya. Aku masih bermain lidah dengan istriku serta membelai lembut rambutnya. Charles mulai mendekati payudara istriku dan meloloskan tali lingerie dari tangan kiri istriku. Dengan lembut mulai menggetarkan ujung payudara istriku. Dengan cepat istriku menggelegak panas, nafasnya mulai memburu..Luar biasa ..! istriku berdiri dengan 2 laki laki berjongkok di sela sela pahanya, ditambah satu lagi menjilat jilat putingnya, permainan ber empat ini benar benar merangsangku…

Kembali aku rebahkan istriku di tempat tidur. Sambil berbisik aku tanyakan” Gimana ma kalo Max mulai masuk….nggak papa ya….? Istriku mengangguk lemah sambil masih memejamkan matanya…” Paa aku berdenyut denyut neeh “bisiknya

Max mulai melepas CD nya dan…ya ampun..batangnya ternyata tidak lebih kecil dari milik Rudi…kali ini malah melengkung keatas. Istriku masih menggeliat mengeliat menahan geli diatas sprei satin pink dengan mata terpejam karena Charles masih sibuk menjilati payudara dan perut istriku…

Perlahan Max membuka lebar paha istriku dan sedikit mengangkatnya, menempatkan dirinya diantaranya dan mulai mendekatkan batang kerasnya ke kemaluan istriku, aku ingatkan dia untuk mengenakan kondomnya.

Istriku segera meraih dan menuntunnya ke lubang kewanitaannya “aahh besar sekali pa…”Dengan cepat kelakiannya yang menegang segera melesak kedalam tubuh istriku. Max segera melakukan pekerjaannya dengan baik, mendorong, menarik kejantanannya dengan cepat. Gerakannya cukup ganas mengimbangi isriku seperti hendak meluluh lantakkan tubuh putih istriku yang menggeliat kegelian itu.

Aaahhh paaa nikmatt…arghh…teruuss.” Tak kenal ampun batang Max menghunjam berkali kali menerobos masuk deep inside. Istriku menjerit jerit nikmat menyuruh Max lebih keras lagi bergerak. Max mengerahkan tenaganya untuk memenuhi permintaan istriku. Otot otot bahu dan lengannya kelihatan menegang dan berkilat kilat karena keringat, pinggangnya bergerak cepat dan kuat bagai piston lokomotif . Suara berkecipak terdengar setiap kali tubuhnya menekan dalam vagina istriku, ramai sekali. Aaah papaa ahh ssh aahh pa..enak paa….

Wajah Max mulai memerah, aku tahu dia akan ejakulasi, aku ingatkan dia untuk tidak mengeluarkan di dalam. Dengan segera Charles menggantikan posisinya, untung batang Charles berukuran sama dengan milik Max, “Ceepat masukkan…cepaattt, “istriku merintih minta agar batang Charles segera masuk. Dengan goyangan lebih cepat, batangnya menghunjam keras ke vagina istriku. Karena tenaganya belum terpakai maka hentakan pinggang Charles bergerak cepat luar biasa, mengeluarkan kecipak lebih ramai.

Paaa enak paa…ahh,” istriku mulai orgasme

Aku lihat bibir vagina istriku memerah keluar masuk karena besarnya batang batang anak muda ini. Ketika wajah Charles mulai bersemu merah dengan cepat Max kembali menggantikan. Dengan tenaga barunya, Max kembali memasukkan kejantanannya ke dalam vagina istriku sambil berbisik kepadaku “Om ..istri om hebat sekali, belum pernah saya dan Charles melayani wanita yang kuat seperti istri om….Biasanya mereka sudah orgasme dulu sebelum kami ejakulasi…Tapi istri om ini luar biasa….Dan maaf.. vaginanya bisa meremas…membuat kami nggak bisa lama lama…oohh oohh maaf..maaf… saya keluar…Tante…aduh tante…maaf …nikmat sekali….” Max rupanya ejakulasi, aku pelototi dia karena mengeluarkan didalam. Enak aja…!Dengan muka bersalah Max mencabut perlahan batangnya. Dengan cepat Charles giliran memasukkan batangnya agar tidak ada jeda. Jeda ini akan membuat mood istriku turun..

Aku masih sibuk mencium bibir istriku agar dia tidak bisa melihat jelas wajah kedua gigolo itu,, bahaya dong…bisa bisa nanti dia bercinta denganku tapi membayangkan Max dan Charles. Aku bisikkan ketelinganya….” enak ma…nikmat ya… apa kamu nggak pengen mengoral batangnya Rudi?”tanyaku

Boleh pa…gak papa? Kepingin juga siihh…kalo besar rasanyaaa gimana yahhh….nggak papa pa? ..tapi pakai kondom lho ya…aahh..aahh” Jerit istriku ketika max terlalu dalam menghunjamkan batangnya. Rupanya anak muda ini keenakan..sontoloyo…” maaf om…enak sekali…istri om luarbiasa aahh…luar biasa ..aaahh “Erang Charles.

Aku kasih kode Rudi untuk memasang kondom rasa buahnya. Bagaimanapun aku nggak mau istriku mengoral batang orang lain tanpa kondom. Perlahan dia dekatkan batang raksasa ke mulut istriku. Dengan ragu ragu istriku memandangku… “Go a head..” kataku. Dengan perlahan mulut mungilnya melahap batang itu. “mphh….mmph…aahh” istriku mengambil nafas…” Besar sekali pa….nggak cukup….Dengan perlahan tangan Rudi kembali memegang kepala istriku dan mulai menekan ke arah batangnya.

Mphhh….mph….mphh.. Mata Rudi terbeliak keatas…Kurang ajar…keenakan juga anak ini….Gerakan istriku bertambah cepat, tangan kecilnya giat mengocok batang raksasa itu.

“om..Om…Charles boleh masuk dari belakang? Pasti istri om keenakan deh….” Tanpa menunggu persetujuanku. Charles mulai menghunjamkan batangnya ke vagina istriku dengan gaya doggy stylenya.

Wow luar biasa…meliihat istriku digilir habis habisan oleh 2 anak muda ini…benar benar menggairahkan.

Rupanya Rudi tidak bisa menahan kenikmatannya…dengan cepat dia mengerang, ejakulasi didalam mulut istriku….Untung dia memakai kondom…Eh Wajah Charlespun dengan cepat bersemu merah..” aahh…ohh….Kali ini dia juga ejakulasi….Aduh tante…nikmat nikmat…aahh…tante hebat sekali…ahh menggigit sekali …aahh “Istriku semakin liar dan ganas, mengelepar gelepar, bergoyang ke kiri dan kekanan….” Paa sekarang papa…cepat paa….ayo paa….puaskan aku….please……masukkan punya papa…ayo pa….

Segera aku memberi kode agar kedua anak muda ini berhenti dan secepatnya pergi karena sekarang gilirannku. “kalian..pulanglah…”

Aku hunjamkan batangku….” nggak terasa ya sayang….” bisikku… Aduhh pa…nggak papa..tapi lebih nikmat…aahh…aahh…Aku masih bisa melayaninya cukup lama….Istriku memang hebat…

“terima kasih ya sayang…ini kado terindah yang pernah kamu berikan ..aku puas sekali”Bisiknya.

Pada hari ke tiga ke tika kami santai di dalam whirpool, iseng aku tanya lagi ke istriku,…

“Gimana ma …nggak kepingin lagi…?tanyaku

“lagi?Hmm masak terus terusan sih pa….nanti aku ketagihan lhoo..Kata istriku sambil memijit mijit punggungku..” kok jadi papa sih yang kepingin terus…kenapa sih pa?

“Entahlah ma…aku juga heran…seharusnya aku kan cemburu kamu digilir anak anak itu…tapi aneh,,aku kok malah terangsang berat ketika Rudi meniduri kamu…gila…menggairahkan sekali… aneh ya ma….Kataku.

“Aduh papa… kok gitu sih…Istriku merengut.

“coba gini ma aku pengen tahu fantasi liar apa yang kamu inginkan….aku pengen tahu….ayo dong ceritakan…honey”Desakku.

“Ah papa ini aneh aneh aja….”Istriku mencoba menghindar” ayolah ma…aku nggak marah kok…..”

“Bener nih… nggak marah…?..nanti aku cerita…papa bisa pingsan gimana hayo….ucapnya lagi…

“Woo memangnya seberapa heboh sih ma….”aku penasaran.

“Ok..bener lho ya nggak boleh marah kalo aku bicara jujur…habis papa mendesak sih.” Katanya masih ragu ragu menjelaskan.

“Sebenarnya aku bener bener menikmati yang kemarin itu…luar biasa deh… cuma…kalo pake kondom rasanya panas sekali…jadi mengurangi kenikmatannya. Padahal sebenarnya aku pengen hmm…coba kalo banyak batang yang masuk enak kali ya… kadang pengen juga cobain anal asal batangnya gak besar besar amat.” Sambil matanya ragu ragu memandangku…” Hayo kaget ya pa.!

kaget khan..!?

Terus terang aku terkejut juga dengan kejujurannya tapi aku tetap bilang : “ah itu kurang heboh….”

“Ha…bener pa..kurang heboh? !.Teriaknya.

“Ok ok aku lebih jujur sekarang…Sebenarnya aku ingin merasakan semprotan sperma di dalam, karena rasanya lebih enak lebih terasa…apalagi kalo banyak batang yang nyemprot di dalam. Pengen juga ngrasain mandi sperma….kayak apa ya rasanya….Juga nelen sperma anak anak muda itu…katanya orang orang obat awet muda sih “katanya malu malu.” Jadi aku kepinginnya bener bener sex party pa…banyak orang menggilirku liar, dari depan ,belakang,..rasanya gimana gitu….Aduh aku kebangeten ya…maaf ya pa..kalo aku aneh aneh..Cuma aku kuatir juga kalo anak anak itu gak bersih”

Aku bener bener terkaget kaget mendengar fantasinya. Aku coba untuk tenang menjawab meskipun getaran suaraku tidak mampu menutupi keterkejutanku.” Hmm boleh juga fantasimu.. nanti aku bisa minta anak anak itu check up dulu secara keseluruhan. Mungkin 5 orang aja cukup ya ma…masak mau nambah lagi?”Tanyaku.

“Hmmm sebenarnya aku pengen coba berapa ya…hmmm. berapa ya…hmmm bagaimana kalo 10 orang pa…kan tadi aku pengen sex party yang liar…kepingin melihat cowok cowok itu berebut menyetubuhiku, memasukkan batangnya..” Katanya lebih pelan lagi sambil menunduk malu.

Aku segera kontak Rudi untuk menyiapkan semuanya, paling tidak perlu 3 hari untuk check up terlebih dahulu untuk memastikan mereka semua bersih. Aku minta satu orang yang berbatang kecil untuk jaga jaga siapa tahu istriku ingin mencoba anal. Rudi juga memberi masukan bahwa dia kenal teman keturunan bule dengan orang hitam. Batangnya luar biasa besar. Memang kalo masuk ke vagina istriku pasti tidak bisa tapi mungkin untuk variasi masuk masuk sedikit mungkin istriku suka.

Akhirnya kami melaksanakan ML keroyokan ini di Finna hotel. Kebetulan ruang tengahnya luas , tanpa sekat sekat model strudio. Kamar mandi, dapur semua menyatu dalam satu ruangan. Rasanya cocok sekali kalo diadakan variasi sex party disini, apalagi cuaca pegunungan yang dingin sangat mendukung.

Istriku aku minta memakai lingerie nya yang paling sexy. “Ahhh istri om badannya bagus…benar benar menggairahkan…bener nih om, kami boleh meniduri tanpa kondom….? soalnya tante hebat kalo mencengkeram…Eh ..John..kamu belum cobain sih dijamin kamu nggak bakalan kuat deh sama tante ini…”komentar Rudi.

“Kalian boleh menggilir istriku tapi aku nggak mau kasar, biar istriku yang pegang kendali.”

Istriku mulai menarik tubuh Rudi dan John sambil memandangku seakan minta ijin.

Sementara cowok cowok yang lain mulai meloloskan baju bajunya…Hmmm jujur saja aku gemetaran melihatnya… bayangkan istriku akan digilir habis habisan oleh sepuluh cowok yang pasti kuat kuat tenaganya. Berapa lama untuk menyelesaikannya?3 jam, 4 jam? ah… sepertinya lebih… kuatkah istriku selama itu?Tapi ini semua permintaannya. Dan aku juga sangat menikmatinya.

Jari istriku mulai menyentuh dada bidang anak anak muda itu, sambil sesekali diciumnya ujung putingnya. Sontak batang Rudi dan John mermbesar dengan gagahnya….Dengan lembut tangan istrku mulai meremas rermas batang kedua lelaki ini dengan kedua tangannya. “Tante ..tante saya rangsang dulu ya…Rudi mengambil inisiatif, dengan segera kepalanya menuju ke belahan paha istriku. Sementara John mulai meloloskan lingerie istriku serta mulai menciumi payudaranya…”Ssshh aaahh…pa…geli pa…..Setiap lekuk payudara istriku yang indah, dijelajahi oleh lidah John dengan nafsu.

“Om , kami berdua gabung ya…kata Max dan Charles…sambil mendekatkan batang mereka ke tangan istriku. Dengan gemas istriku mulai mengocok keduanya dengan penuh gairah. Empat laki laki ini mulai menikmati tubuh istriku.

“Rudi memang ahli merangsang klitoris, dengan cepat istriku terbakar, kedua pahanya melebar dengan bibir vaginanya kemerahan karena digigit gigit ooleh Rudi…Tubuh istriku bergetar hebat, sambil merintih rintih “Rud…rud… tolong masukkan dikit ya……paaa…nggak papa ya pa…tanpa kondom….nggak papa ya pa….rintih istriku menatapku sayu. Kulihat keringat mulai menetes di lehernya, dada, perut dan pinggangnya.

Namun Tampaknya rudi sengaja membuat istriku penasaran, sabar …tante…sabar…ini Max mau muasin dulu…Kata Rudi. Max kembali menciumi ujung pitung merah muda istriku, “Ohhh Max…digigit..ya digigit seperti itu…aah nikmatt…aaahh..esah istriku. Cukup lama Max membenamkan wajahnya ke buah dada istriku dengan gigitannya yang ganas membuat garis garis merah diseluruh payudara istriku.

Rudi menggosok gosokkan kepala penisnya ke bibir kemaluan istriku, sengaja dia menggosok gosokkan ke klitorisnya sehingga membuat istriku menggelinjang hebat.” Aduh Rud jangan digosok terus…aahh…masukkan….akh..uh”Istriku terengah engah…Perlahan tapi pasti penis Rudi mulai menyelusup kedalam…kali ini istriku tidak menahan dengan tangan sehingga dengan cepat Rudi bisa mempompa . ….Perlahan tapi pasti batang rudi dengan cepat memenuhi rongga rongga vagina istriku. Dan seperti yang kuduga, kehebatan daya cengkeram vaginanya membuat anak muda ini merem melek. “aduh tante kenapa bisa begini enak….aduh…” Hentakan Rudi semakin cepat dan kepala istriku bergoyang kekanan kekiri membuat rambut semakin awut awutan sehingga wajahnya tampak sexy. Tidak sampai sepuluh menit gerakan pinggul Rudi bertambah liar dan dengan teriakan Rudi menghunjamkan batangnya dalam dalam…”ohh,ohh….tante hebat sekali…oohh….saya keluuar tante…ohh”

Dengan cepat Charles mengganti posisinya, batangnya dicoba digosok gosokkan kekiri kekanan, kadang dimasukkannya sedikit, dicabut lagi, digendongnya tubuh istriku , berat badannya membuat penis tersebut dengan cepat menerobos masuk “aahh….ah, istriku menggeliat liar karena posisi tersebut membuat batang Charles menghunjam dalam dalam. Charles memompa dengan gerakan sangat liar sehingga yang terdengar hanya erangan istriku dan suara hunjaman batangnya yang berkecipak keras, tidak sampai 10 menit dia sudah ejakulasi, berganti lagi dengan John, Rudi lagi, Max, Gunawan, Tony, Ferry, Hadi.. 10 laki laki ini dengan cepat silih berganti menggilir istriku..sehingga istriku terengah engah dibuatnya….luar biasa…Rudi berbisik kepadaku “om…Tante hebat sekali, dia bisa orgasme berkali kali….luar biasa….barusan tante minta saya masukkan 2-3 kali lagi. Aduhh batang saya sudah sakit……tapi nggak papa kok om…saya harus bisa benar benar memuaskan tante….

Beberapa laki laki ini sempat menyetubuhi 2- 3 kali..aku hitung sudah 16 kali sperma mereka memenuhi vagina istriku. Tampak sperma mereka mengalir luber keluar dari vagina istriku ketika batang mereka bergantian menghunjam. Beberapa kali John ingin meng anal dari belakang, tapi dipelototi istriku “john jangan merusak suasana.aaa ya… aahh…sini aku oral aja….ok? ….mmpphh…mmpphh…..oohh. Dan dengan cepat sperma John menyembur ke wajah istriku. Gunawan, Tony dengan cepat memasukkan batangnya kemulut istriku…Aku pikir istriku protes..Tapi aku dengar dari erangannya tampak sekali kalo istriku menikmati. “Hm hm mpphh …mpphh..mphh….enaakk…mmphh. Beberapa cowok yang belum dapat giliran terpaksa swalayan.

Robert dengan George mengoocok keras batang masing masing, dengan wajah sudah bersemu merah tampak mereka menahan semburan sperma mereka sendiri. “Tante, mau keluar niihh…. Jadi ditelan nggak Te…? “Sambil mengarahkan kedua batang mereka dekat dengan bibir istriku. Ketika mulut istriku membuka, cepat sekali sprema mereka berdua muncrat bergantian masuk kedalam mulut istriku, hamper membuatnya tersedak karena banyaknya….Kedua batang itu dengan cepat disedot dan dibersihkan oleh lidahnya, .tampak sekali istriku menikmatinya.” Aaahh tante hebat sekali….setelah ini kami masukkan ya…”Istriku hanya mengangguk angguk.

“Tante bagaimana kalo punya Robert juga masuk? nggak papa kan…kita coba? “tanya Rudi kepada istriku, Seperti yang aku jelaskan tadsi Robert keturunan bule dan orang hitam sehingga batangnya super sekali, kecoklatan mengkilat.

“Aduh bisa sobek dong….” istriku merinding…” ya enggak lah Tan…kan udah licin banget, kita coba yuk….Rayu Rudi. Dengan tenang Robert mendekatkan penisnya ke vagina istriku “Coba Tante buka lebar lebar biar tidak sakit masuknya….” Ya ampun aku lihat batang Robet ini luar biasa. Dengan batangnya, Robert mencoba membuka bibir vagina istriku dengan menekannya sedikit, semula aku pikir istriku akan menjerit, tapi anehnya begitu ditekan, batang itu cukup mudah masuknya. Mungkin karena sudah licin oleh banyaknya sperma di dalamnya. “Eeegghhh….eegghh hhkk….hkkk…” Hunjaman batang Robert benar benar tidak bisa membuat istriku tidak bisa bernafas..Karena saking besarnya batang itu tidak masuk seluruhnya ke dalam vagina istriku karena sudah mentok” Paaa…hheeekk…enak paaa…aduhh hegghh..aku orgasme paaa aduhh nikmaatt. Sementara 3 teman Rudi tampaknya sudah tidak sabar ingin segera menghunjamkan batangnya ke liang kenikmatan istriku ke dua kalinya.

Terlihat dari sela sela kemaluan istriku mengalir sperma puluhan laki laki ini, ketika Rudi menggilir yang ke 19 kalinya tapmpak sperma sperma itu luber menggenang di sprei karena vagina istriku sudah tidak cukup. “Om dari tadi kok melihat saja, kenapa tidak gabung om…” Jujur saja aku shock melihat istriku digilir habis habisan oleh anak anak muda ini. Aku nggak menduga kalo istriku bisa mengimbangi permainan mereka bahkan bisa menikmatinya…bayangkan…. menikmatinya..!

. Akhirnya aku mendekati istriku sambil berbisik “bagaimana ma…sakit ya…” tanyaku. “Aduh pa nikmat sekali…….enak sekali…Papa dari tadi belum lho….Aduuh sorry ya pa kelupaan..

“Aku masukkan pelan pelan .. karena sudah licin, mudah sekali batangku masuk ke dalam vagina istriku..ya ampuuun… super basah..Aku coba pompa..setiap aku tekan, bersamaan sperma yang ada di dalamnya menyembur keluar..aaahh sexy banget…Di perut, payudara dan mulut mungil istriku penuh sperma dengan bau yang khas.

“adduuh pa becek sekali ya…. pelan aku sodok vagina istriku, semakin lama semakin cepat. “kamu nggak capek ma….digilir habis habisan begini”Tanyaku kuatir…” Capek pa tapi nikmat sekali…capeknya gak terasa…aahhh …”Sambil sesekali membersihkan sperma yang berlelehan dibibirnya.

Sambil menggenjot pelan aku diskusikan ML keroyokan ini, untuk mengetahui seberapa puas istriku.

“Lalu tadi kenapa kok nggak mencoba anal….”tanyaku. “Habis John terlalu kasar memasukkannya, mungkin kalo pelan pelan aku bisa menikmati..adduhh paa..dihunjam dong sayang…kurang keras…”

‘pinta istriku. “Hmmm rupanya batang mereka membuat batangku jadi nggak terasa ya ma….hmm?”tanyaku tersenyum.

“Tetap beda pa… memang nggak terasa tapi perasaan tetap lebih enak….bagaimanapun juga aku pengen mengakhirinyanya dengan batang punya papa…”

“Tapi papa gak menyesal…? maaf ya pa….”bisik isteriku.

Menyesal…? ya enggak lah ML keroyokan ini membuatku panas dingin dan terangsang habis habisan…Rasanya memang aneh melihat istri sendiri disetubuhi habis habisan oleh anak anak muda ini…tapi entahlah…aku juga menikmatinya..sangat menikmatinya malahan…

Tampaknya ML keroyokan 3 hari berturut turut benar benar membekas di benak istriku. Tidak sampai seminggu ketika kami sedang bermesraan di kolam renang belakang rumah, dia mulai memancing pembicaraan kearah itu.

“Pa..dildo yang gede kemarin kapan kapan bisa kita coba lagi dehh…mungkin kali ini aku bisa nikmati..”Sambil kepalanya menunduk melihat ke permukaan air.

“Hhmm dildo yang mana?yang idup apa yang mati?”Kataku sambil senyum senyum menggoda.

“Ah papa ini…kok ngomongin itu lagi seh, jadi inget deh sama mereka..”Katanya tersipu sipu.

“Kenapa ma…udah kepengen lagi neh…? Apa perlu kita panggil lagi..?Tawarku.

“Nggak ah..! Kok papa nafsu banget sih?!…Dengan wajah dicemberutkan, padahal aku tahu istriku kepingin lagi.

“Iya deh, nanti malem kita panggil mereka, kamu pengen siapa kali ini?”Aku tersenyum senyum..

“Um..um…aduh kok disuruh milih sih..siapa aja ok kok, tapi kalo sama Rudi lagi boleh.? Tanyanya

“Lho… kok Rudi terus…apa hebatnya si Rudi ini?”tanyaku ganti.

.” Um… soalnya dia kalo bermain lidah gila eh….hebat lho pa…bisa membuat aku geli geli enak gitu..”Katanya malu malu” Dan satu lagi punya dia enak sekali…cara masukkannya pinter dia…gila enak banget…bikin ketagihan,.. padahal penisnya gila..gede banget lho…aku kan nggak suka kalo terlalu gede…..tapi punya Rudi ini lain…..aduh aku ngomong apaan sih…papa ini bikin malu aja..” Katanya dengan wajah yang merah padam karena malu dan agak horny.

“Ok…OK jadi cuma sama Rudi aja….? pengen sama satu orang saja….?Tawarku lagi..

“hm..hm.. memangnya boleh nambah lagi…? Nggak papa? Bener neeh boleh…? Hmmm Kalo boleh…kalo boleh cowoknya yang banyak bagaimana..hayo..? Sebenernya….aku pengen banget coba apa tuh yang bahasa jepang? buka buka? …”tanyanya lirih, dengan mata masih melihat ke air…

“Apa ma…? Buka…bukkake?”tanyaku ragu ragu.

“Eh…iya ya…bukakke kali ya…eh iya pa bukkake..”Dia lebih yakin kali ini.

Ups !! bukkake? ….wwhhhooo…bener neeeh?Kamu udah tahu artinya bukkake? bukkake itu nggak Cuma ML keroyokan lagi seperti kemarin ma….pertama harus bener bener kuat ML,karena nanti akan bercinta dengan buanyak lelaki….nggak Cuma 10 orang, tapi bisa lebih dan tidak ada rangsangan ke ceweknya, karena ceweknya diharapkan terangsang dengan banyaknya batang yang masuk silih berganti lho… artinya begini, mereka datang, berbasa basi lalu langsung bugil bersama sama, dan kamu ada ditengah tengah mereka dan digilir gila gilaan, bisa di anal juga lho !! Belum lagi nanti yang belum dapat giliran akan swalayan dan menyimpan spermanya digelas besar, lalu kamu akan diminta meminumnya habis, setelah itu dimandiin sama sperma itu juga terus digilir habis habisan lagi..Lha kamu apa nggak pingsan? … Tanyaku heran dengan nafsunya yang mendadak meledak ledak…

Mata istriku berkedip kedip mendengarkan uraianku.”mmm…tapi apa itu bukan perkosaan namanya?

“Bukan..karena yang meminta disini yang cewek…si cewek yang minta untuk dipuaskan dengan cara itu..”aku jelaskan lagi.

“Hmmm its sound sexy….”Katanya dengan senyum malu malu.” nngggg…jujur aja ya pa… kadang sih aku membayangkan kalo digilir habis habisan seperti itu rasanya gimana gitu. Penasaran banget deh…kayaknya kok enak banget. Memang siihhh bisa panas…tapi kalo pake lubricant kan nggak sakit kan ya…Cuma menurutku syarat utamanya kan mereka harus yang sexy …dan kali ini besar batangnya yang standar aja…hmhhm gimana pa ….gila gilaan ya aku…nggak papa ya pa …please..kok jadi kepingin banget ya….Tapi aku juga nggak mau kalo papa nonton aja seperti kemarin…Malu dong kalo Cuma ditonton gitu, dan lagi aneh rasanya kalo papa nggak ikutan main. Jadi nanti begitu sekitar 4 cowoklah yang selesai, papa menyetubuhiku.ya…lalu cowok 4 lagi selesai…papa lagi…gimana pa kalo gitu…?Tanyanya. “Hm…aku kemarin nggak ikutan terus terang karena keasyikan nontonnya….gila eh..kamu sexy banget lho ma…”

Kataku..” uh maunya….papa terangsang ya kalo aku digilir orang orang…”tanyanya setengah merajuk..

Sebenarnya aku terkaget kaget mendengar keinginannya. Bukkake adalah cara bercinta yang hanya ada di Jepang. Alkisah jaman dulu Jepang pernah diperintah oleh Ratu yang tidak memiliki anak karena mandul, Cuma ketika itu belum dikenal apa itu mandul, sehingga si Ratu rutin mengadakan kegiatan bukakke untuk memuaskan dirinya dan berharap dengan bersetubuh dengan banyak pria dapat membuatnya hamil. Saat ini secara diam diam, kegiatan ini dikembangkan lagi di Jepang. Cukup banyak wanita wanita kaya yang mengadakan acara ini. Tapi ini kata cerita, bener nggaknya gak tahulah. Mungkin juga ada versi yang lain.

Hmmm, masalahnya cari cowok sebegitu banyak dan bersih tidaklah mudah. Harus ada undangan khusus jauh jauh hari. Dan kamu harus menyiapkan fisikmu lho….” Agak terguncang juga aku mendengar permintaannya. Kalo disetubuhi keroyokan begini…waduh…agak keberatan juga rasanya. Takutnya kalo istriku ketagihan, susah lho…

Ok aku cari informasi dulu ke Rudi kalo itu memang maumu….” Segera Aku kontak Rudi untuk membicarakan hal ini ke teman temannya

Cukup kaget juga si Rudi mendengar permintaanku .”Woo bukkake?hm…bener nih bukake?ya bisa juga om, jumlah orangnya sih terserah om … wow bukake? ..sexy banget..! “Rupanya Rudi masih belum percaya. “Ok bisa saya carikan, Cuma saya perlu waktu…ada sih perkumpulan teman teman yang biasa bukake. Cuma sulit sekali untuk masuk ke mereka, Karena exclusive sekali dan mereka semua rata rata executive muda. Jumlahnya kira kira 20 anak muda. Bisa sampe pagi lho om..belum lagi kalo ada yang sampe 3 kali, minim dua kali deh…..apa tante kuat bener?Harus bener bener horny untuk bisa menikmatinya.

Aku utarakan ke istriku penjelasan dari Rudi tadi sambil aku lihat ekspresi wajahnya….

“Hah… ada yang bisa sampe tiga kali?jumlahnya sampai 20 lelaki..? hiii gimana ya rasanya, kan capek banget…” Istriku agak merinding, tapi aku tahu dia penasaran.

“…uuuhh bisa hancur ini badan….sakit nggak ya pa….hmmm tapiiii…tapi kok aku pengen coba ya pa….”Bisiknya tertunduk”.Cuma …..sama papa boleh gak? ….karena….karenaaa… sebenarnya aku memang sudah sejak dulu mbayangin disetubuhi rame rame gitu. Hmmm.. melihat batang yang menerobos berkali kali dan banyak sekali kayaknya sih… bener bener membuatku melayang layang deh…aduh aku udah gila ya pa….tapi aduh kepengeeeen banget deh….boleh ya pa…pleaseeee”katanya kembali dengan wajah memerah…

Akhirnya 3 hari kemudian kami rencanakan sex party di rumah saja karena rumah villa kami luas sekali….aku letakkan 2 kasur besar berdempetan di ruang tengah agar 20 orang ini muat. Hmm ini dua kali dari yang kemarin. Padahal dengan 10 orang aja istriku nggak bisa berjalan, katanya vaginanya panas selama 3 hari. Tapi efeknya luar biasa…Ketika kami bercinta, istriku bisa orgasme sampai 5 kali…Sedang aku hanya bisa ejakulasi 3 kali. Tapi istriku masih belum puas, dia ingin bisa orgasme tidak terbatas. Dan dia tidak perduli mau ada berapa puluh batang yng bisa menghangatkan vaginanya.

Cepat sekali Rudi datang dengan 20 orang temannya, rata rata mereka sangat muda dengan penampilan trendy dan berbadan bagus…” om ada baiknya tante minum obat perangsang sedikit agar nggak terkuras habis tenaganya, bagaimana.? Dan lagi kalo nggak horny banget nanti malah rasanya seperti diperkosa…. Tanya Rudi agak kuatir..

“hhhmmm, ya kalian jangan kasar kasar dong.. bagaimana honey apa kamu setuju….?Tanyaku” lho Rud, kamu ini gimana….aku pengen juga ngrasain yang agak kasar kasar gitu…Memang kalo diawal ya yang lembut dong..tapi nanti kalo aku sudah horny….batang kalian boleh hunjamkan dalam dalam….jadi sebenarnya nggak perlu obat dehh… tapi bolehlah aku pakai aja…siapa tahu ada sensasi lain ya……”Kata istriku.

Istriku memang cantik dan sexy, begitu keluar kamar dengan lingerienya, anak anak muda ini terpana. Dengan segera mereka merubung seperti kumbang melihat bunga mekar merah merekah…

Dengan perlahan mereka menuntun ke tengah tengah tempat tidur. Tangan tangan mereka dengan gemas mulai meraba tubuh istriku yang sexy, meremas, mencium…

Aku usulkan coitusnya nanti tidak dengan menindih istriku karena akan menghabiskan tenaga istriku, jadi anak anak muda ini harus berdiri. Ini juga membuat mereka cepat keluar karena tujuannya bukan lamanya bertahan tapi cepatnya keluar agar segera bisa bergantian sehingga istriku bisa puas melihat pergantian yang cepat ini..

Untuk ML pertama tentu saja harus om sendiri dong…”kata Rudi. “Benar honey ..papa dulu ya….”Bisik istriku.

Aku buka semua pakaianku, dengan perlahan aku dekati istriku yang sedang diraba oleh mereka.. Aku ciumi bibirnya lembut, payudaranya yang ranum…..bibir bawah…pinggangnya…punggungnya…aahhh sebentar lagi anak anak muda ini akan menyetubuhi istriku habis habisan pikirku….hm gila juga ….Dengan memejamkan mata…istriku kelihatan menikmati sekali permainan ini….” Aahh papa…..ahh enak seka li..ahhh….terima kasih ya pa….ini sudah aku inginkan dari dulu…terima kasih ya pa..”Bisiknya.

Aku tidurkan istriku ke kasur lebar dibawahnya sementara sekitar 10 lelaki bersiap siap mengelilingi kami sambil mulai mengocok ngocok batangnya bersiap siap untuk melanjutkan penetrasi bergantian begitu aku selesai. Dengan pandangan bergairah istriku melihat sekelilingnya seakan tidak sabar menunggu batang batang yang beraneka ukuran tenggelam menghangatkan vaginanya.

Perlahan aku gosok gosokkan batangku ke permukaan vaginanya, dia tampak kegelian, kakinya mulai naik keatas melingkar ke pinggangku, artinya dia sudah ingin aku segera memasukkan batangku. Kemudian perlahan aku mulai .masukkan batangku, hm vaginanya sudah lembab, tampaknya istriku mulai terangsang. “aahh kok enak ma…hmm kamu jepit ya…uhhh enak sekali honey…uuhh..” Rintihku. Aku mulai mempercepat goyangan dan hunjaman…”aah papa…enak pa….uh…uhhh aah…nikmat…”Erang istriku.

“coba ma sekarang dari belakang ya.” Aku kedipkan Rudi untuk memulai juga.

“Tante …saya mulai ya…bagaimana kalo kita coba felatio….”kata Rudi sambil mendekatkan batangnya ke mulut istriku…”hmmm…sudah gak sabar nehhh” istriku tersenyum sambil meremas remas pelan batang Rudi yang berukuran raksasa itu, “Pa…nggak papa aku kulum punya Rudi tanpa kondom?”bisiknya kuatir kalau aku keberatan.

“Hmm…ya…nggak papa deh…kamu pengen banget ya ma…ya deh nggak papa…”Kataku sebenarnya keberatan.

Perlahan istriku mengocok penis Rudi yang mengkilat itu, pelan sekali istriku menciumi & menjilati ujung penis Rudi sambil sesekali digigit gigitnya karena gemas, lidahnya mulai menari nari di pangkal batang, menurun ke buah pelir dan dijilatinya dengan lahap sekali. Jilatan lembut istriku mulai kembali keujung penis dan dengan tidak sabar istriku cepat melahap batang tersebut dalam dalam..”mph…mpphh.mphh….. “Dengan ganas ia melumat batang Rudi, meskipun mulut mungilnya tidak cukup menyedot batang raksasa itu tapi wajahnya benar benar dibenamkan ke penis Rudi….hhm tampaknya istriku ketagihan dengan batang Rudi karena dia mulai tidak memperhatikan batangku yang memompa cepat ini.” Ma.. lupa neeh sama punyaku…kok erangannya nggak pas sama masuknya batangku…”protesku

“mmmphhh…aahh…lho nggak lho pa..aduh papa jangan gitu dong….” Istriku buru buru menarik batang Rudi dari mulutnya “aduh maaf pa… abis terlalu enak sihhh” Katanya malu. “Iya deh ganti batang yang lain aja kalo gitu…” Sambil tangannya meraih batang terdekat.

Aduh menggairahkan sekali, posisi ini hebat sekali….semakin cepat aku memompa vagina istriku.

Aaahhh rupanya karena terlalu terangsang, aku tidak cukup kuat untuk tidak ejakulasi,”ah maaa aku mau keluar….mau keluar…oohh..ohh”aku nggak bisa menahan dan spermaku menyembur nyembur di dalam vaginanya.

Aku kode anak muda dibelakangku untuk memulai permainannya. Rudi menarikbatangnya dari mulut istriku. “Sekarang dibalik lagi ya tante…itu tuhh..anak anak udah siap.” Bisik Rudi.

Begitu istriku membalik badan, dengan cepat anak muda belakangku tadi menghujamkan batangnya….” Hei..santai aja…jangan terburu buru” Aku peringatkan mereka.

“Ohhhh..oohhhh…ahhh….oouhhh” istriku menjerit, tampaknya ia terkaget kaget juga dengan serangan mendadak ini. Tapi dengan cepat pula istriku bisa menyesuaikan.

Pinggul istriku bergoyang goyang seirama dengan hentakan hentakan batang anak muda ini..” uufff…uhh..uhh……enak pa..enak…..aduh..kok enak banget sih…sshh…sshhh…ahh”Bisik istriku mulai menikmati…

“Sssiiapa…namamu?uuff…ufff.”Tanya istriku”Andre tante” Ujar Andre” Aaah Andre,…kurang cepat dong Ndre….aaagggh….Tante jepit ya… “Andre segera mempercepat gerakannya. Dan benar saja tidak sampai 3 menit, Andre sudah semburat..” oohhh…ohh..tante enak sekali..ohohhh…bagaimana bisa menjepit begini…aahh…oh.oh.ohh…aduh Tante saya mau keluar neehhh..oh..oh ooohh…keluar..ohh!”Teriak Andre sambil menghentak hentak dalam dalam batangnya.

Dengan cepat lagi, teman dibelakangnya mengganti posisinya. “Saya Victor tante…saya masukkan sekarang ya…” Kata Victor tidak sabar. Rupanya Victor belum berpengalaman karena batangnya tidak berhasil masuk. “Vic…kenapa tidak masuk masuk..ah…ayo dong… “Desah istriku.

“Maaf Tante…maaf..saya belum pernah….saya belum pernah main…”Katanya malu dengan wajah memerah.”Lho jadi kamu masih perjaka?ya jangan langsung masuk dong…sini sini ….”Istriku menarik penis Viktor didekatkan ke mulutnya “Tante felatio dulu ya…enak kok…”Bisiknya Dengan cepat batang Viktor masuk seluruhnya ke mulut istriku sehingga membuat Viktor membeliak matanya. Istriku memang ahli mengoral, setelah puas bermain main dengan batang tersebut, dengan lembut tangan istriku membimbing batang viktor ke vaginanya. “Nah coba ditekan pelan pélan ya Vic…lalu kamu pompa keluar masuk…” Kata istriku sabar sambil memandangku…”Pa..cowok ini masih perjaka….”bisik istriku tersenyum sambil mengedipkan matanya…

Hmmm.. Victor rupanya cepat belajar…dengan perlahan gerakannya semakin cepat. Istriku menggodanya dengan sengaja menjepit batangnya. Benar saja, mulut Victor mulai meracau keenakan…hehehe Cuma 10 kali goyangan, spermanya sudah menyembur “Oh…tante….aahh…”Teriak Victor.

Tidak terasa sudah 10 lelaki yang menindih dan menikmati tubuh istriku…Dony adalah yang paling kasar menyetubuhi istriku, dia menekuk kaki istriku kearah perutnya sehingga tubuh mungilnya melengkung, Tangan kirinya memegang kedua kaki istriku kemudian tangan kanannya menekan nekan batang raksasanya dan dipukul pukulkan ke bibir vagina istriku sehingga menimbulkan suara kecipak yang erotis sekali. Istriku menggeliat geliat kegelian,”Tante kalo saya kasarin dikit bagaimana?belum pernah ngrasain kan?Dicoba ya….” Kata Dony, Karena istriku sudah terangsang berat dia hanya melenguh dan merintih rintih sambil mengangguk anggukkan kepalanya pelan.

Kemudian Kepala penis Dony yang besar dicoba keluar masukkan dengan cepat ke vagina istriku yang memerah dan sedikit merekah itu, Setelah mengocok agar vagina istriku terbiasa, kemudian batang besarnya menghunjam dalam dalam dengan kasar, posisi ini menyebabkan batangnya menghunjam tanpa rintangan sama sekali, Hunjaman Dony tidak cepat tetapi berjarak, cuma setiap hunjamannya sangat keras dan dalam, membuat tubuh istriku bergetar dan menjerit jerit kecil berulang kali…ah gila menggairahkan sekali. Kedua tangan istriku meremas tempat tidur karena menahan hunjaman yang kuat tersebut, kedua matanya sudah membeliak ke atas, rintihannya sudah bukan lenguhan lagi tetapi lebih tepat seperti suara yang tertahan “hekk…hekk…. Hekk…” Sebenarnya lebih tepat dikatakan Dony memperkosa habis habisan istriku, aku tahu Dony sudah ejakulasi terlihat dari pinggulnya yang tiba tiba bergetar, tapi dia sengaja tidak menghentikan goyangannya, entah tenaga super apa yang dia miliki. Hebatnya meski sangat kasar, istriku bisa orgasme berkali kali sambil berteriak teriak ketika penis Dony menghajar vaginanya. Hmm Pinggul Dony sudah bergetar yang ketiga kalinya…gila hebat sekali dia…

Kemudian Dony minta dua temannya memegangi kedua kaki istriku dan memintanya membuka lebar lebar. Terlihat bibir kemaluan istriku yang merekah merah dengan lelehan sperma dipinggir pinggirnya,

“Maaf om supaya masuknya lebih mantap lagi, coba lihat..tante keenakan kan…” Kata Dony. Kembali Dony menhujamkan dalam dalam dan memompanya dengan penuh semangat membuat tempat tidur berderit, berayun ayun naik turun karena saking kerasnya Dony menhentakkannya. : “aahh sakit…ah…. Isteriku benar benar menjerit jerit kesakitan sampai …aku meminta Rudi agak mengurangi hentakannya.

“aduh jangan keras keras menghujamnya… Aduhh…tapi jangan berhenti… nggak papa ….nggak papa…enak kok…hunjamkan lagi Don…ayo…yang keras…enak…enak…enak..hek…hek kurang cepat….”Rintih istriku. Deritan tempat tidur dan kecipakan vagina istriku yang makin cepat benar benar membuatku seperti terhipnotis. Mata istriku terbeliak kebelakang, dengan makin melebarkan kedua pahanya, membuat batang Dony yang besar benar benar menghajar vaginanya.

Sementara anak anak muda yg swalayan dari tadi karena menunggu giliran menyemprotkan dan mengumpulkan sperma kereka kedalam gelas besar dan gelas kecil..

“Ok ok..stop dulu…”teriak Rudi…”kita ganti acaranya…”

“Ah kenapa berhenti…”erang istriku

Dengan membawa gelas kecil, Rudi menempelkan gelas tersebut ke vagina istriku. Dengan jarinya , dia membuka perlahan bibir labia kekiri dan kekanan…ooooh rupanya mereka akan memasukkan kumpulan sperma itu ke vagina istriku. Uhh.. terlihat vagina istriku sudah penuh dengan sperma para lelaki itu. Karena tidak cukup, terlihat sperma sperma itu meleh ke pahanya..wo becek sekali.. Kemudian gelas yang besar disorongkan kemulut istriku…yang dengan segera diteguk istriku seperti orang kehausan karena terburu buru menelannya, sperma sperma itu meleleh dari ujung bibirnya..Sementara Dony kembali mengenjot tubuh istriku dari bawah.

“Adduhh pa menggairahkan sekali…enak pa….hmmm ..rasanya agak asin…”Mulut istriku belepotan sperma dan meleleh ke leher, pipi, dahi, buah dadanya yang berguncang guncang karena hentakan dony…uuufff merangsang sekali…

“Bagaimana om…tante kelihatan sexy ya…menggairahkan tepatnya..nggak heran deh kalo temen temen semangat….” Tanya Rudi..” Ok Don, gentian dong…cepet dikeluarin, temen temen gak sabar neehhh “Teriak Rudi

Kemudian Roni, Acan, Danny, menggilir istriku dengan kocokan batang yang cepat sekali. persetubuhan cara itu cepat membuat si cowok ejakulasi tapi juga membuat si wanita bisa orgasme berkali kali..dan istriku masih tidak tampak lelah karena posisi doggy style memang tidak membuat wanita capek, Cuma resikonya karena dari belakang pantat istriku kelihatan montok menbuat anak anak muda` ini berebut menyetubuhinya.

“Tante kita coba bersamaan dengan anal ya…”Rayu Rudi..” enggak sakit Rud? Tapi jangan kasar kasar ya…”Pinta istriku.

Dengan posisi women on top, Cowok yang lain mulai memasukkan batangnya. Ya ampun…Mana cukup 2 lubang istriku dikerjai seperti itu. “Dick, punya kamu dulu…”Kata Rudi karena tahu kalo batang Dicko nggak terlalu besar.” Biar tante bisa menikmati om…Alasannya.

Perlahan batang Dicko mulai menekan lubang anal istriku, sengaja diberi lubricant agar mudah masuk dan tidak sakit. Sementara Hardy dibawah menggerakkan batangnya perlahan lahan. Dicko mulai memasukkan kepala penisnya pelan sekali. “aah…..aahh….sshh…..ssh…uhh.. geli pa…”Rintih istriku.

“Lebih saya tekan ya tante….” Dicko menambah tekanannya dan Hardy juga mulai memasukkan lebih dalam. “Nahh ..udah masuk semua khan…ayo Har kita gerakkan bergantian.” Untuk permainan seperti ini tidak`bisa kedua batang menekan bersama sama ke vagina karena tidak akan cukup. Dengan bergantian akan memberi sensasi nikmat yang luar biasa kepada si wanita. Dan benar saja istriku melenguh dan merintih, bergerak gerak liar karena gesekan batang batang itu membuatnya kegelian tetapi nikmat. “Adduhh paaa…geli paaa… aduh…enak ..enak.. ahh uuhh.. heeek…heeekkk.. Dick jangan keras keras… hekk…ahh…Agak cepat…dong….lebih cepat..ayo kurang cepat..oh…ah ah..” Teriak istriku…

Posisi Dicko yang setengah berdiri benar benar membuat batangnya menancap dalam…”

“Paaa.. kok nikmat pa…nikmat pa…aaahh….aku aku…mau keluar..pa…aku orgasme pa….aku….aduh kok enak sekali ya..ah ….ah…”Erang istriku tersendat sendat karena saking nikmatnya, akhirnya dia menjerit”aah …oh! “dengan mata yang membeliak kebelakang dan dengan tubuhnya yang menghentak hentak dan bergetar hebat, rupanya istriku mengalami orgasme yang luar biasa..

Sekarang istriku sudah menyerah mau diapain juga karena dia sudah mengalami multy orgasme yang berlebihan. Dan itu membuatnya lemas sekali. Dengan leluasa anak anak muda ini kembali bersemangat menyetubuhi istriku gantian…Rupanya tidak seperti yang aku perkirakan ,dimana aku pikir mereka hanya menyetubuhi 2 kami ternyata ada yang 4 kali ”Maaf om, tubuh tante sexy sekali…saya nggak bosan bosan menyetubuhinya…habis bisa menjepit sih…” Apalagi karena vaginanya licin kena sperma, membuat anak anak ini lebih cepat mengocok vagina istriku, aku coba terapkan 4 lelaki selesai, batangku masuk..ohh..ternyata memang enak sekali kalo licin begini. Saking bertubi tubinya persetubuhan ini sehingga membuat bibir labianya menjadi kemerahan.

Jam 3 pagi permainan ini selesai dengan sudah menggeleparnya semua lelaki yang gila gilaan menyetubuhi istriku…ya ampun 7 jam…minimal masing masing 2 sampai 3 kali, sehingga 20 lelaki tersebut menyembur 67 kali..karena vagina istriku sudah tidak cukup, mereka menyemburkan keseluruh tubuh istriku sehingga dari rambut hingga pahanya penuh sperma. Sprei tempat tidur menjadi lengket semua dipenuhi sperma anak anak muda ini.

“Ma bagaimana rasanya…hm… ma…”tanyaku. Istriku membuka matanya perlahan lahan sambil tersenyum” nikmat pa…nikmat sekali.. tak terkirakan rasanya…luar biasa nikmat….Belum pernah aku mendapat kenikmatan seperti ini….enak sekali pa…mau deh setiap hari kayak gini….

“Tante, bagaimana kalo kita bersihkan…dimandiin ya…”Kemudian.. Rudi, dan Hardy membersihkan istriku di kamar mandi…menggosok gosoknya dengan lembut..

Sambil mengobrol dengan Viktor aku menunggu mereka keluar…hmmm lama sekali mandinya. Aku mendatangi menegok mereka.

Ya ampun ..! masih bisa bisanya mereka berdua menyetubuhi istriku di bath up…didalam air..makanya mandiin aja kok lama sekali….Sambil berdiri di shower mereka bergantian menghunjamkan batangnya dari belakang. “eh..maaf om..Tante kelihatan menggairahkan kalo basah begini…jadi kepingin nihh, tante juga pengen nyoba sambil mandi ya Tan ….”Kata Rudi minta persetujuan istriku.

Istriku tersenyum malu :”Aduuhhh maaf pa…sensasinya kalo di air kok lain gitu….jadi pengen nyoba hmmm enak pa…ayo gabung juga pa…Rud kamu cabut dulu dong…”Kata istriku merasa nggak enak…. “Aduh tante nanggung neeh…saya keluarkan dulu ya” Kata Rudi sambil mempercepat goyangannya. Tangannya mencengkeram erat pinggul istriku sambil sesekali tangannya meremas buah dada istriku. “ah enak Rud…enak…bentar ya pa…bentar dulu ya pa lagi enak neh…nanggung …ah uhh..uhh..uh..kurang menghunjam Rud…hunjam dong….”Rintih istriku Semakin kasar Rudi menghunjamkan batangnya sampai tubuh istriku terangkat angkat. Suara kecipakan batang di dalam vagina istriku terdengar sexy sekali. Dengan siraman shower dan gerakan liar tubuh istriku yang menggelora terlihat menggairahkan sekali. Aku memandangnya dengan takjub. “Aahhh tante mau keluar nih…” Desis Rudi. Dengan cepat Rudi menarik batangnya dan istriku langsung jongkok di depan penisnya. Rudi mengocok batangnya dengan cepat dan…muntahlah sperma hangatnya ke mulut dan wajah istriku. Lidah istriku menari nari diseluruh permukaan penis Rudi yang berlepotan sperma. “Hmmm enak Rud…enak…keluarin lagi dong” Istriku meminta. :Aduh tante saya gak enak dengan om dong…dari tadi kita ML terus…berapa kali hayo…hmmm 5 kali ya…” Rudi berkata lemas. “5 kali?lho bukannya baru 3 kali?”Tanyaku.

“Aduh pa sori..tadi sebelum mandi, kita sempat ML di meja dapur…Quick sex…enak juga lho pa…Rudi hebat..aku sempat orgasme tadi meski singkat…”Kata istriku tersenyum senyum.” Terus abis dari situ, kita ML lagi depan TV….habis aku nggak mau kalo Rudi buru buru melepas batangnya….biar masuk terus…ya Rudy a….” Ya ampun istriku bener bener ketagihan dengan batangnya rudi.

“Ayo pa..sekarang giliran papa…ayo dong pa…capek ya….”Desak istriku.

Hmmm boleh juga…..Aku merebahkan diriku di bathup, istriku segera duduk diatasku dengan batang yang masuk menghunjam dalam dalam, kemudian dia kembali mengkaraoke penis rudi. Gila..ternyata di air sensasinya bener bener lain..

Ketika keluar dari kamar mandi istriku sudah tidak bisa berjalan karena kelelahan, Rudi menggendongnya menuju tempat tidur….”Tante istirahat dulu ya…bagaimana Tante…puas enggak?Tanyanya..

“Puas Rud…puas sekali….nikmat sekali….Trims ya..kamu hebat deh….”Istriku memberi ciuman bibir ke Rudi. Hmm bikin cemburu aja. “Honey jangan gitu dong…aku cemburu neeh “Protesku.

“Maaf ya pa…jadi lupa diri neeh “Kata istriku memohon pengertian.

“Eee karena sudah pagi kami pulang dulu om…:Kata Rudi…” hmmmm yang lain boleh pulang tapi Rudi disini dulu dong…aku masih pengen sekali lagi “rengek istriku…”Ya ampu nggak capek ma…? Ok Ok …”tanyaku

Istriku sudah tidak malu malu lagi dengan menarik Charles dan Rudi, memaksa mereka memciumi bibir bawahnya. Dany dan max sudah berebut menciumi putting susu istriku yang merah muda itu. Sedang aku berciuman mesra dengannya” Pa…nikmat sekali malam ini…shhh…aahh geli…aku boleh ya menciumi bibir mereka mereka…”tanyanya…Tanpa menunggu persetujuanku, mulutnya langsung menciumi bibir Rudi dan Charles dengan nafsu….

“Rud…masukkan sekarang Rud…sudah berdenyut denyut lagi neehh….aarrrghh” paksanya..”Iya tante…saya juga sudah kepingin masuk lagi dari tadi …habis kalo habis mandi begini tambah kelihatan sexy seehh……

“Lho kalian ini kok main tancep aja….pake dulu kondomnya dong…..Kan mama tadi baru mandi..kan kotor lagi….”Protesku….

“Nggak usah ya pa…aku pengen tanpa kondom…please…aku pengen pa…kalo pake kondom sakiittt….ohh Max…jangan digigit dong

“boleh ya pa…please…please…Rud masukkan`Rud…ayo…cepat..aah” istriku memohon.”Oklah…itu artinya vaginamu bakalan penuh sperma lagi lho…..”Aku mengingatkan.

“Nggak papa pa…malah jadi pelumas jadi nggak sakit…Tapi kalian antri saja ya..aku minta satu orang jangan lama lama, langsung ganti yang lain ah ah geli….”

Rudi segera mengarahkan batang raksasanya ke bibir bawah istriku…”Tante…saya masukkan ya….langsung ya…aahh oohh” Waduh…Rudi langsung mengocok batangnya dengan kecepatan luar biasa sehingga membuat tubuh istriku ikut tertarik naik turun mengikuti keluar masuknya penis Rudi.

Rupanya istriku masih ingin melanjutkan ML dengan Rudi, sementara aku sendiri sudah kecapekan dan tertidur di depan TV. Jam 4 pagi aku sedikit terbangun gara gara jeritan kecil istriku….dengan terkantuk kantuk aku melihat istriku masih asyik berdoggy style dengan Charles… hm rupanya mereka sudah menemukan posisi favorit dimana istriku menungging kemudian Charles menghunjamkan batangnya dengan posisi berdiri jadi tidak dengan bertumpu dengan lututnya. Posisi ini benar benar bisa bertahan lama karena posisi laki laki tidak dibuat lelah dan menghunjam dalam sekali.

Pagi Pagi ku cari istriku…hmmm dia tertidur di atas tubuh Rudi dengan batang Rudi masih menancap, sementara mulutnya juga masih mengoral punya Charles, ya ampunn, bisa bisanya dia tertidur dengan posisi seperti ini. Badanku terasa lengket semua, segera aku mandi agar lebih segar.

Keluar kamar mandi, istriku masih tertidur, terlihat olehku Randi sedang sibuk onani dibelakang tubuh istriku sambil sesekali batangnya digosok gosokan ke bibir vagina istriku yang masih basah kemerahan itu dengan pelan pelan, tampaknya Randi tidak ingin membuat istriku terbangun…..Aku berdehem ketika melewatinya..”Eh om…maaf ..tante kelihatan sexy sekali..kemarin saya juga baru sekali…masih kepingin …sori om gak ngomong ngomong” kata Randi agak sungkan dengan aku…

“Randy…masukin aja ya….”Bisik istriku yang rupanya terbangun karena mendengar suara kaget Randy..

Dengan nyengir, batang Randy menekan perlahan vagina isteriku. Karena masih basah dengan mudah batang itu menyelusup kedalam diiringan helaan nafas Randy yang kelihatan lega setelah diijinkan penetrasi.

Hhhhh…..istriku bener bener ingin menikmati pesta ML ini dengan sepuas puasnya. What’s next?aku belum tahu karena permainan ini menurutku udah yang terheboh. Apa ada lagi yang lebih heboh dari ini semua?Rasanya nggak ada dehhh…

Jam sepuluh istriku terbangun dan mengajakku mandi, dia ingin pelukan di bath up sambil ngobrol2. “Pa…thanks ya…malam ini luar biasa bagiku…gila puas banget….”kata istriku sambil mengelus ngelus dadaku. “honey jujur aja aku agak shock melihat cara bercintamu…wow..ganas dan…binal sekali….apalagi ketika doggy style..wwoooww…nggak sakit ya ma?” tanyaku.

“Aduh papa perhatian banget sih…papa keberatan ya…habis kan aku udah ngingetin kalo aku ketagihan bisa bahaya lho….tapi kata papa nggak papa..gimana seehhh…..Kalo doggy style aku nggak capek..malah batang mereka bisa mentok masuknya…lebih enak” istriku merajuk…”Iya… nggak papa kok…..papa juga ikutan puas kok…Cuma sering merasa ditinggal aja….tapi bener nggak papa…lihat kamu menggelepar gitu menggairahkan banget.”

“Pa gimana kalo kapan kapan kita buat sex party yuk….” Kata istriku” sex party bagaimana?”tanyaku heran.

“Ya sex party pakai orang yang banyak…aku coba ML dengan banyak orang…kalo perlu nggak usah dibatasi…jadi bisa seratusan deh…hiiii gimana ya rasanya” kata istriku dengan semangat.

“Waduh kok gila gilaan begini sih ma…” kataku kaget. “Nanti wajahku ditutup pa…biar orang orang nggak tahu siapa aku, jadi nanti pake penawaran siapa mau bercinta tapi yang kilat, harus pake kondom dan dalam 5 menit harus sudah ejakulasi. Akupenasaran mampu ML dengan berapa orang sih…Jadi nanti bukti kondomnya harus dipamerin lho….